Langsung ke isi
· Kabar AI & robotika, jernih dan terverifikasiNewsletter  ·  Majalah  ·  Kelas & Layanan
Tampilan
Pengaturan tampilan
Tema

Kabar AI yang mudah dibaca.

Pilihan tersimpan di perangkat Anda.

Langganan
Terkini
Trending

Drone Jet Rakitan Mahasiswa Georgia Tech Melesat 790 Km Per Jam

Mahasiswa teknik merakit drone jet dengan kecepatan 790 km per jam. Proyek berbiaya 70.000 dolar ini disiapkan untuk memecahkan rekor kecepatan suara.

Ilustrasi: liput24

Poin penting

  • Drone Reaper buatan Tomas Salvo melesat hingga 790 km per jam sambil membawa muatan seberat 1,2 kg.
  • Proyek berbiaya 70.000 dolar ini menargetkan hadiah Boom Prize untuk menembus kecepatan suara.
  • Uji terbang prototipe Reaper M1 direncanakan berlangsung pada akhir November atau awal Desember.

Seorang mahasiswa teknik kedirgantaraan mencuri perhatian publik lewat proyek drone rakitan. Pesawat tanpa awak ini mampu melesat hingga kecepatan 790 kilometer per jam.

Kecepatan luar biasa itu setara dengan 491 mil per jam. Menurut Mashable, rekaman video penerbangan ini telah ditonton lebih dari dua juta kali di internet.

Inovator di balik proyek tersebut bernama Tomas Salvo. Pemuda ini merupakan mahasiswa dari kampus Georgia Tech.

Salvo memberi nama drone kendali jarak jauh buatannya Reaper. Pesawat eksperimental ini menggunakan tenaga mesin jet berukuran mini.

Uji coba membuktikan ketahanan mesin dalam kondisi ekstrem. Drone ini melesat kencang sambil membawa beban seberat 1,2 kilogram atau 2,6 pon.

Laporan Tom's Hardware merinci kinerja terbang drone tersebut. Reaper tercatat mempertahankan kecepatan penuhnya selama empat menit tanpa henti.

Drone ini juga mampu naik hingga ketinggian 6.500 kaki di udara. Jarak tempuh total mencapai 31 mil saat melaju pada kecepatan puncak.

Ambisi Menembus Kecepatan Suara

Tomas Salvo merancang drone Reaper bukan sekadar untuk hobi pribadi. Ia memiliki ambisi memenangi kompetisi bergengsi bernama Boom Prize.

Kompetisi tersebut digagas oleh Blake Scholl, CEO Boom Supersonic. Perlombaan ini mencari pesawat tanpa awak buatan perorangan paling cepat di dunia.

"The first amateur-built radio controlled airplane to break the sound barrier," kata Blake Scholl, CEO Boom Supersonic.

Total hadiah kompetisi itu mencapai nilai 800.000 dolar Amerika Serikat. Hadiah terbagi dalam uang tunai 750.000 dolar serta saham Boom senilai 50.000 dolar.

Tantangan teknis Salvo masih tergolong sangat besar. Drone Reaper masih harus menambah kecepatan hingga 276 mil per jam lagi.

Akselerasi tambahan itu mutlak dibutuhkan agar drone bisa menyentuh Mach 1. Salvo kini tengah merancang prototipe baru bernama Reaper M1.

Uji terbang prototipe anyar tersebut dijadwalkan dalam waktu dekat. Peluncuran ditargetkan berlangsung pada akhir November atau awal Desember.

Kebutuhan Modal dan Biaya Riset

Proyek teknologi kedirgantaraan tingkat tinggi tentu memakan biaya besar. Salvo memperkirakan total biaya seluruh proyek mencapai kisaran 70.000 dolar Amerika Serikat.

Biaya terbesar dialokasikan untuk sektor mesin dan pengujian langsung. Salvo harus mengeluarkan dana sekitar 40.000 dolar untuk pos kebutuhan tersebut.

Sistem bahan bakar serta pasokan bahan bakar menghabiskan dana 6.000 dolar. Angka ini penting guna memastikan mesin jet menyala stabil.

Salvo juga menyiapkan anggaran cadangan sebesar 20.000 dolar. Dana darurat ini disiapkan untuk mengganti suku cadang rusak atau merancang ulang komponen gagal.

Guna menutup pengeluaran riset, Salvo mencari pendanaan publik lewat situs GoFundMe. Kampanye urun dana tersebut menargetkan perolehan sebesar 50.000 dolar.

Hingga saat ini, donasi yang sudah terkumpul melampaui 16.000 dolar. Para donatur mendapatkan sejumlah keuntungan khusus sesuai besaran dana sumbangan.

Sumbangan minimal 500 dolar memberi akses ke daftar surel privat. Sementara itu, penyumbang 5.000 dolar berhak menghadiri sesi uji terbang langsung.

Apa Artinya bagi Pelaku Usaha

Eksperimen drone berkecepatan tinggi membuka peluang baru bagi industri logistik cepat. Pengiriman komponen penting atau pasokan darurat ke area terpencil semakin masuk akal.

