Aplikasi Zest Hadirkan Asisten AI Lewat Pesan Singkat untuk Pesan Restoran
Startup Zest meluncurkan agen AI berbasis SMS untuk memilih dan memesan meja makan secara otomatis.
Ilustrasi: liput24
Poin penting
- Zest meluncurkan asisten AI yang bekerja langsung di ruang pesan teks.
- Layanan ini membaca data kartu kredit lewat Plaid untuk mengenali selera makan.
- Pengguna kini bisa memesan meja langsung di OpenTable atau Resy tanpa ganti aplikasi.
Mencari tempat makan bersama rekan kerja sering menyita waktu rapat. Startup kuliner Zest kini mencoba mengatasi masalah klasik tersebut.
Menurut laporan TechCrunch, Zest meluncurkan asisten pintar yang bekerja langsung lewat pesan singkat. Pengguna tidak perlu lagi membuka aplikasi khusus.
Layanan ini bertindak seperti petugas reservasi pribadi. Pelanggan cukup mengirim pesan teks ke nomor khusus untuk mencari tempat makan.
Zest didirikan pada November 2024. Perusahaan rintisan ini mengantongi dana awal sebesar 1,8 juta dolar AS.
Suntikan dana itu datang dari Alexis Ohanian di 776 dan Steve Jang di Kindred Ventures.
Keunikan sistem Zest terletak pada cara membaca kebiasaan pengguna. Zest menghubungkan sistemnya dengan kartu kredit nasabah melalui Plaid, penyedia integrasi rekening bank.
Perusahaan menegaskan hanya memantau data belanja makanan dan minuman. Pola transaksi nyata ini dipakai untuk menebak selera pengguna secara instan.
"Agen ini adalah produknya sekarang," kata Mario Gomez-Hall, pendiri dan CEO Zest.
Mario Gomez-Hall menjelaskan bahwa sistem langsung belajar dari riwayat tempat makan pengguna dan teman-temannya. Sistem tidak perlu obrolan berminggu-minggu untuk memahami selera.
Pemesanan Meja Lewat Obrolan Grup
Pengguna dapat mengundang asisten Zest ke dalam ruang obrolan grup. Sistem lalu menggabungkan selera seluruh anggota obrolan dalam satu daftar.
Jika anggota grup bingung memilih, Zest menyediakan fitur pemungutan suara langsung. Fitur ini membantu rombongan menentukan tempat makan lebih cepat.
Setelah restoran disepakati, Zest akan memesankan meja. Asisten ini terhubung ke layanan reservasi seperti OpenTable, Resy, dan SevenRooms.
Pengguna juga dapat menanyakan ketersediaan kursi atau fasilitas internet nirkabel. Bahkan, asisten ini bisa mengirimkan menu sebelum pemesanan dibuat.
Dalam pengujian oleh TechCrunch, asisten teks ini bekerja cukup lancar. Saran tempat makan yang keluar sesuai dengan ukuran rombongan dan waktu kunjungan.
Perusahaan sempat menguji sistem ini bulan lalu. Namun, peluncuran ditunda hingga fitur pemesanan meja siap digunakan sepenuhnya.
Langkah ke format pesan teks ditargetkan untuk menambah pemasukan. Ke depan, Zest juga berencana menambahkan fitur pesan antar makanan serta rekomendasi toko belanja.
"Pemesanan meja dan pesanan makan adalah sumber pendapatan pertama," kata Mario Gomez-Hall, pendiri dan CEO Zest.
Apa Artinya bagi Pelaku Usaha
Perubahan ini menunjukkan pergeseran besar dalam interaksi konsumen. Pelanggan kini mulai meninggalkan kebiasaan mengunduh banyak aplikasi mandiri.
Bagi pengelola restoran dan perhotelan, sistem reservasi pihak ketiga makin menentukan aliran tamu. Tempat usaha yang tidak terhubung ke jaringan mitra digital berisiko terlewat dari rekomendasi.
Para pemimpin bisnis juga perlu memperhatikan pemanfaatan data belanja riil. Cara kerja seperti ini memangkas waktu survei minat konsumen dengan sangat tajam.
Namun, penggunaan data keuangan pelanggan menuntut transparansi keamanan yang ketat. Pelaku usaha harus memastikan izin akses nasabah dikelola dengan hati-hati.
