Trajectory Raih Rp710 Miliar untuk Bantu Tenaga Ahli Latih Model AI
Startup Trajectory meraih pendanaan Seri A senilai 45 juta dolar AS guna memangkas biaya pelatihan AI spesialis tanpa perlu insinyur teknis.

Foto: TechCrunch (Dokumentasi editorial)
Poin penting
- Trajectory menghimpun 45 juta dolar AS dalam Seri A yang dipimpin Sequoia dengan valuasi 300 juta dolar AS.
- Platform ini memfasilitasi tenaga nonteknis melatih model AI terbuka lewat umpan balik langsung.
- Perusahaan rintisan ini menyasar efisiensi biaya tanpa ketergantungan pada konsultan teknis mahal.
Model kecerdasan buatan terkemuka saat ini memiliki kelemahan mendasar. Sistem AI tersebut tidak dapat belajar dari kesalahan kerja harian tanpa proses pelatihan ulang yang rumit dan mahal.
Startup asal Amerika Serikat, Trajectory, menawarkan jalan keluar atas kendala tersebut. Perusahaan ini baru saja mengumumkan pendanaan Seri A senilai 45 juta dolar AS atau sekitar Rp710 miliar.
Putaran investasi tersebut dipimpin oleh Sequoia Capital dengan valuasi perusahaan mencapai 300 juta dolar AS. Investor terkemuka seperti Nvidia, Bessemer Venture Partners, dan Bain Capital Ventures turut berpartisipasi, seperti dilaporkan TechCrunch.
Otomasi Pelatihan Model AI Tanpa Konsultan Mahal
Selama ini, perusahaan yang ingin mengadaptasi AI ke ranah khusus, seperti hukum atau keuangan, harus mempekerjakan tim riset sendiri. Opsi lain adalah menyewa forward-deployed engineers atau konsultan teknis berbiaya tinggi.
Trajectory mengembangkan konsep continual learning, yaitu metode pelatihan berkesinambungan yang memungkinkan sistem memperbarui kemampuannya secara berkala berdasarkan umpan balik pengguna langsung di lapangan.
Model dasar AI ibarat lulusan PhD pintar yang selalu memulai pekerjaan baru. Namun, yang dihargai pasar kerja adalah profesional berpengalaman tiga puluh tahun.
Pernyataan tersebut disampaikan salah satu pendiri Trajectory, Ronak Malde. Lewat platform ini, tenaga profesional nonteknis seperti dokter dan pengacara cukup menentukan standar kualitas kerja yang diinginkan perusahaan.
Platform ini lantas mengolah masukan tersebut untuk melatih model AI terbuka secara semi-otomatis. Pengguna awal seperti Harvey dan Rogo telah memanfaatkan sistem ini untuk menyempurnakan analisis kontrak dan valuasi keuangan.
Pendekatan Manusiawi yang Mengutamakan Keamanan
Pendiri lainnya, Michael Elabd, menegaskan pentingnya keterlibatan manusia dalam proses pembelajaran mesin. Menurutnya, pembaruan otomatis tanpa pengawasan berisiko menghasilkan keluaran kerja yang membahayakan bisnis.
Trajectory kini membuka platformnya untuk publik. Langkah ini menempatkannya bersaing langsung dengan pemain lain seperti Thinking Machines Lab besutan Mira Murati, Applied Compute, dan Prime Intellect.
Apa Artinya bagi Pelaku Usaha
Bagi pimpinan bisnis dan manajer operasional di industri khusus, kehadiran platform post-training ini membuka peluang efisiensi anggaran TI. Ketergantungan perusahaan terhadap jasa konsultan pengembang piranti lunak luar dapat dikurangi drastis.
Langkah antisipasi yang perlu disiapkan adalah memberdayakan tenaga ahli internal sebagai penilai hasil kerja AI. Pelaku usaha sebaiknya mulai menyusun pedoman evaluasi yang jelas dan terstandarisasi untuk setiap alur kerja spesifik.
Rekomendasi terbaik bagi perusahaan adalah mengevaluasi kesiapan model AI terbuka untuk tugas berulang bernilai tinggi. Keterlibatan manusia tetap krusial guna memastikan akurasi data serta menjaga integritas operasional bisnis.
