Bos Teknologi Ramai Ganti Istilah AI Menjadi SI Menurut Laporan Media
Microsoft, Meta, dan Tesla dilaporkan mulai memakai istilah Super Intelligence di berkas resmi menyusul dorongan dari Donald Trump.
Ilustrasi: liput24
Poin penting
- Donald Trump dilaporkan mendorong perubahan sebutan AI menjadi Super Intelligence atau SI.
- Raksasa teknologi seperti Microsoft, SpaceX, Tesla, Meta, dan IBM mulai memakai istilah SI di berkas resmi.
- CEO OpenAI Sam Altman menilai istilah baru itu lebih tepat tetapi ragu publik mau mengikutinya.
Sejumlah pemimpin teknologi di Amerika Serikat dilaporkan mulai mengganti sebutan artificial intelligence atau AI. Mereka beralih memakai istilah Super Intelligence atau SI.
Fenomena perubahan istilah ini disorot dalam laporan media Futurism. Laporan itu mengulas kepatuhan para petinggi korporasi terhadap wacana baru di panggung politik.
Perubahan sebutan bermula dari seruan Donald Trump. Trump dilaporkan ingin masyarakat dan instansi pemerintah menanggalkan kata AI demi istilah baru.
Sorotan atas Dorongan Istilah Baru
Menurut Futurism, Trump awalnya menggelar jajak pendapat di Truth Social. Lewat media sosial miliknya, dia meminta pendukungnya memilih nama baru untuk AI.
Trump kemudian membawa istilah Super Intelligence ke forum Sidang Majelis Umum PBB. Dia menyatakan seluruh dokumen pemerintah Amerika Serikat akan memakai sebutan SI.
Langkah tersebut diperkuat melalui perintah eksekutif resmi. Trump bahkan menegaskan rencana larangan pemakaian kata AI pada dokumen negara dan sektor publik.
Pilihan Sikap Para Raksasa Teknologi
Futurism mengutip analisis CNBC pada musim laporan keuangan korporasi. Sejumlah raksasa teknologi kedapatan mulai mencantumkan istilah SI dalam laporan resmi mereka.
Daftar perusahaan tersebut mencakup Microsoft, SpaceX, Meta, Tesla, dan IBM. Salah satu berkas resmi SpaceX bahkan menyebut singkatan SI sebanyak 85 kali.
Microsoft juga menyambut sebutan baru ini dalam surat laporan tahunan perusahaan. Pimpinan Microsoft menyinggung datangnya era Super Intelligence bagi dunia industri.
"Bagi Microsoft, pertanyaan utama saat kita memasuki era Super Intelligence ini bukan hanya seberapa besar peluangnya, melainkan bagaimana kita memberikan hasil nyata yang dibutuhkan dan layak didapatkan oleh setiap negara, komunitas, serta perusahaan," kata Satya Nadella, CEO Microsoft.
Elon Musk menjadi sosok yang sangat vokal mendukung sebutan anyar ini. Pimpinan SpaceX dan Tesla itu rutin memakai istilah SI dalam komunikasi publik.
Musk bahkan mengubah nama unit bisnis miliknya dari SpaceXAI menjadi SpaceXSI. Di media sosial, Musk sempat berkelakar menyebut dirinya mengalami kondisi psikosis SI.
Tanggapan berbeda datang dari Sam Altman selaku CEO OpenAI. Altman terdengar skeptis terhadap manfaat pergantian nama tersebut bagi khalayak ramai.
Altman mengakui Super Intelligence merupakan istilah yang lebih akurat dibandingkan AI. Kendati begitu, dia menolak rencana pergantian nama OpenAI menjadi OpenSI.
Altman mengaku sangsi masyarakat global akan benar-benar beralih menyebut istilah tersebut. Dia membagikan pandangannya saat diwawancarai oleh Politico.
"Saya rasa orang-orang akan tetap menyebutnya AI," kata Sam Altman, CEO OpenAI.
Perdebatan istilah ini kini terus meluas di kalangan praktisi industri. Banyak pelaku pasar mengamati seberapa jauh pergantian sebutan ini akan bertahan.
Apa Artinya bagi Pelaku Usaha
Perubahan nama ini memberi pelajaran berharga bagi para direktur dan pemilik modal. Korporasi teknologi raksasa kerap cepat menyesuaikan bahasa demi menjaga hubungan baik dengan kekuasaan.
Bagi pimpinan bisnis di Indonesia, istilah SI mungkin akan mulai bermunculan dalam dokumen resmi. Istilah ini berpotensi masuk ke berkas tender, kontrak kerja sama, atau penawaran piranti lunak global.
