Dropbox Berencana Akuisisi Tigris Data US$350 Juta dan Rilis DBX Agent Cloud
Dropbox bersiap berekspansi ke infrastruktur agen AI lewat rencana akuisisi Tigris Data senilai US$350 juta serta integrasi langsung ke model ChatGPT dan Claude.

Foto: The Next Web (Dokumentasi editorial)
Poin penting
- Dropbox berencana membeli startup penyimpanan data AI Tigris Data senilai US$350 juta.
- Layanan DBX Agent Cloud dirilis untuk mendukung komputasi agen AI lintas platform komputasi awan.
- Fitur otomatisasi dokumen baru sudah diuji coba oleh 70.000 tim sebelum ekspansi global pada 2027.
Dropbox berencana mengakuisisi penyedia penyimpanan komputasi awan Tigris Data senilai US$350 juta (sekitar Rp5,5 triliun). Langkah korporasi ini diumumkan bersamaan dengan peluncuran layanan DBX Agent Cloud guna menopang infrastruktur agen kecerdasan buatan.
Menurut laporan The Next Web, langkah strategis ini membawa Dropbox bertransformasi melampaui bisnis penyimpanan berkas tradisional. Perusahaan yang kini memiliki lebih dari 700 juta pengguna terdaftar di 180 negara tersebut belum mengungkap tanggal pasti penutupan akuisisi Tigris Data.
"Nilai AI bergantung pada konten dan konteks data yang dapat diolahnya," ujar Co-CEO Dropbox Ashraf Alkarmi.
Tigris Data sendiri didirikan oleh mantan insinyur Uber untuk mempermudah akses data lintas penyedia komputasi awan. CEO Tigris Data Ovais Tariq menyebut penggabungan rekam jejak Dropbox selama dua dekade dengan kedekatan komunitas pengembang akan mempermudah penanganan beban kerja AI berskala besar.
Infrastruktur Multi-Cloud dan Fitur Agen AI Baru
DBX Agent Cloud hadir dengan penyimpanan objek mandiri yang kompatibel dengan ekosistem Amazon S3. Melalui platform ini, pengembang dapat menempatkan data pelatihan dan berkas model AI secara portabel tanpa terkunci pada satu vendor tunggal.
Dropbox selanjutnya akan melengkapi DBX Agent Cloud dengan sistem berkas khusus dan kemampuan pemrosesan konten. Fitur tersebut dirancang untuk mengonversi dokumen, gambar, audio, serta video ke format siap pakai bagi agen AI, sekaligus menyediakan ruang simpan permanen antartugas.
Pada platform utamanya, pengguna kini bisa memerintahkan tugas menggunakan bahasa alami sehari-hari. Sistem secara otomatis mampu merangkum folder, membandingkan versi berkas, mengedit PDF, mentranskripsi rekaman suara, hingga merapikan struktur file dalam satu kali permintaan kerja.
Seluruh tindakan otomatisasi ini tetap tunduk pada izin berbagi berkas yang berlaku dan dilengkapi riwayat perubahan untuk membatalkan perintah. Selain itu, pengguna dapat menghubungkan dokumen kerja langsung ke model eksternal seperti ChatGPT, Claude, dan Muse tanpa perlu mengunggah ulang berkas.
Layanan anyar tersebut telah mulai diuji coba oleh lebih dari 70.000 tim di Amerika Serikat, Inggris, serta Australia. Dropbox menargetkan ekspansi ketersediaan fitur ini secara global pada 2027 mendatang.
Apa Artinya bagi Pelaku Usaha
Langkah Dropbox menegaskan bahwa efisiensi kerja kantor masa depan akan sangat bergantung pada kesiapan repositori data perusahaan. Dokumen operasional tidak lagi sekadar disimpan secara pasif di dalam folder, tetapi harus dapat diakses langsung oleh agen AI untuk mengeksekusi tugas administratif berulang.
Bagi pemilik usaha dan manajer di Indonesia, integrasi berkas langsung ke berbagai model AI tanpa unggah ulang dapat memangkas waktu kerja tim secara signifikan. Kendati demikian, manajemen wajib memperketat tata kelola izin akses berkas internal agar data sensitif perusahaan tidak sembarangan diproses oleh sistem otomatis.
Sebagai langkah antisipasi sebelum fitur ini hadir luas pada 2027, mulailah merapikan standardisasi format data dan hierarki dokumen kerja perusahaan. Mengadopsi arsitektur data yang fleksibel lintas platform sejak dini juga akan mencegah ketergantungan pada satu vendor cloud sekaligus menekan biaya operasional di masa mendatang.