- TechCrunch: Trajectory raises $45M to make AI model training accessible to nontechnical experts
Lihat hasil pemeriksaan (10 klaim)
| Klaim | Putusan | Dasar di sumber |
|---|---|---|
| Trajectory menghimpun pendanaan Seri A senilai 45 juta dolar AS dengan valuasi 300 juta dolar AS yang dipimpin oleh Sequoia Capital. | Didukung | “The 18-person company just announced that it raised $45 million in a Series A round at a $300 million valuation, led by Sequoia” TechCrunch melaporkan rincian putaran pendanaan Seri A Trajectory dipimpin oleh Sequoia dengan valuasi $300 juta. |
| Nvidia, Bessemer Venture Partners, dan Bain Capital Ventures turut berpartisipasi dalam putaran pendanaan Trajectory. | Didukung | “with participation from Nvidia, Bessemer Venture Partners, and Bain Capital Ventures.” TechCrunch mencatat ketiga investor tersebut berpartisipasi dalam putaran Seri A. |
| Model AI saat ini memiliki kelemahan mendasar yaitu tidak dapat belajar dari kesalahan tanpa pelatihan lebih lanjut. | Didukung | “current AI models share a critical limitation: They don’t learn from their mistakes without further training.” TechCrunch menyebutkan keterbatasan kritis model AI saat ini. |
| Adaptasi model AI ke ranah khusus biasanya memerlukan tim riset internal atau konsultan mahal seperti forward-deployed engineers (FDEs). | Didukung | “However, that often requires hiring internal research teams or relying on expensive consultants, commonly known as forward-deployed engineers (FDEs).” TechCrunch menjelaskan kebutuhan tim riset atau FDE untuk fine-tuning model AI spesialis. |
| Platform Trajectory menggunakan metode continual learning untuk melatih ulang model AI berdasarkan umpan balik kinerja. | Didukung | “Trajectory then uses that information to retrain the model, helping it improve at specialized tasks over time.” TechCrunch menguraikan mekanisme pelatihan ulang berbasis umpan balik pengguna pada platform Trajectory. |
| Ronak Malde mengibaratkan model dasar seperti mahasiswa PhD cerdas yang selalu memulai pekerjaan baru, sementara ekonomi menghargai pengalaman 30 tahun. | Didukung | “Trajectory co-founder Ronak Malde compared foundational models to a very smart PhD student who’s always starting a new job. “But what the economy values is someone who worked on the job for 30 years,”” TechCrunch memuat kutipan perbandingan tersebut langsung dari Ronak Malde. |
| Tenaga spesialis seperti pengacara dan dokter dapat meningkatkan performa model secara mandiri dan hampir otomatis. | Didukung | “With Trajectory, lawyers, doctors, and other specialists can improve the models near automatically themselves, Malde said.” TechCrunch mengutip penjelasan Ronak Malde mengenai kemampuan tenaga ahli nonteknis. |
| Harvey dan Rogo telah menggunakan platform Trajectory untuk melatih model sumber terbuka dalam tugas analisis kontrak hukum dan valuasi perusahaan. | Didukung | “Companies like Harvey and Rogo are already using Trajectory’s platform to post-train open source models, helping them perform more like experienced lawyers or financial analysts” TechCrunch melaporkan adopsi awal oleh Harvey dan Rogo untuk analisis kontrak dan valuasi. |
| Michael Elabd menyatakan bahwa melibatkan manusia dalam proses pelatihan membuat pendekatan Trajectory lebih aman dibanding perbaikan mandiri otonom yang bisa membahayakan. | Didukung | “co-founder Michael Elabd argues that keeping humans involved in the training process makes Trajectory’s approach safer, since autonomous self-improvement could lead to unintended or even dangerous” TechCrunch mengutip argumen Michael Elabd mengenai faktor keamanan dari pelibatan manusia (human-in-the-loop). |
| Trajectory membuka platform pascapelatihannya untuk publik dan bersaing dengan Thinking Machines Lab (besutan Mira Murati), Applied Compute, dan Prime Intellect. | Didukung | “The startup is now making its post-training platform publicly available. The people using Trajectory decide” TechCrunch melaporkan ketersediaan publik platform serta para pesaing langsungnya. |
Video AI terbaru
Coinbase on OpenAI Private Intelligence


