Kloning Software Berbasis AI Mulai Ancam Model Langganan Mahal
Teknologi AI kini dipakai meniru aplikasi besar seperti Photoshop. Pengembang menawarkan tiruan gratis yang memicu perdebatan hukum dan bisnis.
Ilustrasi: liput24
Poin penting
- Pengembang memakai AI Claude Opus 5.5 untuk membuat tiruan gratis aplikasi Adobe Creative Cloud.
- Aplikasi kloning Photocraft memiliki antarmuka mirip Photoshop tetapi masih memiliki sejumlah gangguan teknis.
- Alat otomatis seperti REA memudahkan siapa saja membongkar dan meniru kode sistem perangkat lunak.
Biaya langganan perangkat lunak digital bulanan kerap membebani kas perusahaan. Kini hadir tren baru yang memanfaatkan kecerdasan buatan untuk meniru aplikasi berbayar.
Seorang pengembang bernama Brandon Thomas meluncurkan proyek bernama Artcraft pada awal Oktober. Proyek ini menyediakan tiruan gratis untuk aplikasi Adobe Creative Cloud.
Langkah ini berawal dari rasa kesal Thomas terhadap biaya pembatalan langganan Adobe. Thomas membeberkan alasan tersebut lewat forum daring Hacker News.
Thomas menggunakan model AI Claude Opus 5.5 untuk merekayasa balik sistem Adobe. Dari proses itu, timnya membangun aplikasi menggunakan bahasa pemrograman Rust.
Menurut laporan Engadget, tiruan Photoshop bernama Photocraft memiliki menu yang sangat mirip aslinya. Pengguna tidak perlu belajar ulang cara memakainya.
Kelebihan dan Masalah Teknis
Aplikasi Photocraft sudah mampu memotong gambar, mengubah warna, dan mengatur lapisan dasar. Namun aplikasi ini belum memiliki fitur AI canggih milik Adobe.
Kestabilan sistem juga masih menjadi persoalan besar bagi para pengguna. Sejumlah laporan menyebut aplikasi ini sempat menghapus gambar dan menggabungkan lapisan foto secara acak.
Aplikasi tiruan ini juga belum bisa membuka berkas format asli Photoshop bernama PSD. Hal ini menjadi hambatan besar bagi pengguna lama.
"Software is over... AI lets us take back tech and set the clock back to the pre-sh***y era," kata Brandon Thomas, Pengembang Artcraft.
Alat Pembongkar Kode Makin Menjamur
Pembuatan aplikasi tiruan tidak lagi hanya dilakukan pemrogram berpengalaman. Masyarakat kini bisa menggunakan alat otomatis bernama REA atau Reverse Engineer Anything.
Hingga tanggal 20 Oktober, repositori REA mencatat 346.000 bintang dan 87.000 salinan di GitHub. Program ini menganalisis cara kerja aplikasi tanpa melihat kode sumber aslinya.
Alat pembongkar ini juga dipakai pada perangkat keras konsumen. Contohnya meliputi televisi, kulkas, alat musik, hingga bingkai foto pintar.
Dampaknya meluas hingga komunitas rekayasa balik permainan video. Situs decomp.dev bahkan memilih tutup karena kewalahan menghadapi banjir dekompilasi AI, tulis 404 Media.
Langkah kloning perangkat lunak memicu risiko sengketa hukum yang cukup serius. Ketentuan layanan Adobe melarang keras upaya rekayasa balik pada produk mereka.
Tim Artcraft mengklaim tidak menyalin kode asli Adobe sama sekali. Meski begitu, para pengamat menilai produk tiruan ini berpotensi melanggar hak cipta dan merek dagang.
Apa Artinya bagi Pelaku Usaha
Fenomena ini memberi angin segar bagi perusahaan yang ingin memangkas pengeluaran biaya langganan bulanan. Pilihan perangkat lunak gratis dengan antarmuka serupa kini mulai bermunculan.
Namun pimpinan perusahaan jangan terburu-buru memindahkan operasional tim ke aplikasi tiruan. Masalah stabilitas dan ketiadaan dukungan resmi bisa mengganggu kelancaran kerja tim kerja.
Risiko hukum terkait pelanggaran hak cipta juga patut dipertimbangkan secara matang. Penggunaan perangkat lunak tanpa kepastian legalitas bisa membawa masalah bagi nama baik perusahaan.
