Langsung ke isi
· Kabar AI & robotika, jernih dan terverifikasiNewsletter  ·  Majalah  ·  Kelas & Layanan
Tampilan
Pengaturan tampilan
Tema

Kabar AI yang mudah dibaca.

Pilihan tersimpan di perangkat Anda.

Langganan
Terkini
Trending

AI Kian Berkembang, Apjatel Soroti Urgensi Perluasan dan Penataan Jaringan Fiber Optik

Teknologi AI menuntut konektivitas berkapasitas besar. Data Komdigi menunjukkan 27,89 persen kecamatan di Indonesia masih belum terjangkau serat optik darat.

Foto liputan Detik untuk berita: AI Kian Berkembang, Apjatel Soroti Urgensi Perluasan dan Penataan Jaringan Fiber Optik.

Foto: Detik (Dokumentasi editorial)

Poin penting

  • Fiber optik darat Indonesia mencapai 1,02 juta km dan baru menjangkau 72,11 persen kecamatan.
  • Apjatel mendorong penataan kabel udara menjadi kabel tanam terpadu demi menjaga estetika dan keandalan.
  • Perluasan fixed broadband krusial guna menopang operasional pusat data, cloud, dan aplikasi AI.

Perkembangan kecerdasan buatan (AI) menuntut kesiapan infrastruktur digital yang semakin tangguh di Indonesia. Asosiasi Penyelenggara Jaringan Telekomunikasi (Apjatel) mengingatkan bahwa adopsi AI membutuhkan jaringan fiber optik berkapasitas besar dan berkeandalan tinggi.

Menurut laporan Detik, fiber optik berfungsi sebagai fondasi utama bagi ekosistem digital nasional. Infrastruktur kabel berkecepatan tinggi ini menjadi tulang punggung operasional pusat data (data center), layanan komputasi awan, hingga aplikasi berbasis AI.

Kesenjangan Konektivitas dan Urgensi Penataan Kabel

Ketua Umum Apjatel Jerry Siregar menyatakan bahwa teknologi AI membutuhkan konektivitas yang andal dan menjangkau lebih banyak daerah. Tanpa transmisi data yang memadai, pemrosesan algoritma AI dan transfer beban data besar akan mengalami kendala operasional.

Berdasarkan Laporan Kinerja Komdigi 2025, panjang bentangan fiber optik terrestrial di Indonesia mencapai sekitar 1,02 juta kilometer. Di samping itu, jaringan kabel bawah laut telah terpasang sepanjang 131,2 ribu kilometer.

Meski demikian, laporan Komdigi mencatat jangkauan fiber optik darat baru mencakup 5.253 dari total 7.285 kecamatan di Tanah Air, atau sekitar 72,11 persen. Artinya, terdapat sekitar 27,89 persen wilayah kecamatan yang masih menghadapi kesenjangan konektivitas pita lebar tetap (fixed broadband).

Selain memperluas jangkauan, Apjatel menyoroti pentingnya penataan kabel udara menuju sistem kabel tanam bersama di bawah tanah. Penataan ini bertujuan menjaga keselamatan publik, merapikan estetika kota, serta memperkuat keandalan fisik kabel dari risiko kerusakan eksternal.

Data program penataan Apjatel periode 2021-2026 di Jabodetabek, Serang, dan Banten mencakup 363 lokasi sepanjang 604,771 kilometer. Sebanyak 281 lokasi sepanjang 403,218 kilometer telah rampung ditata, sedangkan 82 lokasi sepanjang 201,553 kilometer masih dalam pengerjaan.

Jerry menegaskan bahwa penataan utilitas membutuhkan koordinasi terpadu dengan organisasi perangkat daerah, terutama terkait pekerjaan jalan, trotoar, dan drainase. Langkah terpadu ini dibahas dalam Rapat Kerja Nasional (Rakernas) Apjatel 2026 agar proyek infrastruktur tidak memicu pembongkaran berulang.

Kolaborasi menjadi kunci agar industri telekomunikasi khususnya fixed broadband dapat terus berkembang dan berkontribusi dalam mendukung kedaulatan serta transformasi digital Indonesia.

Apa Artinya bagi Pelaku Usaha

Bagi pemilik bisnis dan direktur operasional, keandalan fiber optik menentukan kelancaran integrasi teknologi berbasis data besar. Pemanfaatan pusat data dan layanan komputasi awan menuntut konektivitas berkecepatan tinggi agar alur kerja digital perusahaan tidak terhambat gangguan teknis.

Manajemen yang merencanakan ekspansi kantor cabang, pergudangan, atau fasilitas produksi di daerah perlu memverifikasi ketersediaan jaringan fixed broadband lokal. Mengandalkan koneksi nirkabel seluler semata berisiko menurunkan efisiensi pertukaran data bisnis harian.

Selain itu, program konversi kabel udara menjadi kabel tanam di perkotaan menuntut langkah antisipasi dari tim teknologi informasi perusahaan. Pelaku usaha disarankan menyiapkan rute koneksi internet cadangan dari penyedia berbeda untuk mencegah potensi gangguan operasional saat pekerjaan fisik utilitas jalan berlangsung.

