Langsung ke isi
· Kabar AI & robotika, jernih dan terverifikasiNewsletter  ·  Majalah  ·  Kelas & Layanan
Tampilan
Pengaturan tampilan
Tema

Kabar AI yang mudah dibaca.

Pilihan tersimpan di perangkat Anda.

Langganan
Terkini
Trending

Hacker Berbasis AI Serang Bursa Kripto dan Fintek dengan Kecepatan Mesin

Badan siber India memperingatkan kelompok peretas CRAFTY FALCON memakai AI untuk mencuri kunci dompet dan membobol API pembayaran.

Foto liputan Cointelegraph AI untuk berita: Hacker Berbasis AI Serang Bursa Kripto dan Fintek dengan Kecepatan Mesin.

Foto: Cointelegraph AI (Dokumentasi editorial)

Poin penting

  • CERT-In mengidentifikasi kelompok hacker CRAFTY FALCON menyerang fintek dan bursa kripto memakai AI.
  • Pelaku mengeksploitasi lingkungan uji coba dan memakai API pembayaran korban dengan kecepatan mesin.
  • Pakar keamanan mendesak tim pertahanan siber mengadopsi AI canggih dan memperketat pengawasan 24 jam.

Lembaga tanggap darurat siber nasional India, CERT-In, merilis peringatan bahaya terkait eskalasi serangan siber berbasis kecerdasan buatan. Kelompok peretas yang diberi kode CRAFTY FALCON dilaporkan membidik bursa kripto dan perusahaan teknologi finansial untuk mencuri kunci dompet serta menguras dana korban.

Menurut laporan Cointelegraph AI, ancaman ini menyerang lembaga keuangan bukan bank, platform pinjaman digital, agregator pembayaran, serta bursa kripto. Para peretas menggunakan model AI untuk mempercepat pemindaian sistem dan mengeksekusi pencurian aset.

Modus Serangan Otomatis Berkecepatan Mesin

CERT-In mengungkapkan bahwa pelaku memanfaatkan kecerdasan mesin untuk memetakan sasaran. Mereka melancarkan serangan berkecepatan mesin dengan langsung memanggil Application Programming Interface (API), antarmuka penghubung antar-aplikasi milik korban, guna mencairkan pembayaran.

Kelompok ini masuk melalui celah aplikasi dan lingkungan pengujian yang terbuka tanpa pengamanan ketat. Mereka memakai kredensial bersama serta token akses untuk melompat dari server uji coba ke sistem produksi utama.

Teknologi kecerdasan buatan digunakan untuk menulis ulang serta menyempurnakan skrip serangan dalam hitungan detik. Hacker juga merekayasa balik kode aplikasi korban demi menciptakan eksploitasi khusus yang sulit ditangkal.

Sebelum menguras saldo besar, peretas melancarkan transaksi percobaan bernilai kecil untuk memastikan akses. Penyerangan umumnya dijadwalkan pada akhir pekan atau hari libur saat tim teknis perusahaan tidak bersiaga penuh.

Kebutuhan AI untuk Menandingi Penyerang

Laporan firma CrowdStrike pada Oktober sebelumnya menemukan peretas memakai alat uji penetrasi AI bernama ARTEX serta model Claude Code untuk menyerang sektor finansial Korea Selatan. Bukti ini menegaskan kian meluasnya AI ofensif di tangan pelaku kejahatan.

Kita harus memastikan model terbaik berada di tangan tim pertahanan karena penyerang pasti memiliki alat yang mumpuni.

Pernyataan tersebut disampaikan Chief Information Security Officer Solana Foundation Michael Coates kepada Cointelegraph AI. Sementara itu, Ari Redbord dari TRM Labs mengingatkan bahwa teknik serangan kini melaju lebih cepat daripada yang bisa diantisipasi oleh satu kali audit sejak hari peluncuran sistem.

Apa Artinya bagi Pelaku Usaha

Kabar ini memberi sinyal tegas bagi para direktur dan manajer teknologi di Indonesia, khususnya pengelola fintek dan gateway pembayaran. Pola serangan yang menembus server produksi melalui lingkungan uji coba menuntut audit ketat pada akses pengembang.

Perusahaan harus segera memutus penggunaan kredensial bersama antar-lingkungan kerja. Terapkan pemisahan total antara server pementasan dan server produksi agar kelalaian di ruang pengujian tidak membuka gerbang pencairan dana.

Selain itu, manajemen perlu menurunkan ambang batas peringatan anomali transaksi pada akhir pekan dan hari libur. Memasang pemantauan otomatis pada lalu lintas API pembayaran menjadi langkah mendesak untuk mencegah kerugian finansial mendadak.

