Google Berhasil Operasikan Model AI di Luar Angkasa Lewat Satelit Suncatcher
Satelit riset Google sukses menjalankan model kecerdasan buatan di orbit Bumi dan mengirimkan teks haiku kembali ke darat.

Foto: The Next Web (Dokumentasi editorial)
Poin penting
- Satelit Suncatcher milik Google sukses menjalankan model kecerdasan buatan di luar angkasa.
- Sistem ini memakai cip TPU khusus dan mengandalkan tenaga surya selama 20 menit per sesi.
- Google berencana meluncurkan dua satelit baru pada 2027 untuk uji coba lanjutan.
Google berhasil menjalankan sistem kecerdasan buatan langsung dari luar angkasa. Keberhasilan ini dibuktikan melalui satelit riset bernama Suncatcher yang sedang mengorbit Bumi.
Model kecerdasan buatan bernama Gemma 4 memproses perintah dari darat. Model ini lalu mengirimkan kembali sebuah puisi pendek berformat haiku.
Travis Beals, Senior Director di Google, mengumumkan kabar ini lewat tulisan blog resminya. Berita ini kemudian dilaporkan oleh media The Next Web.
Satelit Suncatcher meluncur ke luar angkasa pada 1 Oktober 2026. Peluncuran ini merupakan bagian dari riset komputasi awan di orbit Bumi.
Perusahaan menyebut karya puisi ini sebagai jawaban pertama dari cip AI kelas pusat data di orbit. Cip pengolah data tersebut dikenal dengan sebutan TPU.
Google mengirim instruksi saat satelit melintas di atas stasiun penerima darat. Satelit kemudian membalas pesan saat terbang di atas wilayah Svalbard, Norwegia.
Tantangan Listrik dan Suhu Ekstrem
Satelit prototipe ini membawa empat unit cip TPU. Namun, pasokan listrik satelit hanya mencapai satu kilowatt.
Keterbatasan daya membuat satelit hanya bisa menyalakan satu cip dalam satu waktu. Cip tersebut hanya bekerja selama sekitar 20 menit per sesi.
Omar Sanseviero dari Google DeepMind menyatakan sistem ini bekerja memakai simpanan tenaga surya. Pengujian awal perangkat keras ini memakan waktu sekitar tiga minggu.
Kini tim peneliti Google mulai menguji ketahanan cip terhadap panas dan radiasi luar angkasa. Radiasi kosmik bisa merusak data di dalam memori cip tanpa peringatan.
Uji coba Google di darat menunjukkan hasil positif. Radiasi dinilai tidak terlalu mengganggu proses menjalankan model AI dibanding proses melatihnya.
Rencana Jangka Panjang di Antariksa
Jika uji coba cip bertahan baik, Google berencana meluncurkan dua satelit tambahan pada 2027. Satelit baru itu akan menghasilkan daya lebih besar.
Kedua satelit baru tersebut juga akan menguji komunikasi laser antarsatelit. Rencana Google ini sangat bergantung pada roket Starship milik SpaceX yang bisa dipakai ulang sepenuhnya.
Langkah membangun pusat data di orbit tidak hanya dilakukan oleh Google. Startup bernama Starcloud juga mengumpulkan dana 250 juta dolar pada Agustus lalu.
Di sisi lain, SpaceX justru memperingatkan para investornya. SpaceX menilai pusat data di orbit Bumi mungkin saja tidak akan pernah berhasil bekerja.
Apa Artinya bagi Pelaku Usaha
Uji coba ini menunjukkan arah baru pengolahan data masa depan. Perusahaan teknologi global mulai mencari tempat alternatif di luar Bumi untuk menaruh mesin komputasi berat.
Bagi pemimpin bisnis, teknologi ini belum berdampak langsung pada operasional harian kantor Anda. Biaya peluncuran satelit masih sangat mahal dan kapasitas energinya masih sangat kecil.
Namun, keberhasilan ini memberi sinyal penting tentang keterbatasan energi di darat. Pusat data komersial saat ini menyedot listrik dan air pendingin dalam jumlah raksasa.
Pelaku usaha di Indonesia cukup memantau perkembangan riset ini dari kejauhan. Fokuskan anggaran digital pada efisiensi sistem awan yang sudah tersedia dan terbukti aman di darat.