- The Next Web: Dropbox to buy Tigris Data for $350M and launch DBX Agent Cloud
Lihat hasil pemeriksaan (13 klaim)
| Klaim | Putusan | Dasar di sumber |
|---|---|---|
| Dropbox berencana mengakuisisi startup Tigris Data senilai US$350 juta dan merilis layanan DBX Agent Cloud. | Didukung | “Dropbox plans to acquire Tigris Data, a startup that provides cloud storage for AI workloads, for $350M. The company announced the deal alongside the launch of a new service” Disebutkan pada paragraf pembuka The Next Web. |
| DBX Agent Cloud dirancang untuk menyediakan infrastruktur beban kerja AI lintas platform komputasi awan. | Didukung | “Called DBX Agent Cloud , the service is designed to provide infrastructure for AI workloads across multiple clouds.” Disebutkan oleh The Next Web. |
| DBX Agent Cloud diluncurkan dengan penyimpanan objek mandiri yang kompatibel dengan Amazon S3. | Didukung | “It launches with standalone object storage compatible with tools built for Amazon S3, Amazon’s cloud storage service.” Disebutkan oleh The Next Web. |
| Langkah ini diambil enam bulan setelah Ashraf Alkarmi menjabat sebagai co-CEO Dropbox. | Didukung | “It comes six months after Ashraf Alkarmi became co-CEO .” Disebutkan oleh The Next Web. |
| Ashraf Alkarmi menyatakan bahwa nilai AI bergantung pada konten dan konteks data yang dapat diolahnya. | Didukung | ““The value of AI depends on the content and context it can work with,” Alkarmi said.” Dikutip langsung dalam artikel The Next Web. |
| Tigris Data didirikan oleh mantan insinyur Uber. | Didukung | “Tigris was founded by former Uber engineers.” Disebutkan oleh The Next Web. |
| CEO Tigris Data Ovais Tariq menyatakan penggabungan pengalaman Dropbox dan relasi pengembang akan membantu mendukung beban kerja lebih besar. | Didukung | ““Combining that experience with our product and close relationships with developers would help us support larger workloads,” said Ovais Tariq, Tigris co-founder and chief executive.” Dikutip dalam artikel The Next Web. |
| Dropbox berencana menambahkan kemampuan pemrosesan konten dan sistem berkas ke DBX Agent Cloud berikutnya. | Didukung | “Dropbox plans to add content processing and filesystem capabilities to DBX Agent Cloud next.” Disebutkan oleh The Next Web. |
| Pengguna dapat mendeskripsikan tugas dalam bahasa alami dan Dropbox akan merangkum folder, membandingkan versi dokumen, mengedit PDF/gambar, serta mentranskripsikan rekaman. | Didukung | “Users can now describe a task in natural language, and Dropbox will find the relevant files, suggest a plan, and carry out supported actions once they approve it.” Disebutkan oleh The Next Web. |
| Tindakan otomatisasi tetap tunduk pada izin berbagi berkas dan pengguna dapat membatalkan operasi. | Didukung | “Actions remain subject to existing file-sharing permissions. Dropbox also keeps a record of changes and allows users to undo supported operations.” Disebutkan oleh The Next Web. |
| Pengguna dapat bekerja dengan berkas Dropbox melalui alat eksternal seperti ChatGPT, Claude, dan Muse tanpa perlu mengunggah ulang. | Didukung | “They can also work with Dropbox files through external tools, including ChatGPT, Claude, and Muse, without uploading the files again.” Disebutkan oleh The Next Web. |
| Fitur baru telah menjangkau lebih dari 70.000 tim di AS, Inggris, dan Australia dengan dukungan bahasa Inggris, serta direncanakan ekspansi pada 2027. | Didukung | “The new features have already reached more than 70,000 teams. The initial rollout covers eligible Standard and Advanced teams in the US, UK and Australia, with support limited to English.” Disebutkan oleh The Next Web. |
| Dropbox memiliki lebih dari 700 juta pengguna terdaftar di sekitar 180 negara dan belum mengumumkan kapan akuisisi Tigris selesai. | Didukung | “The company has more than 700 million registered users across around 180 countries. It has not said when it expects the Tigris acquisition to close.” Disebutkan oleh The Next Web. |
Video AI terbaru
Local AI 301: Quantization


