Langsung ke isi
· Kabar AI & robotika, jernih dan terverifikasiNewsletter  ·  Majalah  ·  Kelas & Layanan
Tampilan
Pengaturan tampilan
Tema

Kabar AI yang mudah dibaca.

Pilihan tersimpan di perangkat Anda.

Langganan
Terkini
Trending

Riset Semikonduktor Buka Jalan Memori AI Hemat Energi Skala Atom

Riset material hafnia dan zirkonia temukan cara manipulasi skala atom untuk memori AI berdensitas tinggi tanpa perlu menambahkan komponen baru ke chip.

Foto liputan TechXplore untuk berita: Riset Semikonduktor Buka Jalan Memori AI Hemat Energi Skala Atom.

Foto: TechXplore (Dokumentasi editorial)

Poin penting

  • Manipulasi atom pada hafnia dan zirkonia berpeluang hadirkan memori AI super padat dan hemat energi.
  • Material tersebut sudah ada di chip silikon modern, sehingga produsen tak perlu menyematkan komponen baru.
  • Inovasi riset ini disiapkan menjawab lonjakan kebutuhan penyimpanan data dan efisiensi listrik server AI.

Lonjakan adopsi kecerdasan buatan (AI) memicu kebutuhan kapasitas penyimpanan data dan konsumsi daya komputasi yang sangat besar. Menjawab tantangan tersebut, tim peneliti dari Washington University in St. Louis menemukan cara baru melipatgandakan kapasitas memori melalui manipulasi material pada skala atom, tanpa menambah ukuran fisik chip.

Diberitakan oleh TechXplore, tim yang dipimpin Associate Professor Rohan Mishra meneliti hafnia atau hafnium oksida (HfO₂). Material isolator tipis pada transistor silikon ini menunjukkan sifat feroelektrik unik saat diproduksi dengan ketebalan sangat tipis, yakni di bawah 10 nanometer.

Material feroelektrik adalah bahan yang mampu mempertahankan polarisasi listrik bolak-balik meski medan listrik telah dimatikan. Karakteristik penyimpanan polarisasi ini menjadikannya kandidat kuat untuk media penyimpanan data generasi baru yang stabil dan hemat energi.

Kendali Polarisasi Tanpa Komponen Tambahan

Dalam laporan ilmiah di jurnal Science, Mishra berkolaborasi dengan Xiaoshan Xu dari University of Nebraska-Lincoln untuk menumbuhkan lapisan kristal tunggal hafnia berdoping lanthanum. Peneliti Guodong Ren membuktikan struktur kristal tunggal tersebut menggunakan mikroskopi elektron beresolusi tingkat atom.

Daripada melawan sifat alami, kita dapat menumbuhkan lapisan antiferoelektrik berkualitas tinggi lalu mengalihkan operasinya secara elektrik.

Selain hafnia, kolaborasi Mishra bersama tim dari Georgia Tech dan UNIST dalam jurnal Advanced Materials menemukan struktur domain feroelektrik pada zirkonia (ZrO₂). Material ini memiliki luasan domain di bawah satu nanometer persegi dengan dinding batas yang mampu menghantarkan listrik serta bergerak di bawah pengaruh medan listrik.

Keunggulan utama temuan ini terletak pada efisiensi integrasinya. Menurut Mishra dan Ren, material tersebut sudah ada di dalam chip silikon yang umum digunakan saat ini, sehingga produsen semikonduktor tidak perlu menambahkan komponen baru pada chip.

Apa Artinya bagi Pelaku Usaha

Bagi direktur teknologi dan pengelola pusat data, efisiensi skala atom ini menawarkan solusi jangka panjang untuk menekan konsumsi energi beban kerja AI. Pemanfaatan material yang sudah ada di dalam chip silikon membuka peluang penurunan biaya komputasi tanpa memicu kerumitan penambahan komponen baru pada perangkat keras.

Para manajer teknologi informasi (IT) di Indonesia dapat mengantisipasi perkembangan ini dengan mulai mengaudit rasio efisiensi daya pada infrastruktur mereka. Pilihlah arsitektur sistem dan penyedia layanan komputasi awan yang mengutamakan rasio kinerja per watt guna memitigasi risiko lonjakan tagihan listrik operasional.

Langkah mitigasi risiko terbaik saat ini adalah merancang tata kelola beban kerja data yang modular dan adaptif terhadap perangkat keras generasi baru. Pendekatan ini memastikan bisnis siap bermigrasi saat arsitektur memori berdensitas atom ini mulai diproduksi massal secara komersial.

