Langsung ke isi
· Kabar AI & robotika, jernih dan terverifikasiNewsletter  ·  Majalah  ·  Kelas & Layanan
Tampilan
Pengaturan tampilan
Tema

Kabar AI yang mudah dibaca.

Pilihan tersimpan di perangkat Anda.

Langganan
Terkini
Trending

Terjemahan AI Terdengar Sangat Luwes tapi Rawan Salah Makna

Kecerdasan buatan mampu menerjemahkan teks dengan cepat, namun kesalahan fatal kerap luput karena bahasanya terdengar sangat alami.

Ilustrasi komputasi dan pengujian model bahasa AI

Foto: Unsplash / Editorial (Dokumentasi editorial)

Poin penting

  • AI sering keliru menerjemahkan kata ganda, konteks waktu, dan alur teks.
  • Bahasa yang terdengar alami justru membuat pembaca lengah memeriksa akurasi.
  • Perusahaan tetap butuh editor manusia untuk dokumen bisnis penting.

Banyak kantor kini memakai kecerdasan buatan untuk menerjemahkan dokumen asing. Prosesnya memang cepat dan gratis. Namun, hasil yang terdengar luwes belum tentu akurat.

Laporan dari TechXplore mengungkap banyak kesalahan tersembunyi di balik terjemahan mesin. Penutur dua bahasa sekalipun kerap terkecoh oleh susunan kalimat yang rapi.

Kelemahan ini berakar dari sifat dasar bahasa manusia yang rumit. Selain itu, mesin AI kerap mengalami halusinasi atau mengarang informasi keliru dengan nada yakin.

Salah Makna dari Kata hingga Kalimat

Peneliti Alisa Tian membeberkan masalah ini saat mengkaji terjemahan bahasa Inggris dan Mandarin. Kesalahan pertama muncul pada tingkat kata.

Sebuah istilah lokal Australia, yaitu thongs, bermakna sandal jepit santai. Namun, sistem AI menerjemahkannya sebagai celana dalam g-string.

Kekeliruan bentuk waktu juga kerap terjadi. Bahasa Inggris memakai perubahan kata kerja untuk masa lalu, sekarang, atau masa depan.

Bahasa Mandarin tidak mengubah bentuk kata kerja seperti itu. Mesin kerap salah menebak waktu kejadian. Situasi ini bisa mengubah status suatu peristiwa.

Masalah berikutnya terjadi pada tafsir kalimat ambigu. Mesin hanya menebak kata berikutnya lewat rumus peluang. Mesin tidak benar-benar memahami fakta di dunia nyata.

Kendala Budaya dan Alur Dokumen

Keutuhan seluruh teks juga kerap terganggu. Bahasa Inggris memakai kata rujukan seperti "the" untuk mengikat pokok bahasan.

Bahasa Mandarin memilih mengulang kata yang sama. Mesin penerjemah sering salah menyambung rujukan itu. Pembaca pun bingung tentang pihak yang sedang dibicarakan.

Faktor budaya juga memainkan peran besar. Dokumen resmi di Australia biasa memakai kata sapaan akrab seperti kami dan kamu.

Sebaliknya, teks Mandarin lebih suka sudut pandang orang ketiga. Pilihan gaya itu sengaja dipakai demi menjaga jarak resmi dan wibawa.

Perubahan istilah sosial juga menjadi batu sandungan baru. Istilah untuk kelompok transgender terus berkembang menjadi lebih santun.

Data latih AI lawas berisiko memunculkan sebutan lama yang menyinggung perasaan. Terjemahan itu mungkin benar secara tata bahasa, tetapi tidak pantas secara etika sosial.

Chatbot umum bekerja lebih baik jika digabung dengan mesin terjemahan saraf khusus. Namun, fitur khusus ini jarang tersedia secara cuma-cuma.

Apa Artinya bagi Pelaku Usaha

Para direktur dan pemilik usaha perlu lebih waspada. Jangan biarkan tim kerja mengirim surat penawaran atau draf perjanjian luar negeri hanya bermodal bot percakapan.

Kekeliruan kecil pada istilah barang atau status waktu kontrak bisa merugikan transaksi dagang Anda. Negosiasi penting bisa batal hanya karena salah paham makna kata.

Jadikan kecerdasan buatan sebagai alat pembuat draf awal saja. Pemeriksaan akhir oleh staf atau penerjemah manusia tetap wajib dilakukan sebelum berkas keluar kantor.