Perluasan jaringan transmisi optik ke wilayah yang belum terhubung juga membuka potensi pasar baru bagi bisnis. Infrastruktur pita lebar yang semakin merata akan mempercepat digitalisasi cabang dan menekan biaya sinkronisasi data antarwilayah.

✓ Lolos pemeriksaan redaksi AI. Artikel ini ditulis AI, 8 klaimnya dicocokkan dengan sumber, dan diuji keterbacaannya sebelum terbit. Menemukan kekeliruan? Laporkan ke redaksi.
Sumber berita (1):
  1. Detik: AI Makin Berkembang, Asosiasi Soroti Kebutuhan Infrastruktur Fiber Optik
Lihat hasil pemeriksaan (8 klaim)
Pembuka: 8/10Kejelasan: 8/10Struktur: 8/10Manfaat: 8/10Bahasa: 8/10
KlaimPutusanDasar di sumber
Apjatel menyatakan jaringan fiber optik menjadi fondasi penting bagi ekosistem digital nasional yang mendukung data center, komputasi awan, dan aplikasi AI.Didukung“jaringan fiber optik menjadi salah satu fondasi penting dalam pengembangan ekosistem digital. Infrastruktur ini tidak hanya mendukung layanan internet berkecepatan tinggi, tetapi juga menjadi tulang”
Dinyatakan oleh Jerry Siregar (Apjatel) dalam laporan Detik.
Teknologi AI menuntut konektivitas yang andal, berkapasitas besar, dan menjangkau lebih banyak wilayah.Didukung“perkembangan teknologi AI menuntut infrastruktur konektivitas yang semakin andal, berkapasitas besar, dan menjangkau lebih banyak wilayah.”
Dinyatakan oleh Jerry Siregar (Apjatel) dalam laporan Detik.
Laporan Kinerja Komdigi 2025 mencatat panjang jaringan fiber optik terrestrial mencapai sekitar 1,02 juta km dan bawah laut sekitar 131,2 ribu km.Didukung“Berdasarkan Laporan Kinerja Komdigi 2025, panjang jaringan fiber optik terrestrial di Indonesia mencapai sekitar 1,02 juta kilometer. Sementara itu, jaringan fiber optik bawah laut mencapai sekitar 131,2”
Dinyatakan dalam Laporan Kinerja Komdigi 2025 yang dikutip Detik.
Jangkauan fiber optik terrestrial baru mencakup 5.253 dari total 7.285 kecamatan di Indonesia atau sekitar 72,11 persen (sekitar 27,89 persen belum terjangkau).Didukung“jangkauan fiber optik terrestrial baru mencakup 5.253 dari total 7.285 kecamatan atau sekitar 72,11%. Artinya, masih terdapat kebutuhan perluasan jaringan untuk memperkecil kesenjangan konektivitas”
Data Laporan Kinerja Komdigi 2025 dalam laporan Detik.
Apjatel mendorong penataan kabel udara bertahap menuju kabel tanam bersama untuk keselamatan, estetika kota, dan keandalan layanan.Didukung“Salah satu upaya yang didorong adalah penataan jaringan kabel udara secara bertahap menuju kabel tanam bersama.”
Dinyatakan oleh Apjatel dalam laporan Detik.
Program penataan jaringan Apjatel periode 2021-2026 di Jabodetabek, Serang, dan Banten mencakup 363 lokasi dengan panjang 604,771 km (281 lokasi/403,218 km selesai, 82 lokasi/201,553 km dalam pengerjaan).Didukung“penataan jaringan telah mencakup 363 lokasi dengan total panjang 604,771 kilometer. Dari jumlah tersebut, sebanyak 281 lokasi dengan panjang 403,218 kilometer telah selesai ditata.”
Data program Apjatel yang dilaporkan Detik.
Rakernas Apjatel 2026 membahas kesiapan industri jaringan telekomunikasi menghadapi perkembangan AI dan penguatan infrastruktur digital nasional.Didukung“Rapat Kerja Nasional (Rakernas) Apjatel 2026 turut membahas kesiapan industri jaringan telekomunikasi menghadapi perkembangan AI serta kebutuhan penguatan infrastruktur digital nasional.”
Dinyatakan Jerry Siregar dalam laporan Detik.
Jerry Siregar menyatakan kolaborasi menjadi kunci agar industri telekomunikasi khususnya fixed broadband dapat terus berkembang dan berkontribusi mendukung transformasi digital Indonesia.Didukung“Kolaborasi menjadi kunci agar industri telekomunikasi khususnya fixed broadband dapat terus berkembang dan berkontribusi dalam mendukung kedaulatan serta transformasi digital Indonesia”
Kutipan langsung Jerry Siregar dalam laporan Detik.

Video AI terbaru

Washington, D.C. is up next. 🏛️ NVIDIA

Baca juga