Perang Otak Robot Humanoid: China Kian Agresif Pacu Embodied AI
Investasi embodied AI melonjak lima kali lipat di China. Industri robotika global kini beralih dari perang harga perangkat keras ke pengembangan kecerdasan perangkat lunak.

Foto: CNN Indonesia (Dokumentasi editorial)
Poin penting
- Investasi embodied AI di China menembus US$13 miliar pada paruh pertama 2026 lewat 322 kesepakatan.
- Fokus industri beralih ke perangkat lunak agar robot dapat mempelajari tugas baru tanpa pemrograman ulang.
- Pengembang AS unggul riset komputasi, sedangkan China memanfaatkan ekosistem pabrik untuk uji data nyata.
Persaingan robot humanoid dunia kini memasuki babak baru yang menentukan. Seiring harga fisik mesin yang kian murah, margin keuntungan bisnis beralih ke perangkat lunak cerdas pengendali mesin.
Para produsen robot mulai menyadari bahwa bodi mekanik hanyalah wadah kerja. Nilai tambah tertinggi ke depan terletak pada sistem kecerdasan yang menggerakkan fisik robot tersebut.
Menurut laporan Reuters yang dikutip CNN Indonesia, industri global kini memacu pengembangan embodied AI. Istilah ini merujuk pada perangkat lunak yang memungkinkan robot memahami lingkungan fisik dan mempelajari tugas tanpa pemrograman ulang.
Para produsen robot telah menyimpulkan bahwa keuntungan tidak akan datang dari perangkat keras, tetapi dari otaknya.
Lonjakan Investasi dan Perlombaan Otak Robot
Perubahan fokus tersebut memicu arus modal ventura yang sangat masif di kawasan Asia. Riset ITjuzi mencatat pendanaan embodied AI di China mencapai US$13 miliar atau 93,5 miliar yuan pada paruh pertama 2026.
Nilai transaksi melalui 322 kesepakatan tersebut melonjak lima kali lipat dibanding periode yang sama tahun sebelumnya. Arus dana kini mengalir deras ke perusahaan rintisan pengembang otak mesin ketimbang perakit perangkat keras.
Valuasi sejumlah startup khusus di China seperti X Square, Galaxea, dan Spirit AI bahkan telah menyentuh angka US$3 miliar. Investor meyakini pemenang perlombaan perangkat lunak ini akan mendominasi efisiensi rantai pasok manufaktur dan logistik.
Salah satu pendiri Spirit AI, Gao Yang, mengakui bahwa otak selama ini menjadi titik terlemah dalam sistem robotika. Pengembang kini berupaya keras agar robot digerakkan oleh pemahaman situasi nyata, bukan sekadar instruksi kode kaku.
Cara Kerja dan Metode Pelatihan di Lapangan
Sistem embodied AI bekerja sangat berbeda jika dibandingkan dengan model bahasa atau chatbot teks. Robot membutuhkan ribuan contoh interaksi fisik nyata, mulai dari mengatur kekuatan genggaman tangan hingga memegang kabel lentur.
Untuk mengumpulkan data gerak tersebut, Spirit AI mempekerjakan seribu orang guna merekam aktivitas kerja harian. Di sisi lain, ACE Robotics memasang sensor tubuh pada karyawan toko dan hotel untuk merekam gerakan alami.
Unit robotika Ant Group, Robbyant, telah melatih model AI menggunakan 160.000 jam materi gerak. Data ini mencakup 50.000 jam kendali manusia pada 20 konfigurasi mesin dari 17 merek berbeda.
Di Amerika Serikat, pengembang seperti Physical Intelligence, Skild AI, dan Generalist mengandalkan keunggulan riset komputasi mutakhir. Model GEN-1.5 buatan Generalist dilaporkan mampu meniru tugas sederhana setelah melihat demonstrasi belasan detik.
Menandingi capaian itu, X Square asal China membuktikan robotnya mampu mempelajari keahlian fisik hanya lewat satu video rekaman. Pengembang China memaksimalkan akses kerja sama langsung dengan pabrik lokal untuk menyempurnakan sistem.
Uji coba skala komersial kini mulai digelar di ruang publik perkotaan. Robbyant misalnya, telah menugaskan robotnya menangani pesanan di dua apotek Shanghai, kendati verifikasi obat tetap diperiksa oleh staf manusia.
Apa Artinya bagi Pelaku Usaha
Perkembangan embodied AI membuka jalan menuju era otomasi fleksibel bagi sektor logistik, ritel, dan manufaktur. Bisnis kelak tidak perlu lagi mengeluarkan biaya pemrograman ulang yang mahal setiap kali variasi pekerjaan berganti.
Para manajer operasional perlu mulai menata dan menstandarisasi alur kerja manual di lapangan sejak dini. Model robotik cerdas membutuhkan alur proses yang konsisten agar dapat dipelajari secara visual dengan akurasi tinggi.
Pelaku usaha sebaiknya mengadopsi skema transisi bertahap dengan menempatkan tenaga kerja manusia sebagai supervisor. Meniru uji coba apotek di Shanghai, kendali manusia atas hasil kerja mesin tetap menjadi mitigasi risiko terbaik.