- TechCrunch: Zest’s new AI agent finds restaurants and books reservations over text
Lihat hasil pemeriksaan (11 klaim)
| Klaim | Putusan | Dasar di sumber |
|---|---|---|
| Zest meluncurkan asisten AI concierge yang bekerja langsung lewat pesan singkat atau SMS untuk mencari restoran dan memesan meja. | Didukung | “introduced a new feature: a personal AI-powered “restaurant concierge” that lives in your text messages” TechCrunch melaporkan peluncuran asisten reservasi berbasis pesan teks oleh Zest. |
| Zest didirikan pada November 2024 dengan pendanaan tahap pre-seed sebesar 1,8 juta dolar AS dari Alexis Ohanian (776) dan Steve Jang (Kindred Ventures). | Didukung | “Originally founded in November 2024, with $1.8 million in pre-seed backing from Alexis Ohanian at 776 and Steve Jang at Kindred Ventures” TechCrunch mencantumkan waktu pendirian, nilai pendanaan, dan nama para investor. |
| Zest terhubung dengan kartu kredit pengguna via Plaid untuk membaca riwayat makan di luar rumah dan mengenali selera makan. | Didukung | “the app’s unique feature is that it links up with users’ credit cards to track where they’re actually eating out to get a sense of their tastes and interests.” TechCrunch menjelaskan integrasi data kartu kredit pengguna melalui Plaid. |
| Zest menyatakan hanya memantau data transaksi pada kategori makanan dan minuman. | Didukung | “Zest says it focuses only on those transactions in the food and drink categories when making its personalized map and lists.” TechCrunch mencatat pembatasan pemantauan hanya pada transaksi makanan dan minuman sesuai pernyataan Zest. |
| CEO Mario Gomez-Hall menyatakan agen tersebut kini menjadi produk utama yang langsung belajar dari riwayat pengguna dan teman-temannya tanpa perlu obrolan berminggu-minggu. | Didukung | ““The agent is the product now,” explains Zest founder and CEO Mario Gomez-Hall. “You text it, and it answers from your own history and your friends’. It doesn’t need weeks of conversation to learn you” TechCrunch memuat kutipan langsung dan penjelasan CEO Zest terkait cara kerja agen. |
| Zest dapat dimasukkan ke obrolan grup, memiliki fitur pemungutan suara (voting), dan memesan meja secara langsung. | Didukung | “What’s even better is that Zest can be dropped into a group chat, where it can blend everyone’s tastes to find places the whole group will love. Here, it can also settle indecision with an in-thread” TechCrunch menguraikan kemampuan agen Zest dalam grup pesan teks dan fitur pemungutan suara. |
| Zest terhubung ke layanan reservasi pihak ketiga seperti OpenTable, Resy, dan SevenRooms. | Didukung | “make the reservation for you through connected services like OpenTable, Resy, and SevenRooms.” TechCrunch menyebutkan platform mitra reservasi yang terhubung ke Zest. |
| Pengguna dapat menanyakan ketersediaan tempat, fasilitas Wi-Fi, dan meminta menu lewat pesan. | Didukung | “or whether it offers Wi-Fi, and more. Plus, you can ask Zest to send you the menu to help you make a decision.” TechCrunch merinci fitur tanya jawab seputar Wi-Fi dan permintaan menu. |
| Dalam pengujian TechCrunch, AI bekerja cukup baik memberikan saran yang cocok dengan selera, waktu, dan jumlah rombongan. | Didukung | “In TechCrunch’s tests, the AI worked fairly well, offering a list of suggestions for new places matched to our tastes that also fit particular conditions, like time of day, party size, location” TechCrunch mencantumkan hasil pengujian mandiri mereka. |
| Uji coba concierge dimulai bulan lalu, namun peluncuran ditahan sampai fitur pemesanan meja siap. | Didukung | “The company began testing the concierge last month, but decided to hold the launch until it could add the booking capabilities” TechCrunch menjelaskan linimasa pengujian dan alasan penundaan peluncuran awal. |
| Zest berencana mengembangkan layanan ke pemesanan makanan serta rekomendasi bisnis dan belanja. | Didukung | “with food ordering coming, and there are transactions there to participate in,” said Gomez-Hall.” TechCrunch memuat pernyataan rencana monetisasi dan ekspansi Zest ke depannya. |
Video AI terbaru
Coinbase on OpenAI Private Intelligence


