Bos Weta FX: Studio Hollywood Kini Enggan Gandeng Vendor Tanpa Strategi AI
Studio besar Hollywood berbalik arah dari melarang menjadi menjauhi vendor tanpa peta jalan AI. Weta FX mengungkap dorongan efisiensi di balik perubahan sikap klien.

Foto: Variety (Dokumentasi editorial)
Poin penting
- Menurut CEO Weta FX Daniel Seah, studio Hollywood kini enggan bekerja sama dengan vendor tanpa strategi AI.
- Perubahan sikap klien didorong oleh rasa penasaran atas potensi penghematan biaya produksi lewat teknologi.
- Weta FX memanfaatkan AI untuk meningkatkan alur kerja artis visual tanpa mengurangi jumlah tenaga kerja.
Sikap studio raksasa Hollywood terhadap kecerdasan buatan generatif (GenAI) berbalik arah dalam kurun waktu singkat. Rumah produksi efek visual legendaris di balik film Avatar dan The Lord of the Rings, Weta FX, mengungkapkan dinamika baru tersebut.
Menurut CEO Weta FX Daniel Seah kepada media di Taipei, studio besar dan platform streaming kini mulai menjauhi vendor yang tidak memiliki rencana AI. Padahal, pada awal tahun lalu, departemen hukum studio sempat melarang penggunaan teknologi tersebut dalam proyek produksi.
Sekarang pesannya: 'Jika Anda tidak memiliki strategi AI, jangan repot-repot bekerja sama dengan kami.'
Dorongan Efisiensi Biaya dan Kolaborasi Global
Perubahan sikap klien bermula dari pertanyaan mengenai berapa besar biaya yang dapat dihemat lewat kecerdasan buatan. Laporan Variety menyebutkan bahwa Weta FX merespons tuntutan ini dengan menggandeng Moonshine Studio asal Taiwan untuk mempercepat riset teknologi kreatif.
Selain itu, Weta FX menandatangani kemitraan dengan Taiwan Creative Content Agency (TAICCA) guna merekrut talenta teknologi baru. Chief Technology Officer Weta FX Kimball Thurston menjelaskan bahwa perusahaannya mengembangkan model AI internal untuk mendukung proses kreatif durasi panjang.
Jika diizinkan klien, Weta FX juga memanfaatkan model video pihak ketiga seperti Kling AI dan Seedance dari ByteDance. Sesuai aturan keamanan studio, model komputasi eksternal tersebut wajib dioperasikan di luar wilayah Tiongkok.
Melalui inisiatif sumber terbuka Rongotai Model Train Club, Weta FX turut melacak metadata pelatihan AI dan mewajibkan pencatatan dataset yang digunakan. Daniel Seah menegaskan adopsi teknologi ini bertujuan mempercepat alur kerja tanpa rencana memangkas jumlah karyawan.
Apa Artinya bagi Pelaku Usaha
Perubahan sikap klien di industri film internasional memberikan pelajaran relevan bagi pemilik agensi kreatif, rumah produksi, dan studio digital di Indonesia. Klien korporasi kini mulai menuntut transparansi efisiensi dan kesiapan teknologi sebelum menandatangani kesepakatan kerja sama.
Langkah mitigasi mendasar adalah merancang peta jalan integrasi kecerdasan buatan pada alur kerja yang repetitif. Pastikan penggunaan alat otomatisasi ditujukan untuk mendongkrak produktivitas tim internal, bukan sekadar memangkas jumlah tenaga kerja secara terburu-buru.
Selain efisiensi, pelaku usaha wajib mematuhi protokol keamanan data dan asal-usul materi pelatihan model AI pihak ketiga. Dokumentasi kepatuhan teknologi yang rapi menjadi kunci menjaga kepercayaan pemberi kerja di tengah ketatnya persaingan industri.
