Langsung ke isi
· Kabar AI & robotika, jernih dan terverifikasiNewsletter  ·  Majalah  ·  Kelas & Layanan
Tampilan
Pengaturan tampilan
Tema

Kabar AI yang mudah dibaca.

Pilihan tersimpan di perangkat Anda.

Langganan
Terkini
Trending

FlexiQuad: Riset Drone Fleksibel Tahan Benturan Berbiaya Murah

Peneliti ETH Zurich menciptakan FlexiQuad, drone berbingkai lentur yang tahan benturan hingga 25 km/jam dengan biaya material rangka di bawah 15 franc Swiss.

Foto liputan TechXplore untuk berita: FlexiQuad: Riset Drone Fleksibel Tahan Benturan Berbiaya Murah.

Foto: TechXplore (Dokumentasi editorial)

Video dari sumber berita. Buka video

Poin penting

  • Rangka cincin tanpa bodi tengah meredam energi tabrakan hingga kecepatan 25 km/jam tanpa jatuh.
  • Tetap lincah dan cepat dengan laju terbang hingga 80 km/jam serta mampu mengangkat muatan berat.
  • Biaya material rangka sangat ekonomis, yakni kurang dari 15 franc Swiss atau sekitar Rp270 ribuan.

Kerapuhan drone konvensional saat membentur rintangan kerap menjadi kendala operasional dalam inspeksi dan logistik industri. Tabrakan kecil dengan dinding atau rintangan lain sering kali langsung mendestabilisasi perangkat, memicu kerusakan struktur, dan menghentikan misi penerbangan.

Menjawab tantangan tersebut, tim peneliti dari ETH Zurich mengembangkan FlexiQuad, prototipe drone berbingkai lentur yang tahan benturan tanpa mengorbankan kecepatan maupun kelincahan. Laporan TechXplore mengungkapkan inovasi ini telah didaftarkan patennya dan masuk nominasi penghargaan Spark Award.

Struktur Cincin Lentur Terinspirasi Gerak Sayap Serangga

FlexiQuad dikembangkan oleh Luca Girardi dan Stefano Mintchev di Environmental Robotics Lab ETH Zurich. Berbeda dari drone kaku konvensional yang mengandalkan empat lengan dari bodi pusat yang keras, perangkat ini menggunakan rangka cincin lunak tanpa bodi pusat.

Baterai, motor rotor, dan modul kendali disebar merata di sepanjang bingkai lingkarannya. Desain ini terinspirasi dari elastisitas sayap burung dan serangga yang lentur secara lateral untuk meredam benturan, namun tetap kaku secara vertikal demi menjaga gaya angkat terbang.

"Drone kami sangat lincah dan dapat terbang hingga kecepatan 80 km/jam. Rangka lembut tidak berarti lambat," ungkap Luca Girardi.

Dalam uji laboratorium, FlexiQuad sanggup menabrak rintangan pada kecepatan sekitar 25 km/jam lalu langsung melanjutkan penerbangan. Rangka fleksibelnya berdeformasi sesaat untuk menyerap sebagian energi benturan, sehingga mengurangi gaya tumbukan yang membebani drone.

Navigasi AI Mandiri dan Efisiensi Manufaktur

Kelenturan bingkai sempat memicu kendala osilasi yang mengaburkan citra kamera navigasi. Mengatasinya, peneliti menerapkan reinforcement learning, metode pelatihan kecerdasan buatan berbasis umpan balik dinamis agar drone mampu menstabilkan diri lewat sensor gerak internal pasca-benturan.

Material rangka FlexiQuad juga sangat terjangkau, menghabiskan biaya kurang dari 15 franc Swiss. Elemen rangka datarnya dapat dilipat dan disimpan ringkas di koper biasa, serta diproyeksikan dapat dirakit cepat langsung di lokasi misi pada masa depan.

Dalam pengujian, prototipe ini juga berhasil mencengkeram serta membawa kotak pertolongan pertama darurat, bahkan sanggup mengangkat muatan yang lebih berat daripada bobot unit drone itu sendiri.

Apa Artinya bagi Pelaku Usaha

Inovasi ini membuka peluang efisiensi bagi sektor maritim, konstruksi, kehutanan, dan logistik pergudangan yang rutin melakukan inspeksi di lingkungan padat rintangan. Risiko kegagalan tugas dan kerusakan armada saat memeriksa tangki kapal atau celah bangunan dapat ditekan signifikan.

Rendahnya biaya material rangka juga membuka peluang penurunan belanja modal pengadaan drone komersial di masa depan. Pelaku usaha kelak tidak harus mengandalkan drone berpelindung sangkar kaku yang menambah beban bobot dan memboroskan daya baterai.

Bagi pelaku bisnis di Indonesia, riset ini patut dijadikan referensi dalam menyusun peta jalan otomasi fasilitas kerja. Mulailah memetakan zona inspeksi berisiko benturan tinggi yang nantinya paling siap memanfaatkan teknologi drone fleksibel modular saat komersialisasi tiba.