✓ Lolos pemeriksaan redaksi AI. Artikel ini ditulis AI, 14 klaimnya dicocokkan dengan sumber, dan diuji keterbacaannya sebelum terbit. Menemukan kekeliruan? Laporkan ke redaksi.
Sumber berita (1):
  1. TechXplore: AI translation sounds convincing, but it can be riddled with hidden errors
Lihat hasil pemeriksaan (14 klaim)
Pembuka: 8/10Kejelasan: 8/10Struktur: 8/10Manfaat: 8/10Bahasa: 8/10
KlaimPutusanDasar di sumber
Terjemahan AI terdengar luwes namun rawan kesalahan makna tersembunyi.Didukung“While AI translations are very fluent, fluency doesn't equal accuracy. Even proficient bilinguals can overlook errors hidden under the surface .”
TechXplore
AI menawarkan penerjemahan cepat dan sering kali gratis.Didukung“one of the functions they offer is fast, real-time translation. Some people are even questioning the need to ever learn another language if near-instant translation is so widely available to all of us, often for free.”
TechXplore
Penutur dua bahasa sekalipun kerap mengabaikan atau luput melihat kesalahan di balik terjemahan AI.Didukung“Even proficient bilinguals can overlook errors hidden under the surface .”
TechXplore
Kesalahan terjemahan AI bersumber dari kompleksitas bahasa manusia serta halusinasi mesin.Didukung“Some of the mistakes in AI translation come from a lack of learning data, insufficient prompts or even hallucinations —confident presentation of false information, a hallmark of AI chatbots.”
TechXplore
Alisa Tian meninjau terjemahan AI antara bahasa Inggris dan Mandarin.Didukung“In my professional work reviewing real AI translations between English and Chinese, I have found some revealing examples of this problem.”
TechXplore
AI menerjemahkan istilah Australia 'thongs' sebagai celana dalam g-string, bukan sandal jepit.Didukung“AI interpreted the Australian term "thongs" as G-strings (underwear) rather than flip-flops (footwear).”
TechXplore
Bahasa Inggris menandai bentuk waktu lewat kata kerja, sedangkan bahasa Mandarin tidak mengubah kata kerja dengan cara yang sama.Didukung“English verbs clearly indicate tense through forms such as "go," "went" and "is going." Chinese verbs don't change in the same way.”
TechXplore
Saat menerjemahkan dari bahasa Mandarin ke Inggris, AI bisa salah memilih kala (tense) waktu.Didukung“When translating Chinese into English, AI can choose the wrong tense, changing whether something has happened, is happening or will happen.”
TechXplore
AI menyelesaikan ambiguitas kalimat dengan memprediksi kata berikutnya, bukan memahami konteks nyata.Didukung“AI makes a decision by predicting the next possible words.”
TechXplore
Bahasa Inggris menggunakan 'the' untuk kohesi, sedangkan bahasa Mandarin mengulang kata yang sama.Didukung“English frequently uses the definite article "the" to refer back to something previously mentioned. "The" doesn't exist in Chinese; cohesion is achieved by repeating the same word over and over”
TechXplore
AI bisa salah menghubungkan rujukan antarkalimat sehingga membingungkan pembaca.Didukung“AI can sometimes connect these references incorrectly, leaving readers confused about who or what is being discussed.”
TechXplore
Komunikasi pemerintah di Australia menggunakan 'we' dan 'you', sedangkan bahasa Mandarin lebih memilih orang ketiga demi jarak dan wibawa.Didukung“government communications in Australia often use "we" and "you" to build a closer relationship with the general public. By contrast, another language—such as Chinese—may prefer third person”
TechXplore
Istilah transgender dalam bahasa Mandarin berkembang menjadi lebih inklusif, namun data latih AI berisiko menampilkan istilah lama yang kurang pantas.Didukung“Chinese terminology referring to transgender people has evolved—more inclusive expressions are gaining recognition . AI may reproduce older or less appropriate terminology”
TechXplore
Penerjemahan chatbot lebih akurat jika digabung teknologi neural machine translation, tetapi fitur ini jarang tersedia di platform gratis biasa.Didukung“The translation provided by a chatbot will also be more accurate if it's combined with neural machine translation technology—this is AI that's dedicated to translation specifically and trained acco”
TechXplore

Video AI terbaru

The robots were told there’d be candy. 🍬🎃 NVIDIA

Baca juga