- Variety: Hollywood Has Flipped on GenAI, Says ‘Avatar’ VFX House Weta FX Chief: ‘If You Don’t Have an AI Strategy, Don’t Bother’
Lihat hasil pemeriksaan (12 klaim)
| Klaim | Putusan | Dasar di sumber |
|---|---|---|
| Menurut CEO Weta FX Daniel Seah, studio Hollywood kini menjauhi vendor efek visual yang tidak memiliki rencana atau strategi AI. | Didukung | “Major Hollywood studios have gone from banning generative AI outright to shunning visual effects vendors that lack an AI plan, according to Daniel Seah , CEO of “The Lord of the Rings” and “ Avatar ” VFX” Variety melaporkan pernyataan Daniel Seah mengenai studio Hollywood yang mulai menjauhi vendor tanpa rencana AI. |
| Weta FX adalah rumah produksi efek visual di balik film The Lord of the Rings dan Avatar. | Didukung | “Daniel Seah , CEO of “The Lord of the Rings” and “ Avatar ” VFX house Weta FX .” Variety menyebut Weta FX sebagai rumah efek visual untuk The Lord of the Rings dan Avatar. |
| Pada awal tahun lalu, departemen hukum studio sempat melarang penuh penggunaan GenAI untuk pekerjaan mereka. | Didukung | ““We also got the memo from each of the studios, especially from their legal departments, saying that there is no such scenario that you can use any of GenAI for any of our work,”” Variety mengutip Daniel Seah terkait memo pelarangan dari departemen hukum studio pada awal tahun lalu. |
| Klien studio mulai menanyakan strategi AI Weta FX untuk mencari tahu berapa banyak biaya yang bisa dihemat. | Didukung | “Around the turn of the year, clients began asking about Weta’s AI strategy, mostly to find out how much money the technology could save.” Variety mencatat pertanyaan klien berfokus pada potensi penghematan biaya menggunakan AI. |
| Pesan dari studio sejak kuartal ketiga tahun ini adalah jika tidak punya strategi AI, jangan repot-repot bekerja sama. | Didukung | ““It’s, ‘If you don’t have an AI strategy, don’t bother to work with us,’” Seah said of the period since the third quarter of this year.” Variety mengutip langsung perkataan Daniel Seah tentang tuntutan studio sejak kuartal ketiga. |
| Weta FX bermitra dengan studio animasi dan VFX asal Taiwan, Moonshine Studio. | Didukung | “It found one in Taiwanese animation and VFX outfit Moonshine Studio, which it has worked with for around six months.” Variety menyebut Weta FX bermitra dengan Moonshine Studio dari Taiwan. |
| Weta FX menandatangani kemitraan dengan Taiwan Creative Content Agency (TAICCA). | Didukung | “Weta FX signed a partnership with the Taiwan Creative Content Agency (TAICCA) at Taiwan Creative Content Fest (TCCF).” Variety melaporkan penandatanganan kemitraan antara Weta FX dan TAICCA. |
| CTO Weta FX Kimball Thurston menyatakan perusahaannya membangun model AI sendiri dan bukan model sejenis ChatGPT. | Didukung | “Weta chief technology officer Kimball Thurston said the company has been building its own AI models for modifying and recreating the world, “not necessarily the like ChatGPT-type of model.”” Variety melaporkan penjelasan Kimball Thurston mengenai pengembangan model AI internal Weta FX. |
| Weta FX menggunakan model video eksternal seperti Kling AI dan ByteDance Seedance jika klien mengizinkan. | Didukung | “Thurston also said Weta uses outside video models such as Kling AI and ByteDance’s Seedance where clients permit it.” Variety mencatat penggunaan model eksternal seperti Kling AI dan Seedance atas izin klien. |
| Aturan keamanan mewajibkan model eksternal tersebut di-host di luar Tiongkok. | Didukung | “Security rules mean such models must be hosted outside China, he added.” Variety mengutip Thurston terkait aturan penempatan hosting model di luar Tiongkok. |
| Weta FX menjalankan proyek sumber terbuka bernama Rongotai Model Train Club yang melacak metadata dan mewajibkan pencatatan dataset pelatihan. | Didukung | “Weta started an open-source project around 18 months ago called the Rongotai Model Train Club, named after an area of Wellington. The project tracks refinement and LoRA training and writes that usage in” Variety menjelaskan proyek sumber terbuka Rongotai Model Train Club beserta kewajiban pelaporan dataset. |
| Daniel Seah menegaskan Weta FX tidak berniat menggunakan AI untuk menggantikan artis atau karyawannya, melainkan meningkatkan alur kerja. | Didukung | “Seah said Weta has no intention of using AI to replace any of its artists or employees. “It’s more like to enhance and increase more workflow for us,” he said.” Variety mengutip pernyataan Seah bahwa AI dipakai untuk alur kerja dan bukan menggantikan pekerja. |
Video AI terbaru
How Siemens Plans Production in Minutes With NVIDIA AI


