Perintah Rebranding AI Menjadi Super Intelligence Picu Friksi di Pasar AS
Presiden Trump mewajibkan instansi pemerintah AS mengganti istilah AI menjadi Super Intelligence. Langkah ini mulai berdampak pada dokumen pengadaan dan relasi korporasi teknologi.

Foto: MIT Technology Review (Dokumentasi editorial)
Poin penting
- Pemerintah AS mewajibkan penggantian istilah AI menjadi Super Intelligence melalui perintah eksekutif.
- Raksasa teknologi global masih terbelah dan belum konsisten mengadopsi istilah baru tersebut.
- Ketidaksinkronan bahasa administrasi mulai memengaruhi dokumen tender dan kepatuhan kontrak federal.
Instruksi Presiden Amerika Serikat Donald Trump untuk mengganti istilah kecerdasan buatan atau AI menjadi Super Intelligence (SI) mulai memicu kebingungan operasional. Kebijakan ini mewajibkan seluruh instansi federal memperbarui dokumen resmi dan lelang pengadaan teknologi.
Perintah eksekutif yang diteken pada akhir September itu didasarkan pada argumen bahwa sistem modern melipatgandakan kecerdasan manusia, bukan sekadar menirunya. Namun, laporan MIT Technology Review mencatat adopsi istilah baru ini masih tersendat di lapangan.
Sejumlah badan, seperti dinas imigrasi ICE, mulai meminta vendor menyediakan perangkat pengawas bertenaga SI. Namun, Komisi Perdagangan Federal (FTC) justru memakai kata 'superintelligence' satu kata tanpa kapitalisasi resmi, sedangkan Pentagon dan kementerian kesehatan HHS masih bertahan dengan istilah lama.
Keresahan Big Tech dan Potensi Larangan Resmi
Tekanan adopsi bahasa baru ini meluas ke kalangan industri. Enam petinggi raksasa teknologi, termasuk pimpinan Google, Anthropic, Meta, OpenAI, xAI, dan Nvidia, sebelumnya telah menandatangani pakta White House Accord on Super Intelligence.
Meski demikian, analisis CNBC terhadap laporan laba kuartal ketiga menunjukkan hanya Mark Zuckerberg dan Elon Musk yang konsisten memakai kata superintelligence. Sementara itu, eksekutif Microsoft, Alphabet, dan Amazon sebagian besar masih bertahan dengan sebutan AI.
Trump bahkan melontarkan kritik terbuka terhadap media bisnis seperti The Wall Street Journal karena enggan tunduk pada istilah tersebut. Pemerintah AS juga tengah menyusun definisi undang-undang baru yang berpeluang melarang total pemakaian kata AI dalam berkas federal.
Apa Artinya bagi Pelaku Usaha
Bagi pelaku usaha, perubahan istilah resmi ini berdampak langsung pada proses administrasi tender dan kemitraan dengan instansi pemerintah AS. Perusahaan penyedia solusi peranti lunak harus lebih teliti menyesuaikan proposal bisnis agar selaras dengan terminologi resmi yang disyaratkan regulator federal.
Bagi profesional dan pelaku bisnis di Indonesia yang bermitra dengan ekosistem teknologi AS, pergeseran ini menandai pentingnya adaptasi komunikasi korporat. Menyesuaikan terminologi dalam dokumen kerja sama internasional dapat meminimalkan risiko friksi birokrasi dan hambatan negosiasi kontrak.
Meski terjadi pergeseran bahasa politik, fondasi teknologi di balik sistem tersebut tetap serupa. Para pengambil keputusan bisnis disarankan tetap memprioritaskan efisiensi operasional, keamanan data, dan kejelasan kalkulasi laba ketimbang terbebani oleh polemik nama teknologi.
- MIT Technology Review: Here’s who is falling in line for Trump’s “Super Intelligence” loyalty test
Lihat hasil pemeriksaan (8 klaim)
| Klaim | Putusan | Dasar di sumber |
|---|---|---|
| Presiden Trump mengeluarkan perintah eksekutif pada akhir September yang mewajibkan instansi pemerintah AS mengganti istilah kecerdasan buatan (AI) menjadi Super Intelligence. | Didukung | “At the end of September, President Trump signed an executive order that contained just one directive, ordering government agencies to rebrand what they had been calling artificial intelligence as “Super” MIT Technology Review melaporkan penandatanganan perintah eksekutif tersebut di akhir September. |
| Alasan penggantian nama tersebut karena sistem saat ini dianggap memperkuat daya cipta manusia (amplify human ingenuity) dan bukan sekadar meniru (imitate) kecerdasan. | Didukung | “The stated reason for this name change is that today’s AI systems “amplify human ingenuity” rather than merely “imitate” intelligence, and the government’s terminology should reflect that.” MIT Technology Review menyebutkan alasan resmi di balik instruksi penamaan tersebut. |
| ICE merilis permintaan pengadaan sistem pengawasan bertenaga SI untuk fasilitas detensinya. | Didukung | “like a new request by Immigration and Customs Enforcement for companies to build “SI-powered” surveillance for ICE detention facilities.” MIT Technology Review mencatat permintaan tender pengawasan dari ICE menggunakan istilah SI. |
| Rilis pers FTC menggunakan kata 'superintelligence' satu kata, sementara inisiatif Pentagon dan rilis kementerian HHS masih menggunakan istilah lama. | Didukung | “A Federal Trade Commission press release last week used “superintelligence” instead of the two-word, capitalized version ordered by the president, and recent press releases from Health and Human Services” MIT Technology Review menguraikan ketidakkonsistenan penggunaan istilah di FTC, HHS, dan Pentagon. |
| Enam petinggi raksasa teknologi (Google, Anthropic, Meta, OpenAI, xAI, Nvidia) menandatangani White House Accord on Super Intelligence. | Didukung | “the White House Accord on Super Intelligence, signed by six of the most powerful people in tech: Sundar Pichai of Google, Dario Amodei of Anthropic, Mark Zuckerberg of Meta, Greg Brockman of OpenAI, Elon” MIT Technology Review mencatat penandatanganan dokumen komitmen tersebut oleh para pimpinan tech. |
| Analisis CNBC terhadap paparan laba kuartal ketiga menunjukkan hanya Zuckerberg dan Musk yang konsisten menggunakan istilah tersebut, sementara eksekutif Alphabet, Amazon, dan Microsoft masih memakai 'AI'. | Didukung | “In an analysis of third-quarter earnings calls, CNBC reported that only Zuckerberg and Musk used the term consistently.” MIT Technology Review mengutip laporan CNBC mengenai penggunaan istilah dalam earnings call Q3. |
| Trump mengkritik Wall Street Journal karena tidak menggunakan istilah Super Intelligence dan mengindikasikan aturan baru untuk melarang kata AI dari dokumen pemerintah. | Didukung | “he took a break from electioneering to criticize the Wall Street Journal for not using “Super Intelligence,” “the name which virtually everyone else is using, or soon will be.” He suggested that a new r” MIT Technology Review melaporkan kritik Trump terhadap WSJ di Truth Social dan rencana larangan kata AI. |
| Pimpinan instansi federal diwajibkan menyusun definisi legislatif baru mengenai 'Super Intelligence' sebelum akhir bulan. | Didukung | “leaders of federal agencies will be required to put their heads together to draft a new legislative definition of “Super Intelligence” to be run by the president by the end of this month.” MIT Technology Review menyebutkan kewajiban perumusan definisi baru berdasarkan perintah eksekutif. |
Video AI terbaru
Coinbase on OpenAI Private Intelligence