✓ Lolos pemeriksaan redaksi AI. Artikel ini ditulis AI, 11 klaimnya dicocokkan dengan sumber, dan diuji keterbacaannya sebelum terbit. Menemukan kekeliruan? Laporkan ke redaksi.
Sumber berita (1):
  1. TechXplore: Harnessing atomic structure to advance next-generation memory storage
Lihat hasil pemeriksaan (11 klaim)
Pembuka: 8/10Kejelasan: 8/10Struktur: 9/10Manfaat: 8/10Bahasa: 9/10
KlaimPutusanDasar di sumber
Pertumbuhan kecerdasan buatan (AI) meningkatkan kebutuhan penyimpanan data yang lebih efisien.Didukung“The growth of artificial intelligence has increased demand for more efficient data storage.”
TechXplore menyatakan peningkatan AI mendorong kebutuhan penyimpanan data yang lebih efisien.
Tim peneliti di Washington University in St. Louis yang dipimpin Associate Professor Rohan Mishra berupaya meningkatkan kapasitas memori dengan memanipulasi material pada skala atom.Didukung“researchers at Washington University in St. Louis are working to increase memory capacity by manipulating materials' characteristics at the atomic level. Rohan Mishra, an associate professor”
TechXplore mencatat Rohan Mishra dan timnya di Washington University in St. Louis meneliti manipulasi karakteristik material pada tingkat atom.
Hafnia (HfO₂) adalah material yang menjadi lapisan isolator tipis pada transistor berbasis silikon.Didukung“hafnia (HfO₂), which makes up the thin, insulating layer in silicon-based transistors.”
TechXplore menjelaskan fungsi hafnia sebagai lapisan isolator tipis pada transistor silikon.
Hafnia menunjukkan sifat feroelektrik saat berukuran sangat tipis di bawah 10 nanometer.Didukung“They showed that extremely thin hafnia demonstrates ferroelectric behavior.”
TechXplore menyebut peneliti di Jerman menemukan hafnia sangat tipis (di bawah 10 nm) memperlihatkan sifat feroelektrik.
Material feroelektrik mempertahankan polarisasi listrik bolak-balik saat medan listrik diterapkan dan tetap mengingat arah polarisasinya setelah medan listrik dimatikan.Didukung“maintain an electrical polarization that can reverse direction when an electric field is applied. More important, the material would remember which direction its polarization points, even after”
TechXplore mendefinisikan sifat feroelektrik dalam mempertahankan polarisasi listrik.
Mishra berkolaborasi dengan tim Xiaoshan Xu di University of Nebraska-Lincoln menumbuhkan lapisan kristal tunggal hafnia berdoping lanthanum, yang dipublikasikan di Science.Didukung“Mishra collaborated with the team of Xiaoshan Xu at the University of Nebraska-Lincoln to grow well-ordered, single-crystal films of lanthanum-doped hafnia on a substrate.”
TechXplore mencatat kolaborasi riset Mishra dan Xu yang diterbitkan di jurnal Science.
Guodong Ren mengonfirmasi struktur kristal tunggal film tipis hafnia menggunakan mikroskopi canggih beresolusi kolom atom individual.Didukung“confirmed the single-crystalline structure of the thin hafnia films using advanced microscopy to resolve individual atomic columns in materials.”
TechXplore mengonfirmasi peran Guodong Ren dalam verifikasi struktur kristal hafnia.
Rohan Mishra menyatakan daripada melawan alam, mereka dapat menumbuhkan lapisan antiferoelektrik berkualitas tinggi lalu mengalihkan operasinya secara elektrik.Didukung“Instead of fighting nature, we can grow high-quality antiferroelectric films and we can then switch them during operation," Mishra said.”
TechXplore memuat kutipan pernyataan langsung dari Rohan Mishra.
Studi terpisah di Advanced Materials bersama Georgia Tech dan UNIST menemukan domain feroelektrik pada zirkonia (ZrO₂) dengan luasan di bawah satu nanometer persegi.Didukung“co-led by Mishra and Asif Khan at Georgia Tech and Jun Hee Lee at UNIST, South Korea, and published in Advanced Materials —which observed extremely small ferroelectric domains in zirconia (ZrO₂”
TechXplore merinci temuan domain feroelektrik zirkonia berukuran kurang dari 1 nm² yang diterbitkan di Advanced Materials.
Perhitungan memprediksi dinding batas domain zirkonia dapat menghantarkan listrik dan bergerak saat dipicu medan listrik.Didukung“their calculations predicted that the domain walls could conduct electricity and move in response to an electric bias”
TechXplore mencatat prediksi perilaku konduktivitas dan pergerakan dinding domain zirkonia.
Menurut Mishra dan Ren, sebagian material tersebut sudah ada di dalam chip silikon yang saat ini digunakan sehingga manufaktur tidak perlu menambah komponen baru.Didukung“Even better, according to Mishra and Ren, some of these materials are in the silicon chips we already use, so manufacturers need not add new components.”
TechXplore memuat kesimpulan Mishra dan Ren mengenai ketersediaan material di chip silikon saat ini.

Video AI terbaru

How Siemens Accelerates Production Planning and Quality Control With NVIDIA AI NVIDIA

Baca juga