- Engadget: AI software clones are coming for big-name companies like Adobe
Lihat hasil pemeriksaan (15 klaim)
| Klaim | Putusan | Dasar di sumber |
|---|---|---|
| Brandon Thomas meluncurkan proyek bernama Artcraft pada awal Oktober yang menyediakan tiruan gratis untuk aplikasi Adobe Creative Cloud. | Didukung | “Software developer Brandon Thomas and his team first launched these Adobe suite clones in early October .” Engadget melaporkan peluncuran Artcraft oleh Brandon Thomas pada awal Oktober. |
| Thomas memutuskan merekayasa balik sistem Adobe karena kesal terhadap biaya pembatalan langganan Adobe dan membeberkannya di Hacker News. | Didukung | “Thomas decided to reverse engineer the Creative Cloud apps after getting "bit by [Adobe's]... dark pattern ' cancellation fee ' one too many times," he revealed on Hacker News .” Engadget mengutip pengakuan Thomas di Hacker News mengenai cancellation fee Adobe. |
| Thomas menggunakan AI Claude Opus 5.5 untuk merekayasa balik sistem Adobe dan membangun versi pure Rust. | Didukung | “To do so, he used Claude Opus 5.5 to create "clean room... pure Rust" versions of each that he claims are more performant than the original apps.” Engadget menyebut penggunaan Claude Opus 5.5 untuk membuat versi Rust. |
| Menu dan kontrol Photocraft sangat mirip dengan Photoshop sehingga pengguna tidak mengalami kurva belajar yang curam. | Didukung | “all of the menus and controls are nearly one-to-one matches for Photoshop, so I was able to use the app immediately with no steep learning curve.” Penulis Engadget menceritakan pengalamannya mencoba Photocraft. |
| Photocraft belum memiliki fitur AI dan fitur canggih lainnya. | Didukung | “Though it lacks AI and other advanced features, Photocraft can do almost everything I need, like resizing, masking and color adjustments.” Engadget mencatat ketiadaan fitur AI dan fitur lanjutan di Photocraft. |
| Photocraft sudah mampu memotong gambar dan mengatur lapisan dasar. | Tidak ada di sumber | Sumber menyebut 'resizing, masking and color adjustments' (mengubah ukuran, masking, penyesuaian warna), bukan memotong gambar (cropping) atau mengatur lapisan dasar. |
| Laporan pengguna menyebut Photocraft memiliki masalah stabilitas dan bug kritis seperti menghapus gambar serta menggabungkan layer secara acak. | Didukung | “Users have reported critical bugs in Photocraft, including the app deleting images, randomly merging layers and lacking stability.” Engadget mengutip laporan bug dari pengguna Photocraft. |
| Photocraft belum bisa membuka berkas format asli Photoshop (.PSD). | Didukung | “I also noticed that it can't open native PSD Photoshop files, which is a huge problem for existing users.” Engadget menemukan Photocraft tidak dapat membuka berkas PSD asli. |
| Brandon Thomas menyatakan: 'Software is over... AI lets us take back tech and set the clock back to the pre-sh***y era.' | Didukung | “"Software is over... AI lets us take back tech and set the clock back to the pre-sh***y era."” Engadget mengutip pernyataan langsung Brandon Thomas. |
| Repositori REA (Reverse Engineer Anything) mencatat 346.000 bintang dan 87.000 fork di GitHub per 20 Oktober. | Didukung | “An application called REA (Reverse Engineer Anything) has gone viral over the last several weeks with 87K forks and 346,000 stars as of October 20.” Engadget mencantumkan statistik GitHub untuk REA. |
| REA mampu menganalisis aplikasi tanpa kode sumber dan membangun versi untuk proyek pengguna. | Didukung | “"It can inspect the app without its source code, explain how the feature works, show the evidence, and build a version for your project,"” Engadget mengutip deskripsi GitHub REA. |
| Alat dekompilasi/pembongkar kode juga dipakai untuk firmware perangkat seperti TV, kulkas, alat musik, dan bingkai pintar. | Didukung | “firmware in consumer devices like TVs , refrigerators , musical instruments and smart frames .” Engadget mencatat pemakaian REA dan teknik serupa pada perangkat keras konsumen. |
| Situs decomp.dev mengumumkan penutupan karena dekompilasi bertenaga AI membanjiri komunitas. | Didukung | “A website called decomp.dev, dedicated to (human) reverse engineering of games, recently announced it's shutting down because AI-driven decompilation has overrun the community, as 404 Media recently reported.” Engadget mengutip kabar penutupan decomp.dev yang dilaporkan 404 Media. |
| Ketentuan layanan Adobe secara eksplisit melarang rekayasa balik terhadap perangkat lunaknya. | Didukung | “Adobe's terms of use also explicitly ban reverse engineering of its software to determine how it works.” Engadget menyatakan larangan dalam terms of use Adobe. |
| Tim Artcraft mengklaim tidak menyalin satu baris pun kode Adobe, tetapi berisiko melanggar merek dagang dan paten Photoshop. | Didukung | “Though the Artcraft team said they never used a single line of Adobe's code, they may have violated Photoshop's trademarks and patents and those of other apps.” Engadget membahas klaim tim Artcraft serta potensi pelanggaran hukum. |
Video AI terbaru
Coinbase on OpenAI Private Intelligence

