Langsung ke isi
· Kabar AI & robotika, jernih dan terverifikasiNewsletter  ·  Majalah  ·  Kelas & Layanan
Tampilan
Pengaturan tampilan
Tema

Kabar AI yang mudah dibaca.

Pilihan tersimpan di perangkat Anda.

Langganan
Terkini
Trending

Petambak Kerapu Lamongan Adopsi AIoT, Produktivitas Naik 24 Persen

Penerapan aerator pintar dan sensor kualitas air berbasis AI memangkas biaya pakan hingga 20 persen sekaligus mempermudah kontrol tambak dari jarak jauh.

Foto liputan Katadata untuk berita: Petambak Kerapu Lamongan Adopsi AIoT, Produktivitas Naik 24 Persen.

Foto: Katadata (Dokumentasi editorial)

Poin penting

  • Penerapan AIoT tambak kerapu menekan konsumsi pakan 20% dan mendongkrak produktivitas di atas 24%.
  • Mesin Smart Venjet menyuplai oksigen dasar kolam dan memantau parameter air lewat aplikasi ponsel.
  • Harga kerapu di tingkat petambak terangkat hingga Rp 130.000 per kg seiring membaiknya kualitas panen.

Penerapan kecerdasan buatan dan Internet of Things (AIoT) mulai membuktikan dampak finansial nyata di sektor perikanan budidaya. Di Kampung Kerapu, Desa Labuhan, Lamongan, Jawa Timur, integrasi teknologi otomatisasi tambak dilaporkan sukses mendongkrak produktivitas panen hingga lebih dari 24 persen.

Program modernisasi ini merupakan kolaborasi Kementerian Komunikasi dan Digital (Komdigi), Pemerintah Kabupaten Lamongan, serta PT Venambak Kail Dipantara. Melalui kemitraan tersebut, petambak menerima bantuan 150 unit mesin jet aerator pintar bernama Smart Venjet.

Sebagaimana dilaporkan Katadata, uji coba selama lima bulan membuktikan perangkat ini mampu memangkas pemakaian pakan hingga 20 persen. Tingkat kelangsungan hidup atau survival rate ikan juga tercatat melonjak hingga 16 persen.

Efisiensi Operasional dari Jarak Jauh

Smart Venjet bekerja memasok oksigen langsung dari dasar kolam. Sistem ini melengkapi kincir air konvensional yang selama ini memutar permukaan air. Sensor yang terpasang memantau indikator kritis seperti kadar oksigen terlarut, tingkat keasaman (pH), dan salinitas air.

Dengan AI digabungkan dengan teknologi yang sekarang sudah dimiliki, indikator-indikatornya akan lebih banyak lagi yang bisa dimonitor dan efisiensinya semakin bertambah.

Pernyataan tersebut disampaikan Menteri Komdigi Meutya Hafid saat meninjau tambak di Lamongan, Selasa (3/11/2026). Komdigi berencana memperpanjang masa pendampingan teknis gratis bagi petambak dari semula delapan bulan menjadi satu tahun penuh.

Manfaat operasional dirasakan langsung oleh Soekarno, pembudidaya yang mengelola 10 hektare tambak dengan 38 kolam. Sebanyak 20 kolam miliknya kini terhubung ke aplikasi pemantau di ponsel pintar, sehingga ia tidak perlu menyalakan mesin aerasi secara manual di lokasi.

Kondisi air yang stabil turut mengerek mutu panen. Bupati Lamongan Yuhronur Efendi mencatat harga jual kerapu di tingkat petambak kini menyentuh Rp 130.000 per kilogram. Angka ini naik signifikan dibanding rata-rata 2025 yang berkisar Rp 100.000 hingga Rp 120.000 per kilogram.

Apa Artinya bagi Pelaku Usaha

Keberhasilan digitalisasi tambak kerapu di Lamongan memberi preseden penting bagi pelaku agribisnis dan akuakultur di Indonesia. Biaya pakan dan mortalitas bibit merupakan dua pos pengeluaran terbesar dalam budidaya perikanan. Penerapan sensor otomatis terbukti memotong inefisiensi pakan secara terukur.

Bagi pengusaha tambak mandiri, investasi teknologi tidak harus mengganti total infrastruktur lama. Integrasi aerator pintar yang berdampingan dengan kincir konvensional menunjukkan pendekatan adopsi bertahap (retrofit) jauh lebih aman bagi arus kas perusahaan.

