Langsung ke isi
· Kabar AI & robotika, jernih dan terverifikasiNewsletter  ·  Majalah  ·  Kelas & Layanan
Tampilan
Pengaturan tampilan
Tema

Kabar AI yang mudah dibaca.

Pilihan tersimpan di perangkat Anda.

Langganan
Terkini
Trending

Penasihat Pengadilan Uni Eropa: Gemini Google Berpotensi Langgar Hak Cipta Pers

Penasihat pengadilan tertinggi Uni Eropa menyatakan ringkasan berita oleh AI Gemini dapat melanggar hak penerbit pers, meski pelatihan data tetap legal.

Foto liputan The Next Web untuk berita: Penasihat Pengadilan Uni Eropa: Gemini Google Berpotensi Langgar Hak Cipta Pers.

Foto: The Next Web (Dokumentasi editorial)

Poin penting

  • Pelatihan model AI pada artikel berita dilindungi pengecualian penambangan data Uni Eropa.
  • Jawaban chatbot yang mereproduksi artikel berita dinilai berpotensi melanggar hak cipta penerbit.
  • Hak cipta hanya melindungi cara penyampaian informasi, bukan fakta berita yang dilaporkan.

Layanan chatbot berbasis kecerdasan buatan milik Google, Gemini, berpotensi melanggar aturan hak cipta Uni Eropa ketika merangkum artikel berita untuk pengguna. Pandangan hukum tersebut disampaikan oleh penasihat Pengadilan Kehakiman Uni Eropa (CJEU) pada Selasa (3/11/2026).

Mengutip laporan The Next Web dari Reuters, Advokat Jenderal Maciej Szpunar membedakan secara tegas antara proses pelatihan model kecerdasan buatan dan hasil luaran yang disajikan kepada pengguna. Tahap pelatihan model bahasa besar (LLM, sistem AI yang dilatih dengan teks dalam jumlah masif) tetap diizinkan.

Memasukkan materi berhak cipta ke dalam pelatihan model diizinkan secara bebas di bawah pengecualian penambangan teks dan data.

Namun, Szpunar menegaskan situasinya berubah saat chatbot mengambil artikel milik penerbit, menggunakannya untuk menyusun jawaban, lalu menampilkan hasil tersebut kepada pengguna. Dalam kondisi tersebut, hak eksklusif penerbit pers berpotensi dilanggar.

Gugatan Pertama Terkait AI Generatif di Pengadilan Uni Eropa

Opini hukum ini terkait perkara C-250/25, kasus perdana di pengadilan tertinggi Uni Eropa yang menguji batas AI generatif dan hak cipta. Kasus ini bermula ketika penerbit berita asal Hungaria, Like Company, menggugat Google Ireland.

Penerbit tersebut mendalilkan bahwa Gemini mereproduksi konten beritanya tanpa izin, melampaui batas kutipan singkat yang wajar. Pengadilan Budapest kemudian melimpahkan perkara ini ke pengadilan Uni Eropa pada April 2025.

Google berargumen bahwa Gemini tidak menghafal artikel secara utuh. Raksasa teknologi itu menyatakan hasil luaran yang berpotensi melanggar tercakup dalam pengecualian salinan sementara serta penambangan teks dan data.

Szpunar mengklarifikasi bahwa hukum hak cipta tidak melindungi fakta berita, melainkan bentuk ekspresi atau cara fakta tersebut dituliskan. Putusan final hakim pengadilan Uni Eropa diperkirakan keluar dalam beberapa bulan ke depan.

Apa Artinya bagi Pelaku Usaha

Perkembangan hukum ini menjadi sinyal penting bagi pengembang perangkat lunak AI dan penerbit media di Indonesia. Batas aman pemanfaatan materi berhak cipta kini bergeser dari proses pelatihan model ke bentuk teks keluaran akhir yang dikonsumsi publik.

Bagi perusahaan yang membangun sistem Retrieval-Augmented Generation (RAG, metode pencarian dokumen internal untuk memperkaya jawaban AI), hindari menampilkan salinan langsung artikel pihak ketiga. Desain instruksi sistem agar menyajikan intisari fakta dengan bahasa mandiri tanpa menyalin struktur kalimat asli.