✓ Lolos pemeriksaan redaksi AI. Artikel ini ditulis AI, 10 klaimnya dicocokkan dengan sumber, dan diuji keterbacaannya sebelum terbit. Menemukan kekeliruan? Laporkan ke redaksi.
Sumber berita (1):
  1. TechXplore: New flexible drone can withstand collisions without sacrificing speed or agility
Lihat hasil pemeriksaan (10 klaim)
Pembuka: 8/10Kejelasan: 8.5/10Struktur: 8.5/10Manfaat: 8/10Bahasa: 8.5/10
KlaimPutusanDasar di sumber
Peneliti ETH Zurich mengembangkan FlexiQuad, drone berbingkai lentur yang tahan benturan hingga 25 km/jam dengan biaya material rangka di bawah 15 franc Swiss.Didukung“Researchers at ETH Zurich hope to solve this problem with a new structural design. Their FlexiQuad drone features a soft, ring-shaped frame without a central body.”
TechXplore melaporkan pengembangan FlexiQuad oleh peneliti ETH Zurich, termasuk hasil uji tabrakan 25 km/jam dan biaya material di bawah 15 franc Swiss.
Inovasi FlexiQuad telah didaftarkan patennya dan masuk nominasi Spark Award.Didukung“The pair has filed a patent application for FlexiQuad, and the invention has been nominated for this year's Spark Award.”
TechXplore mencatat bahwa para peneliti telah mengajukan permohonan paten dan masuk nominasi Spark Award tahun ini.
FlexiQuad dikembangkan oleh Luca Girardi dan Stefano Mintchev di Environmental Robotics Lab ETH Zurich.Didukung“FlexiQuad was developed by Luca Girardi and Stefano Mintchev, then a professor at ETH Zurich, at the Environmental Robotics Lab.”
TechXplore menyebutkan kedua pengembang dan laboratorium tempat drone tersebut dikembangkan.
FlexiQuad menggunakan rangka cincin lunak tanpa bodi tengah, dengan baterai, rotor, dan modul kendali terdistribusi merata di sepanjang bingkai.Didukung“Their FlexiQuad drone features a soft, ring-shaped frame without a central body. The rotors, batteries and control module are evenly distributed along the frame.”
TechXplore mendeskripsikan struktur rangka FlexiQuad secara mendetail.
Desain rangka terinspirasi dari sayap burung dan serangga, lentur secara lateral tetapi kaku secara vertikal.Didukung“designed a frame that flexes laterally, where deformation is desired. Vertically, the frame is stiffer, allowing the rotors to transmit the forces needed for flight.”
TechXplore menjelaskan inspirasi biologis dan karakteristik kelenturan rangka.
Luca Girardi menyatakan FlexiQuad sangat lincah dan dapat terbang hingga kecepatan 80 km/jam.Didukung“"Our drone is very agile and can fly at speeds of up to 80 km/h (50 miles per hour). It reaches linear and angular accelerations comparable to those of rigid drones.”
TechXplore mengutip pernyataan Girardi mengenai kecepatan dan kelincahan drone.
Dalam uji laboratorium, FlexiQuad menabrak rintangan pada kecepatan sekitar 25 km/jam lalu melanjutkan penerbangan berkat deformasi rangka yang menyerap energi benturan.Didukung“In collision tests, the researchers flew FlexiQuad into obstacles at speeds of up to around 25 km/h (16 miles per hour). The flexible frame briefly deforms on impact, reducing the forces acting on the drone and allowing it to continue flying.”
TechXplore merinci hasil uji tabrakan FlexiQuad.
Peneliti menggunakan reinforcement learning agar drone menstabilkan diri pasca-benturan lewat sensor gerak internal untuk mengatasi osilasi rangka yang mengaburkan kamera.Didukung“using reinforcement learning, they taught FlexiQuad to first stabilize itself after an impact using its onboard motion sensors and then return to autonomous flight.”
TechXplore menerangkan penerapan reinforcement learning untuk stabilisasi drone setelah benturan.
Biaya material rangka FlexiQuad kurang dari 15 franc Swiss dan elemen rangka datarnya dapat dilipat serta disimpan di koper biasa.Didukung“The airframe materials cost less than 15 Swiss francs, with ample margin for further reductions. When you open the ring, the flat frame elements can be compactly stowed.”
TechXplore mencantumkan biaya material rangka di bawah 15 franc Swiss serta kemudahan penyimpanannya.
FlexiQuad telah berhasil mencengkeram dan membawa kotak P3K serta mengangkat muatan yang lebih berat dari bobot drone itu sendiri.Didukung“In tests, FlexiQuad has already grasped, carried and set down a soft first-aid kit, and lifted a payload heavier than the drone itself.”
TechXplore mencatat uji coba pengangkutan muatan oleh FlexiQuad.

Video AI terbaru

TamaGPT OpenAI

Baca juga