Langkah mitigasi risiko tetap diperlukan karena siklus panen komoditas kerapu memakan waktu hingga satu tahun. Pelaku usaha disarankan melakukan uji coba percontohan pada sebagian kolam sebelum mengonversi seluruh fasilitas produksi, sembari memastikan kesiapan operator lapangan dalam mengoperasikan aplikasi digital.

✓ Lolos pemeriksaan redaksi AI. Artikel ini ditulis AI, 7 klaimnya dicocokkan dengan sumber, dan diuji keterbacaannya sebelum terbit. Menemukan kekeliruan? Laporkan ke redaksi.
Sumber berita (1):
  1. Katadata: Petambak Kerapu Lamongan Mulai Pakai AI, Produksi Ikan Melonjak
Lihat hasil pemeriksaan (7 klaim)
Pembuka: 8/10Kejelasan: 8.5/10Struktur: 8.5/10Manfaat: 8/10Bahasa: 8.5/10
KlaimPutusanDasar di sumber
Penerapan AIoT tambak kerapu di Lamongan mampu meningkatkan produktivitas panen lebih dari 24 persen.Didukung“Penerapan teknologi Internet of Things (IoT) dan akal imitasi (AI) dilaporkan mampu meningkatkan produktivitas lebih dari 24%.”
Katadata melaporkan peningkatan produktivitas budidaya lebih dari 24% berkat pemanfaatan IoT dan AI.
Program modernisasi melibatkan kolaborasi Komdigi, Pemkab Lamongan, dan PT Venambak Kail Dipantara dengan bantuan 150 unit Smart Venjet.Didukung“Program modernisasi digital sektor perikanan budidaya ini merupakan kolaborasi Kementerian Komunikasi dan Digital (Komdigi), Pemerintah Kabupaten Lamongan, dan perusahaan teknologi akuakultur PT Vena”
Katadata menyebut kolaborasi tiga pihak dan bantuan 150 unit jet aerator otomatis Smart Venjet.
Penerapan teknologi selama lima bulan menghemat pakan hingga 20 persen dan meningkatkan kelangsungan hidup (survival rate) ikan sebesar 16 persen.Didukung“Berdasarkan hasil penerapan selama sekitar lima bulan, teknologi itu mampu menghemat penggunaan pakan hingga 20%, meningkatkan angka kelangsungan hidup atau survival rate ikan sebesar 16%”
Katadata mencatat hasil uji coba lima bulan menghemat pakan 20% dan menaikkan survival rate 16%.
Smart Venjet memasok oksigen dari dasar kolam serta memantau kadar oksigen, pH, dan salinitas melalui aplikasi ponsel.Didukung“Perangkat ini dilengkapi teknologi untuk memasok oksigen dari dasar kolam serta sistem pengendalian dan pemantauan yang terintegrasi dengan aplikasi.”
Katadata menjelaskan cara kerja Smart Venjet dan parameter kualitas air yang dipantau via aplikasi.
Komdigi mempertimbangkan perpanjangan masa pendampingan dari delapan bulan menjadi satu tahun.Didukung“Semula, pendampingan diberikan secara gratis selama delapan bulan. Pemerintah mempertimbangkan penambahan empat bulan sehingga total masa pendampingan menjadi satu tahun.”
Katadata memuat rencana penambahan empat bulan masa pendampingan oleh Komdigi.
Soekarno mengelola 38 kolam seluas 10 hektare di Desa Labuhan, dengan 20 kolam telah dipasangi Smart Venjet.Didukung“Ia mengelola 38 kolam budidaya dengan luas lahan sekitar 10 hektare di Desa Labuhan.”
Katadata memuat profil tambak Soekarno dan jumlah kolam yang telah terpasang perangkat.
Harga kerapu di tingkat petambak mencapai Rp 130.000 per kg, lebih tinggi dibanding rata-rata 2025 sebesar Rp 100.000–Rp 120.000 per kg.Didukung“Menurut dia, harga kerapu di tingkat petambak kini bisa mencapai Rp 130.000 per kilogram.”
Katadata mengutip pernyataan Bupati Lamongan Yuhronur Efendi mengenai harga jual kerapu.

Video AI terbaru

Coinbase on OpenAI Private Intelligence OpenAI

Baca juga