Untuk pelaku usaha media dan pembuat konten, putusan ini memperkuat posisi tawar lisensi konten komersial. Mulailah mengaudit bagaimana konten digital Anda diakses oleh bot mesin pencari guna memitigasi risiko penggunaan materi tanpa kompensasi.

✓ Lolos pemeriksaan redaksi AI. Artikel ini ditulis AI, 9 klaimnya dicocokkan dengan sumber, dan diuji keterbacaannya sebelum terbit. Menemukan kekeliruan? Laporkan ke redaksi.
Sumber berita (1):
  1. The Next Web: EU court adviser says Google’s Gemini may infringe press copyright
Lihat hasil pemeriksaan (9 klaim)
Pembuka: 8/10Kejelasan: 9/10Struktur: 9/10Manfaat: 9/10Bahasa: 9/10
KlaimPutusanDasar di sumber
Penasihat pengadilan tertinggi Uni Eropa menyatakan chatbot Gemini milik Google berpotensi melanggar hak cipta pers saat menggunakan artikel berita untuk menghasilkan jawaban.Didukung“Google’s Gemini chatbot may infringe EU copyright rules when it uses press articles to generate answers, an adviser to the bloc’s highest court said on Tuesday.”
The Next Web mengutip pernyataan Advokat Jenderal pengadilan Uni Eropa pada hari Selasa.
Pelatihan model bahasa besar pada artikel yang dilindungi hak cipta diizinkan di bawah pengecualian penambangan teks dan data aturan Uni Eropa.Didukung“Feeding copyrighted material into model training is “freely permitted under the text and data mining exception,” Szpunar wrote.”
The Next Web mengutip pendapat tertulis Advokat Jenderal Maciej Szpunar.
Hak penerbit pers berpotensi dilanggar ketika chatbot mengambil artikel penerbit, menggunakannya untuk menyusun jawaban, dan menampilkannya kepada pengguna.Didukung“The position changes when a chatbot retrieves a publisher’s article, uses it to construct an answer and presents that answer to a user.”
The Next Web melaporkan penegasan Szpunar terkait perbedaan antara proses pelatihan dan luaran jawaban.
Hak cipta tidak melindungi fakta yang dilaporkan dalam berita, melainkan cara pengekspresian fakta tersebut.Didukung“Szpunar also clarified that copyright does not protect the facts reported in news articles, only the way those facts are expressed.”
The Next Web mengutip klarifikasi Szpunar terkait batasan perlindungan hak cipta atas fakta berita.
Perkara C-250/25 merupakan kasus pertama di Pengadilan Kehakiman Uni Eropa yang mengkaji AI generatif dan hak cipta.Didukung“The opinion concerns case C-250/25 , the first case before the Court of Justice of the European Union to examine generative AI and copyright.”
The Next Web mencatat nomor kasus dan statusnya sebagai kasus perdana terkait AI generatif di pengadilan tersebut.
Penerbit berita Hungaria Like Company menggugat Google Ireland setelah Gemini membuat ringkasan artikelnya atas kueri pengguna.Didukung“Hungarian news publisher Like Company sued Google Ireland after Gemini generated summaries of its articles in response to user queries.”
The Next Web memaparkan latar belakang gugatan Like Company terhadap Google Ireland.
Penerbit mendalilkan Gemini mereproduksi kontennya tanpa izin dan melampaui penggunaan kutipan pendek, lalu pengadilan Budapest melimpahkan pertanyaan hukum tersebut ke pengadilan UE pada April 2025.Didukung“The publisher argues that the chatbot reproduced its content without permission, going beyond the use of short extracts. A Budapest court referred the questions to the EU court in April 2025.”
The Next Web merinci dalil Like Company dan rujukan pengadilan Budapest pada April 2025.
Google berargumen bahwa Gemini tidak menghafal artikel dan luaran yang berpotensi melanggar tercakup dalam pengecualian salinan sementara serta penambangan teks dan data.Didukung“Google has argued that Gemini does not memorise articles and that any potentially infringing outputs would fall under exceptions for temporary copies and text and data mining.”
The Next Web mengutip argumen pembelaan yang disampaikan pihak Google.
Putusan akhir hakim diperkirakan keluar dalam beberapa bulan ke depan.Didukung“A final ruling is expected in the coming months.”
The Next Web mencantumkan estimasi waktu keluarnya putusan akhir pengadilan.

Video AI terbaru

From AI Infrastructure to the 6G Future NVIDIA

Baca juga