Pendekatan kolaboratif ini menjaga standar keselamatan kerja sekaligus mengukur efisiensi biaya secara realistis. Kesiapan tata kelola operasional hari ini akan menentukan kecepatan perusahaan mengadopsi teknologi robotik masa depan.
- CNN Indonesia: Robot Humanoid China Makin Canggih, Kini Berlomba Kembangkan Otak AI
Lihat hasil pemeriksaan (10 klaim)
| Klaim | Putusan | Dasar di sumber |
|---|---|---|
| Investasi embodied AI di China mencapai US$13 miliar (93,5 miliar yuan) melalui 322 kesepakatan pada paruh pertama 2026, melonjak lima kali lipat dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya. | Didukung | “perusahaan embodied AI di China berhasil menghimpun pendanaan sebesar 93,5 miliar yuan atau US$13 miliar melalui 322 kesepakatan investasi pada paruh pertama 2026. Angka ini meningkat lima kali lipat” Disebutkan oleh CNN Indonesia mengutip data perusahaan riset ITjuzi. |
| Fokus produsen robot beralih ke perangkat lunak cerdas karena keuntungan dinilai tidak lagi berasal dari perangkat keras, melainkan dari otaknya. | Didukung | “Para produsen robot telah menyimpulkan bahwa keuntungan tidak akan datang dari perangkat keras, tetapi dari otaknya” Dinyatakan oleh Dermot McGrath dari ZenGen Labs sebagaimana dikutip CNN Indonesia dari Reuters. |
| Startup embodied AI di China seperti X Square, Galaxea, dan Spirit AI telah mencapai valuasi sekitar US$3 miliar. | Didukung | “Sejumlah perusahaan rintisan khusus di China seperti X Square, Galaxea, dan Spirit AI kini telah mencapai valuasi sekitar US$3 miliar.” Disebutkan dalam laporan Reuters yang dirujuk oleh CNN Indonesia. |
| Salah satu pendiri Spirit AI, Gao Yang, menyatakan otak merupakan bagian terlemah dalam keseluruhan sistem robotika. | Didukung | “"Memang, otak merupakan bagian terlemah dalam keseluruhan sistem robotika," kata salah satu pendiri Spirit AI, Gao Yang.” Dikutip langsung dari pernyataan Co-Founder Spirit AI Gao Yang di CNN Indonesia. |
| Spirit AI mempekerjakan sekitar 1.000 orang untuk merekam aktivitas sehari-hari dan pekerjaan industri. | Didukung | “Gao menyebut Spirit AI telah mempekerjakan sekitar 1.000 orang untuk merekam berbagai aktivitas sehari-hari dan pekerjaan industri.” Disebutkan oleh Gao Yang dalam artikel CNN Indonesia. |
| ACE Robotics menggunakan sensor pada tubuh untuk merekam gerakan pekerjaan dan kekuatan genggaman saat bekerja di toko dan hotel. | Didukung | “ACE Robotics menggunakan sensor yang dikenakan pada tubuh untuk merekam gerakan pekerjaan dan kekuatan genggaman tangan merreka saat bekerja di toko dan hotel.” Disebutkan dalam laporan CNN Indonesia mengenai metode pengumpulan data perusahaan robotika China. |
| Unit robotika Ant Group, Robbyant, melatih model AI dengan 160.000 jam materi pelatihan, termasuk 50.000 jam gerakan robot yang diarahkan manusia pada 20 konfigurasi dari 17 merek berbeda. | Didukung | “Robbyant, mengatakan telah melatih model AI menggunakan 160.000 jam materi pelatihan. Jumlah tersebut mencakup 50.000 jam gerakan roboat yang diarahkan oleh manusia.” Dinyatakan oleh Robbyant dalam laporan CNN Indonesia. |
| Model GEN-1.5 milik Generalist mampu menyelesaikan sekitar 60 persen tugas sederhana setelah melihat demonstrasi selama 3 hingga 12 detik. | Didukung | “Generalist menyebut model GEN-1.5 miliknya mampu menyelesaikan sekitar 60 persen tugas sederhana setelah melihat demonstrasi selama 3 hingga 12 detik.” Disebutkan oleh Generalist dalam laporan CNN Indonesia. |
| X Square mempublikasikan penelitian bahwa robot dapat mempelajari keterampilan menangani benda hanya dengan melihat satu video demonstrasi manusia. | Didukung | “X Square, telah mempublikasikan penelitan yang menunjukkan bahwa robot dapat mempelajari keterampilan menangani benda hannya dengan melihat satu video demonstrasi manusia” Disebutkan dalam artikel CNN Indonesia mengutip publikasi penelitian X Square. |
| Robot Robbyant telah digunakan menangani pesanan di dua apotek Shanghai dengan verifikasi obat tetap diperiksa staf manusia. | Didukung | “Robbyant mengatakan robot buatannya telah digunakan untuk menangani pesanan di dua apotek di Shanghai. Meski demikian, staf manusia tetap memeriksa obat-obatan sebelum pesanan dikirimkan.” Dinyatakan oleh Robbyant dalam artikel CNN Indonesia. |
Video AI terbaru
Coinbase on OpenAI Private Intelligence


