Langsung ke isi
· Kabar AI & robotika, jernih dan terverifikasiNewsletter  ·  Majalah  ·  Kelas & Layanan
Tampilan
Pengaturan tampilan
Tema

Kabar AI yang mudah dibaca.

Pilihan tersimpan di perangkat Anda.

Langganan
Terkini
Trending

Mengenal Sistem Failsafe Drone Saat Putus Sinyal dan Cara Mencegah Kerugian Operasional

Putus sinyal remote kontrol bukan berarti drone otomatis jatuh. Namun, kegagalan sensor navigasi dan GPS tetap mengintai armada bisnis tanpa mitigasi tepat.

Foto liputan Interesting Engineering untuk berita: Mengenal Sistem Failsafe Drone Saat Putus Sinyal dan Cara Mencegah Kerugian Operasional.

Foto: Interesting Engineering (Dokumentasi editorial)

Poin penting

  • Fitur Return to Home (RTH) memulangkan drone otomatis jika sinyal putus, asalkan sistem GPS tetap aktif.
  • Kegagalan kompas atau GPS memaksa drone masuk mode ATTI sehingga rentan terbawa angin kencang.
  • Investigasi AAIB Inggris membuktikan fitur otomatisasi tidak menjamin keselamatan tanpa kecakapan pilot.

Kehilangan koneksi kendali drone di tengah operasi pemetaan atau inspeksi sering kali menimbulkan kepanikan. Banyak operator mengira drone akan langsung jatuh bebas saat sinyal remote control terputus. Faktanya, drone komersial modern telah dibekali serangkaian sistem keselamatan mandiri atau failsafe.

Sebagaimana dilaporkan oleh Interesting Engineering, terputusnya kendali jarak jauh tidak serta-merta memutus navigasi satelit Global Navigation Satellite Systems (GNSS) atau GPS. Perangkat lunak penerbangan biasanya telah diprogram untuk merespons gangguan ini secara otomatis melalui tiga opsi: melayang di tempat (hover), mendarat darurat, atau menjalankan fitur Return to Home (RTH).

Mekanisme RTH dan Ancaman Sensor Error

Fitur Return to Home (RTH) bekerja dengan memanfaatkan koordinat titik awal keberangkatan yang tersimpan di memori pesawat. Tergantung model dan pengaturannya, drone dapat terlebih dahulu menaikkan ketinggian untuk menghindari rintangan fisik, sebelum kemudian terbang menyusuri rute pulang dan mendarat otomatis.

Opsi semacam ini lazim ditemukan pada lini DJI maupun sistem berbasis sumber terbuka seperti ArduPilot lewat fitur Return to Launch atau SmartRTL.

Namun, keandalan RTH sangat bergantung pada data navigasi yang valid dan cadangan daya baterai. Situasi berbahaya muncul saat drone kehilangan kompas atau sinyal satelit secara bersamaan. Jika kondisi ini terjadi, drone multirotor umumnya beralih ke Attitude (ATTI) mode, yakni mode terbang stabil yang mempertahankan ketinggian tetapi menonaktifkan penguncian posisi berbasis satelit.

Dalam mode ATTI, hembusan angin dapat menyeret drone menjauh tanpa disadari jika pilot tidak segera mengambil alih kendali secara manual.

Laporan Air Accidents Investigation Branch (AAIB) Inggris memaparkan dua insiden nyata terkait kegagalan sensor. Pada Desember 2019, sebuah unit DJI Matrice M600 Pro yang melakukan survei konstruksi mengalami galat kompas-GPS, beralih ke mode ATTI, lalu tertiup angin hingga menabrak atap rumah warga.

Sementara pada November 2021, unit DJI Phantom 4 Pro di Rugby mengalami gangguan magnetik sesaat setelah lepas landas, kehilangan kendali, dan hanyut sejauh 630 meter sebelum tersangkut di pepohonan.

Apa Artinya bagi Pelaku Usaha

Bagi perusahaan di sektor perkebunan, pertambangan, konstruksi, dan logistik, armada drone merupakan aset operasional bernilai tinggi. Ketergantungan buta pada fitur otomatisasi pabrikan membawa risiko finansial langsung, mulai dari kerugian kerusakan unit hingga tuntutan hukum pihak ketiga akibat insiden benturan aset publik.

