Meta Luncurkan Fitur Spaces dan Panggilan Video untuk Asisten AI Muse
Meta menghadirkan ruang kolaborasi Spaces serta interaksi tatap muka pada asisten AI Muse guna mempermudah manajemen proyek dan otomatisasi data.

Foto: TechCrunch (Dokumentasi editorial)
Poin penting
- Fitur Spaces memungkinkan agen AI Muse mengelola proyek terpisah dan terhubung ke aplikasi pihak ketiga.
- Fitur Muse Voice kini resmi mendukung panggilan video langsung dengan avatar animasi di Amerika Serikat.
- Meta mencatat 10 juta pengguna dalam dua bulan serta berencana merilis perangkat wearable Muse Charm.
Meta resmi meluncurkan Spaces, ruang kerja kolaboratif khusus di dalam asisten kecerdasan buatan terbarunya, Muse. Inovasi ini dirancang untuk menyederhanakan cara pengguna mengelola berbagai proyek kerja dan tugas harian.
Muse sendiri merupakan agen AI—perangkat lunak cerdas yang dapat mengeksekusi instruksi mandiri. Kehadiran Spaces memungkinkan pengguna memecah obrolan menjadi ruang kerja mandiri yang tersimpan rapi di panel samping antarmuka.
Otomatisasi Latar Belakang dan Interaksi Tatap Muka
Sebagaimana dilaporkan TechCrunch, pengguna cukup mengetikkan ide di ruang obrolan, lalu Muse akan menyusun papan proyek, pelacak anggaran, atau jadwal kerja secara otomatis.
Spaces juga dapat dihubungkan ke aplikasi pihak ketiga. Integrasi ini membuat data operasional, perubahan harga, hingga tenggat jadwal terbarukan di latar belakang tanpa perlu perintah manual berulang kali.
"Cukup ceritakan apa yang Anda butuhkan, dan Muse akan langsung membangunnya," tulis CEO Meta Mark Zuckerberg melalui unggahan di media sosial X.
Peluncuran Spaces menyusul pengumuman fitur Muse Voice sehari sebelumnya. Fitur panggilan video berbasis model Muse Realtime Avatar dan Realtime Voice ini kini sudah dapat dinikmati seluruh pengguna di Amerika Serikat.
Lewat panggilan video, pengguna dapat berkomunikasi verbal dengan avatar animasi yang responsif terhadap intonasi percakapan. Fitur ini sudah mendukung perangkat seluler, peramban web, dan komputer Mac.
Dalam laporan keuangan Oktober lalu, Zuckerberg menyebut Muse telah menjaring 10 juta pengguna di Amerika Serikat dan Kanada. Meta juga berencana menghadirkan perangkat keras mirip Tamagotchi bernama Muse Charm sebelum akhir tahun.
Apa Artinya bagi Pelaku Usaha
Perkembangan ini memperlihatkan pergeseran antarmuka kerja, dari sekadar papan ketik menuju interaksi suara dan ruang proyek otonom. Manajer operasional dan pemilik usaha ritel kini dapat memanfaatkan model asisten semacam ini untuk memantau data tanpa membuka banyak aplikasi sekaligus.
Bagi pelaku usaha di Indonesia, langkah awal yang bijak adalah mulai mengaudit alur kerja berulang. Identifikasi proses pemantauan jadwal atau rekap data inventaris yang selama ini menyita waktu staf, lalu uji coba efektivitas otomatisasinya pada alat bantu berbasis agen.
Meski demikian, manajemen tetap perlu membatasi hak akses data saat menghubungkan aplikasi internal ke agen AI publik. Tetapkan pedoman keamanan data yang ketat agar informasi sensitif perusahaan tetap terlindungi saat integrasi pihak ketiga berjalan.
- TechCrunch: Meta introduces Spaces, a new way to collaborate with your Muse agent
- TechCrunch: Meta says US users can now video chat with their Muse AI avatar
Lihat hasil pemeriksaan (12 klaim)
| Klaim | Putusan | Dasar di sumber |
|---|---|---|
| Meta resmi meluncurkan Spaces sebagai cara baru untuk berkolaborasi dan berkomunikasi dengan agen AI Muse. | Didukung | “Now, the company has launched Spaces, a new way to communicate and collaborate with them.” TechCrunch (sumber 1) |
| Spaces tersimpan di bilah samping (sidebar) antarmuka tempat pengguna berinteraksi dengan agen Muse. | Didukung | “They live in the sidebar of the interface where you interact with your Muse agent.” TechCrunch (sumber 1) |
| Pengguna dapat mendeskripsikan ide dalam obrolan lalu Muse akan membangun ruang seperti pelacak, perencana, atau papan proyek. | Didukung | ““Describe an idea in chat, and Muse builds a space for you, whether that’s a tracker, a planner or a project board,” Meta says.” TechCrunch (sumber 1) |
| Spaces dapat dihubungkan ke aplikasi pihak ketiga dan memperbarui informasi seperti perubahan harga dan jadwal secara otomatis di latar belakang. | Didukung | “Connect the apps you use, and your spaces keep themselves up to date in the background, so new concert dates, price changes, or savings progress show up without you having to ask” TechCrunch (sumber 1) |
| Mark Zuckerberg menyatakan di X: 'tell Muse what you need and it builds it.' | Didukung | “tell Muse what you need and it builds it.” TechCrunch (sumber 1) |
| Meta mengumumkan fitur Muse Voice pada hari Kamis sebelum peluncuran Spaces. | Didukung | “On Thursday, the company also announced Muse Voice , which allows users to video chat with their agent and give it commands verbally.” TechCrunch (sumber 1) |
| Muse Voice kini tersedia untuk semua pengguna di Amerika Serikat. | Didukung | “now available to everyone in the U.S., the company announced on Thursday.” TechCrunch (sumber 2) |
| Fitur panggilan video Muse Voice didukung oleh teknologi model AI Muse Realtime Avatar dan Muse Realtime Voice. | Didukung | “involves new AI models, Muse Realtime Avatar and Muse Realtime Voice technology, which help power the digital avatar that chats with the user.” TechCrunch (sumber 2) |
| Avatar Muse menggunakan ekspresi dan gestur yang menyesuaikan dengan nada percakapan. | Didukung | “use “subtle expressions and gestures” that match the tone of the conversation.” TechCrunch (sumber 2) |
| Percakapan real-time Muse didukung di perangkat seluler, web, dan Mac. | Didukung | “Meta says the real-time conversations are supported on mobile, web, and Mac” TechCrunch (sumber 2) |
| Zuckerberg menyatakan pada panggilan pendapatan Oktober bahwa agen Muse memiliki 10 juta pengguna di AS dan Kanada dalam waktu kurang dari dua bulan. | Didukung | “During its earnings call in October, Zuckerberg said that its agents had 10 million users in the U.S. and Canada — less than two months after the agents debuted.” TechCrunch (sumber 1) |
| Meta berencana meluncurkan perangkat wearable mirip Tamagotchi bernama Muse Charm sebelum akhir tahun. | Didukung | “Meta’s plan to launch a Tamagotchi-like wearable device for its Muse AI agent before year-end.” TechCrunch (sumber 2) |
Video AI terbaru
How Siemens Accelerates Production Planning and Quality Control With NVIDIA AI