Para pemimpin perusahaan sebaiknya tidak bingung dengan kemunculan label baru tersebut. Fungsi dasar perangkat lunak tidak berubah seketika hanya karena namanya berganti.
Langkah paling bijak adalah tetap mengukur manfaat nyata dari sistem otomatisasi yang dibeli. Jangan sampai keputusan investasi bisnis terpengaruh oleh sekadar pergantian merek politik.
- Futurism: Tech Leaders Kiss the Ring and Refuse to Call It “AI” After Trump Told Them Not to
Lihat hasil pemeriksaan (12 klaim)
| Klaim | Putusan | Dasar di sumber |
|---|---|---|
| Donald Trump mendorong perubahan sebutan kecerdasan buatan dari AI menjadi Super Intelligence atau SI. | Didukung | “After president Donald Trump decreed that artificial intelligence should now be referred to as “Super Intelligence” (caps included)” Dinyatakan dalam artikel Futurism. |
| Analisis CNBC menemukan Microsoft, SpaceX, Meta, Tesla, dan IBM menggunakan istilah Super Intelligence atau SI dalam dokumen resmi dan komunikasi pada musim laporan keuangan. | Didukung | “An analysis by CNBC found that Microsoft, SpaceX, Meta, Tesla, and IBM all used the term “Super Intelligence” or “SI” in official documents and communications this earnings season.” Dinyatakan dalam artikel Futurism mengutip analisis CNBC. |
| Salah satu berkas resmi SpaceX menyebut istilah SI sebanyak 85 kali. | Didukung | “One SpaceX filing referred to SI 85 times.” Dinyatakan dalam artikel Futurism. |
| Microsoft menyambut era Super Intelligence dalam surat laporan tahunan perusahaan. | Didukung | “Microsoft, in an annual report letter, even heralded the arrival of a “Super Intelligence era.”” Dinyatakan dalam artikel Futurism. |
| Satya Nadella menyatakan bagi Microsoft, pertanyaan utama saat memasuki era Super Intelligence adalah bagaimana memberikan hasil nyata yang dibutuhkan setiap negara, komunitas, dan perusahaan. | Didukung | ““For Microsoft, the central question as we enter this Super Intelligence era is not just how big the opportunity becomes, but how we deliver the real-world outcomes that every country, community,” Kutipan Satya Nadella dalam artikel Futurism. |
| Trump meluncurkan jajak pendapat di Truth Social meminta pendukungnya memilih nama baru untuk AI. | Didukung | “Last month, he launched a poll on his website Truth Social asking his supporters to choose a better name for AI.” Dinyatakan dalam artikel Futurism. |
| Trump menyampaikan di Sidang Majelis Umum PBB bahwa dokumen pemerintah AS akan mengganti istilah AI dengan SI dan meresmikannya lewat perintah eksekutif. | Didukung | “Days later, he told the UN General Assembly that all US government documents will ditch the term AI in favor of SI, and made the decree official with an executive order .” Dinyatakan dalam artikel Futurism. |
| Trump menyatakan akan secara resmi melarang istilah AI dalam dokumen pemerintah dan hal-hal lainnya. | Didukung | “This week, he escalated proceedings by saying he would be “officially BANNING” the term AI in government documents and “everything else.”” Dinyatakan dalam artikel Futurism. |
| Elon Musk menggunakan istilah SI dalam penampilan dan unggahan publik, serta mengubah nama SpaceXAI menjadi SpaceXSI. | Didukung | “He has insisted on using the term SI in all his public appearances and posts (with occasional slip-ups), and rebranded his AI company SpaceXAI as SpaceXSI.” Dinyatakan dalam artikel Futurism. |
| Elon Musk mengakui dirinya memiliki kondisi psikosis SI. | Didukung | “Recently, Musk even admitted that he has “SI psychosis.”” Dinyatakan dalam artikel Futurism. |
| CEO OpenAI Sam Altman menyebut Super Intelligence istilah yang lebih akurat daripada artificial intelligence, tetapi menolak mengubah nama OpenAI menjadi OpenSI. | Didukung | “OpenAI CEO Sam Altman, meanwhile, called Super Intelligence a “more accurate” term than artificial intelligence, but shot down the idea of rebranding OpenAI as OpenSI.” Dinyatakan dalam artikel Futurism. |
| Sam Altman meyakini bahwa orang-orang akan tetap menyebutnya sebagai AI. | Didukung | ““I think people are going to keep calling it AI,” he told Politico .” Dinyatakan dalam artikel Futurism mengutip wawancara Politico. |
Video AI terbaru
TamaGPT