Pelaku usaha perlu memperketat standard operating procedure (SOP) pra-terbang. Setiap kru lapangan wajib memverifikasi kalibrasi kompas, kekuatan sinyal satelit, batas aman baterai, potensi interferensi elektromagnetik lokal, serta penetapan ketinggian aman RTH sebelum rotor dinyalakan.

Langkah mitigasi berikutnya adalah investasi pelatihan berkala bagi pilot internal. Operator drone profesional tidak hanya dituntut mahir mengoperasikan perangkat lewat layar pintar, tetapi juga wajib terlatih mengeksekusi manuver darurat pada mode ATTI murni saat seluruh otomatisasi komputasi mendadak lumpuh di udara.

✓ Lolos pemeriksaan redaksi AI. Artikel ini ditulis AI, 7 klaimnya dicocokkan dengan sumber, dan diuji keterbacaannya sebelum terbit. Menemukan kekeliruan? Laporkan ke redaksi.
Sumber berita (1):
  1. Interesting Engineering: What happens when a drone loses signal? Here’s how its failsafes work
Lihat hasil pemeriksaan (7 klaim)
Pembuka: 8/10Kejelasan: 8.5/10Struktur: 8.5/10Manfaat: 8.5/10Bahasa: 8.5/10
KlaimPutusanDasar di sumber
Terputusnya koneksi remote control tidak serta-merta membuat drone langsung jatuh atau kehilangan navigasi satelit.Didukung“Losing a drone's controller connection does not necessarily mean it will lose GPS navigation or fall out of the sky.”
Interesting Engineering menyatakan kehilangan kendali tidak otomatis memutus GPS atau membuat drone jatuh.
Saat koneksi putus, konfigurasi drone dapat mengaktifkan opsi Return to Home (RTH), melayang di tempat (hover), atau mendarat otomatis.Didukung“Depending on its configuration, a drone may activate Return to Home, hover or land when its command link is interrupted.”
Interesting Engineering menjelaskan tiga tindakan failsafe saat sambungan kendali terputus.
Drone dapat terlebih dahulu menaikkan ketinggian untuk menghindari rintangan sebelum menempuh rute pulang dan mendarat otomatis.Didukung“Depending on the model and settings, the drone may first climb to a predetermined altitude to clear obstacles before following its return route. It can then descend and land automatically.”
Interesting Engineering menjelaskan mekanisme pengangkatan ketinggian sebelum RTH mendaratkan drone.
DJI menyediakan respons signal-loss terkonfigurasi, dan perangkat lunak ArduPilot menyediakan aksi failsafe seperti Return to Launch, SmartRTL, dan Land.Didukung“Open-source flight-control software such as ArduPilot also offers several failsafe actions, including Return to Launch, SmartRTL, and Land.”
Interesting Engineering menyebutkan opsi failsafe pada DJI dan perangkat lunak open-source ArduPilot.
Kegagalan navigasi atau GPS dapat memicu mode ATTI sehingga drone tidak lagi mengunci posisi otomatis dan rentan terdorong angin.Didukung“Some multirotor drones switch to a flight mode commonly known as Attitude (ATTI) mode. In this mode, onboard sensors can help stabilize the aircraft’s orientation and maintain altitude”
Interesting Engineering menguraikan bahwa mode ATTI menstabilkan orientasi tetapi tidak menahan posisi GPS, membuat drone terbawa angin.
Pada Desember 2019, DJI Matrice M600 Pro survei konstruksi mengalami error GPS-kompas, beralih ke mode ATTI, dan menabrak atap rumah warga.Didukung“In December 2019, a DJI Matrice M600 Pro surveying a construction site experienced a GPS-compass error. The aircraft switched from automated flight to ATTI mode, requiring manual control.”
Interesting Engineering mengutip laporan investigasi AAIB mengenai insiden DJI Matrice M600 Pro.
Pada November 2021 di Rugby, DJI Phantom 4 Pro mengalami gangguan magnetik sesaat setelah terbang dan hanyut sekitar 630 meter sebelum mendarat di pohon.Didukung“In another incident in November 2021, a DJI Phantom 4 Pro encountered magnetic interference shortly after takeoff in Rugby, England.”
Interesting Engineering mencatat insiden AAIB November 2021 di Rugby dengan jarak hanyut 630 meter.

Video AI terbaru

How Siemens Plans Production in Minutes With NVIDIA AI NVIDIA

Baca juga