✓ Lolos pemeriksaan redaksi AI. Artikel ini ditulis AI, 9 klaimnya dicocokkan dengan sumber, dan diuji keterbacaannya sebelum terbit. Menemukan kekeliruan? Laporkan ke redaksi.
Sumber berita (1):
  1. Cointelegraph AI: India warns AI-powered hackers targeting crypto exchanges at ‘machine speed’
Lihat hasil pemeriksaan (9 klaim)
Pembuka: 8.5/10Kejelasan: 9/10Struktur: 9/10Manfaat: 9/10Bahasa: 8.8/10
KlaimPutusanDasar di sumber
Badan siber nasional India (CERT-In) merilis peringatan mengenai kelompok peretas bernama CRAFTY FALCON yang menggunakan AI untuk menyerang bursa kripto dan perusahaan fintek guna mencuri kunci dompet dan menguras dana.Didukung“India’s national cybersecurity agency warned that an AI-assisted threat actor has escalated its attacks on cryptocurrency exchanges and other financial businesses, stealing wallet keys and siphoning funds.”
Cointelegraph AI melaporkan peringatan resmi dari CERT-In mengenai kelompok CRAFTY FALCON.
CRAFTY FALCON beroperasi dengan kecepatan mesin dan menyerang dengan memanggil API pembayaran serta pencairan dana milik korban.Didukung““surveys its targets with machine intelligence, operates at machine speed and strikes by invoking the victim’s own payment and disbursement APIs.””
Cointelegraph AI mengutip pernyataan langsung CERT-In terkait modus operandi CRAFTY FALCON.
Serangan ini menyasar lembaga keuangan nonbank, platform pinjaman digital, agregator pembayaran, dan bursa kripto.Didukung“The campaign has targeted nonbank lenders, digital lending platforms, fintech companies, payment aggregators and service providers, as well as crypto exchanges.”
Cointelegraph AI merinci sektor dan jenis institusi finansial yang menjadi sasaran.
Penyerang menyusup melalui celah aplikasi dan lingkungan pengujian yang terbuka menggunakan kredensial bersama serta token akses untuk masuk ke sistem produksi.Didukung“attackers exploited vulnerable applications and exposed testing environments, using shared credentials and access tokens to move into production systems.”
Cointelegraph AI menjelaskan vektor intrusi yang dilaporkan CERT-In.
Alat AI digunakan pelaku untuk menghasilkan dan menyempurnakan skrip serangan dengan cepat serta merekayasa balik kode aplikasi demi membuat eksploit khusus.Didukung“AI tools helped attackers rapidly generate and refine attack scripts. The attackers also reverse-engineered application code to develop tailored exploits”
Cointelegraph AI memaparkan peran alat AI dalam pembuatan skrip dan rekayasa balik eksploit.
Pelaku melakukan transaksi percobaan kecil sebelum mentransfer dana besar dan menjadwalkan serangan pada akhir pekan atau hari libur guna memperlambat deteksi.Didukung“In some incidents, attackers used small test transactions to validate unauthorized transfers before moving larger sums.”
Cointelegraph AI memuat taktik validasi transaksi dan pengaturan waktu serangan pada akhir pekan/libur.
Pada Oktober, CrowdStrike melaporkan penggunaan tool pengujian penetrasi AI ARTEX bersama Claude Code dan model AI lain untuk membobol firma finansial Korea Selatan.Didukung“In October, cybersecurity firm CrowdStrike reported that an unidentified attacker used ARTEX, an AI penetration-testing tool also named in CERT-In’s advisory, alongside Claude Code and other AI models”
Cointelegraph AI memuat rujukan temuan CrowdStrike terkait serangan AI di Korea Selatan.
CISO Solana Foundation Michael Coates menyatakan tim pertahanan memerlukan model AI terbaik untuk menghadapi penyerang.Didukung““We need to make sure that the best models we can get are in the hands of defenders because attackers will have something capable enough,””
Cointelegraph AI mencantumkan pernyataan Michael Coates dari Solana Foundation.
Ari Redbord dari TRM Labs menyatakan bahwa teknik serangan berkembang lebih cepat daripada kemampuan satu kali audit sejak hari peluncuran.Didukung““attack techniques are moving faster than a single audit from launch day can account for,””
Cointelegraph AI memuat pernyataan Ari Redbord dari TRM Labs mengenai perlunya evaluasi keamanan berkala.

Video AI terbaru

GPT-Image-2.6: Faster image generation with Flare and Sunburst OpenAI

Baca juga