- The Next Web: Google’s Suncatcher satellite runs AI in orbit and sends a haiku home
Lihat hasil pemeriksaan (14 klaim)
| Klaim | Putusan | Dasar di sumber |
|---|---|---|
| Satelit riset Google Suncatcher berhasil menjalankan model AI di orbit Bumi dan mengirimkan teks haiku kembali ke darat. | Didukung | “Google’s prototype data centre satellite has run an AI model in orbit and sent its answer back to Earth. The onboard Gemma 4 model wrote a haiku about being in space” Dinyatakan oleh The Next Web mengutip tulisan blog Travis Beals dari Google. |
| Model Gemma 4 memproses instruksi dan Travis Beals, Senior Director di Google, mengumumkan kabar ini melalui blog resminya. | Didukung | “The onboard Gemma 4 model wrote a haiku about being in space, Travis Beals, a senior director at Google, wrote in a blog post on Friday.” Dinyatakan oleh The Next Web. |
| Satelit Suncatcher diluncurkan pada 1 Oktober sebagai bagian dari riset komputasi AI di orbit. | Didukung | “The satellite launched on 1 October for Project Suncatcher, Google’s research effort to run AI computing in space.” Dinyatakan oleh The Next Web. |
| Google menyebut haiku tersebut sebagai respons AI pertama dari cip TPU kelas pusat data di orbit. | Didukung | “Google called the haiku the first AI response from a data centre class TPU, its own AI chip, in orbit.” Dinyatakan oleh The Next Web. |
| Google mengirim instruksi saat melintas di atas stasiun darat dan satelit membalas saat terbang di atas Svalbard, Norwegia. | Didukung | “Google sent the prompt during a pass over a ground station. The poem came back as the satellite flew over Svalbard, Norway.” Dinyatakan oleh The Next Web. |
| Satelit prototipe membawa empat unit cip TPU dan menghasilkan daya hingga 1 kilowatt. | Didukung | “The satellite holds four TPUs and generates up to 1 kilowatt of power, Tim Fernholz reported for TechCrunch .” Dinyatakan oleh The Next Web mengutip TechCrunch. |
| Keterbatasan daya membuat satelit hanya dapat menyalakan satu TPU sekaligus selama sekitar 20 menit. | Didukung | “Because of that power limit, it can run only one TPU at a time, for about 20 minutes.” Dinyatakan oleh The Next Web. |
| Pengujian awal memakan waktu sekitar tiga minggu dan Omar Sanseviero dari Google DeepMind menyebut model bekerja memakai energi surya tersimpan. | Didukung | “Testing its systems took about three weeks, and a Google spokesperson told TechCrunch the satellite was working normally. Omar Sanseviero, who works on Gemma at Google DeepMind, wrote on X that the model ran on stored solar energy.” Dinyatakan oleh The Next Web. |
| Google menguji ketahanan cip terhadap panas dan radiasi luar angkasa yang berisiko membalikkan bit memori dan merusak data. | Didukung | “Google will now test how the TPUs cope with heat and radiation in orbit. Radiation can flip bits in a chip’s memory and corrupt data without warning.” Dinyatakan oleh The Next Web. |
| Uji darat Google menunjukkan radiasi dinilai lebih berdampak pada pelatihan model dibanding saat menjalankan model. | Didukung | “Google’s tests on the ground suggested this matters less for running models than for training them, according to TechCrunch.” Dinyatakan oleh The Next Web mengutip TechCrunch. |
| Jika berhasil, Google berencana meluncurkan dua satelit terhubung pada 2027 dengan daya lebih besar dan tautan komunikasi laser. | Didukung | “If the chips hold up, Google plans to launch two linked satellites in 2027. They will make more power and test laser links between satellites, TechCrunch reported.” Dinyatakan oleh The Next Web mengutip TechCrunch. |
| Rencana Google bergantung pada keberhasilan SpaceX membuat roket Starship dapat digunakan ulang sepenuhnya. | Didukung | “Google’s plans also depend on SpaceX making its Starship rocket fully reusable, TechCrunch reported.” Dinyatakan oleh The Next Web mengutip TechCrunch. |
| Startup Starcloud mengumpulkan pendanaan 250 juta dolar AS pada Agustus untuk proyek pusat data orbit. | Didukung | “Startups also plan data centres in orbit, and Starcloud raised $250M in August.” Dinyatakan oleh The Next Web. |
| SpaceX memperingatkan investor bahwa pusat data orbit mereka mungkin tidak akan pernah berhasil bekerja. | Didukung | “SpaceX has told investors its own orbital data centres may never work.” Dinyatakan oleh The Next Web. |
Video AI terbaru
Coinbase on OpenAI Private Intelligence