Inovasi mesin jet mandiri membuktikan bahwa teknologi canggih semakin mudah dijangkau. Pelaku usaha dapat memanfaatkan efisiensi drone cepat guna memangkas waktu distribusi barang.

Namun tingginya alokasi biaya perbaikan menunjukkan besarnya risiko kegagalan teknis. Direksi perlu menghitung rasio penggantian suku cadang sebelum berinvestasi pada sistem nirawak kilat.

✓ Lolos pemeriksaan redaksi AI. Artikel ini ditulis AI, 10 klaimnya dicocokkan dengan sumber, dan diuji keterbacaannya sebelum terbit. Menemukan kekeliruan? Laporkan ke redaksi.
Sumber berita (1):
  1. Mashable: A college students jet-powered drone may have just broken a world record
Lihat hasil pemeriksaan (10 klaim)
Pembuka: 8/10Kejelasan: 8/10Struktur: 8/10Manfaat: 7/10Bahasa: 8/10
KlaimPutusanDasar di sumber
Tomas Salvo adalah mahasiswa teknik kedirgantaraan Georgia Tech yang merakit drone jet Reaper.Didukung“Georgia Tech aerospace engineering student Tomas Salvo rocked the internet by sharing video footage of his custom-made Reaper RC drone”
Mashable menyebutkan identitas Tomas Salvo sebagai mahasiswa teknik kedirgantaraan Georgia Tech dan pembuat drone Reaper.
Drone Reaper mampu melesat hingga kecepatan 491 mph (790 km/jam) sambil membawa muatan 1,2 kg (2,6 pon).Didukung“launching to an astonishing 491 mph (790 kmh) while carrying a payload of 2.6 pounds (1.2 kilograms).”
Mashable mencatat kecepatan puncak 491 mph (790 km/jam) dengan muatan seberat 1,2 kg.
Video penerbangan drone tersebut telah ditonton lebih dari dua juta kali di internet.Didukung“His original tweet has now been viewed more than two million times, making it one of Friday's most viral internet posts”
Mashable melaporkan bahwa cuitan orisinalnya telah dilihat lebih dari dua juta kali.
Menurut Tom's Hardware, drone mempertahankan kecepatan penuh selama empat menit, mencapai ketinggian 6.500 kaki, dan jarak tempuh 31 mil.Didukung“According to reporting from Tom's Hardware, it held that incredible speed for a full four minutes, climbing to a maximum height of 6,500 feet, with a total range of 31 miles at full speed.”
Mashable mengutip Tom's Hardware terkait catatan durasi, ketinggian terbang, dan jarak tempuh drone.
Salvo berniat mengikuti kompetisi Boom Prize yang digagas Blake Scholl, CEO Boom Supersonic, untuk pesawat kendali jarak jauh buatan amatir pertama yang menembus kecepatan suara.Didukung“Salvo wants to compete for the inaugural Boom Prize, announced by Boom Supersonic CEO Blake Scholl, for "the first amateur-built radio controlled airplane to break the sound barrier."”
Mashable mengonfirmasi rencana Salvo mengikuti kompetisi Boom Prize besutan Blake Scholl.
Total hadiah kompetisi Boom Prize sebesar 800.000 dolar AS, terdiri dari 750.000 dolar tunai dan 50.000 dolar dalam saham Boom.Didukung“The total payout of that prize currently sits at $800,000 ($750,000 in cash and $50,000 in Boom stock)”
Mashable merinci pembagian hadiah kompetisi tersebut.
Reaper membutuhkan tambahan kecepatan 276 mil per jam untuk menyentuh Mach 1 dan menembus kecepatan suara.Didukung“even at 491 mph, Reaper will need to gain an additional 276 mph in speed to reach Mach 1 and break the sound barrier.”
Mashable menuliskan kekurangan kecepatan yang harus dicapai drone untuk menembus Mach 1.
Uji terbang prototipe Reaper M1 ditargetkan pada akhir November atau awal Desember.Didukung“The next test flight of the prototype Reaper M1 is targeted for a late-November, early-December window”
Mashable memuat jadwal target uji terbang Reaper M1 berikutnya.
Estimasi total biaya proyek mencapai 70.000 dolar AS, meliputi 40.000 dolar untuk mesin dan pengujian, 6.000 dolar untuk bahan bakar/sistem bahan bakar, serta 20.000 dolar biaya cadangan.Didukung“Salvo is estimating his total costs for the project will be roughly $70,000, including $40,000 just on the engines and testing expenses; $6,000 for fuel and fuel systems; and a further $20,000 in contingency”
Mashable memaparkan rincian estimasi biaya proyek Salvo.
Laman GoFundMe menargetkan 50.000 dolar AS dan telah mengumpulkan lebih dari 16.000 dolar AS, dengan fasilitas surel privat untuk donasi 500 dolar dan hadir di uji terbang untuk donasi 5.000 dolar.Didukung“His GoFundMe page is seeking to raise $50,000, with more than $16,000 already pledged. If you contribute $500 or more, you can get yourself added to a private email list for future updates, while if you pledge $5,000 or more, you can attend a test flight in person.”
Mashable menyajikan rincian target kampanye GoFundMe dan tingkatan reward-nya.

Video AI terbaru

Coinbase on OpenAI Private Intelligence OpenAI

Baca juga