Langsung ke isi
· Kabar AI & robotika, jernih dan terverifikasiNewsletter  ·  Majalah  ·  Kelas & Layanan
Tampilan
Pengaturan tampilan
Tema

Kabar AI yang mudah dibaca.

Pilihan tersimpan di perangkat Anda.

Langganan
Terkini
Trending

Agen AI DeepMind Bongkar Celah Enkripsi Lawas 1.600 Kali Lebih Cepat

Riset Google DeepMind membuktikan agen AI mampu mempercepat evaluasi celah RSA-1024. Pihak perusahaan menyatakan enkripsi modern saat ini tidak terancam.

Foto liputan Interesting Engineering untuk berita: Agen AI DeepMind Bongkar Celah Enkripsi Lawas 1.600 Kali Lebih Cepat.

Foto: Interesting Engineering (Dokumentasi editorial)

Poin penting

  • Agen AI DeepMind mengungkap celah enkripsi lawas RSA-1024 hingga 1.600 kali lebih cepat dari metode terdahulu.
  • Menurut Google DeepMind, standar enkripsi modern seperti perbankan daring dan pesan instan tidak terancam.
  • Riset ini membuktikan potensi agen cerdas dalam mempercepat uji ketahanan matematis sistem keamanan digital.

Google DeepMind berhasil memanfaatkan agen AI untuk menemukan kerentanan pada enkripsi lawas RSA-1024 hingga 1.600 kali lebih cepat dibanding metode terdahulu. Temuan ini membuka babak baru dalam pengujian ketahanan matematis sistem keamanan data perusahaan.

Sebagaimana dilaporkan Interesting Engineering, terobosan ini diumumkan oleh Wakil Presiden sekaligus Kepala Ilmuwan DeepMind, Pushmeet Kohli. Menurut laporan DeepMind, temuan ini tidak mengancam standar enkripsi modern yang mengamankan perbankan daring, aplikasi perpesanan, pembaruan perangkat lunak, maupun mata uang digital.

Fokus pengujian berada pada RSA-1024, standar lama yang telah digantikan oleh kunci 2048-bit atau lebih tinggi. Kriptanalisis, yakni disiplin ilmu pengujian enkripsi untuk menemukan kelemahan sebelum dieksploitasi peretas, biasanya membutuhkan riset manual bertahun-tahun.

Bekerja di bawah panduan serta pengawasan ketat peneliti manusia, agen kecerdasan buatan mampu memangkas linimasa panjang tersebut dengan memecahkan persoalan matematika rumit secara cepat.

Memangkas Biaya Komputasi Uji Keamanan

Studi kolaborasi DeepMind bersama University of California San Diego dan Inria Prancis menghasilkan dua temuan krusial. Temuan pertama berkaitan dengan tanda tangan digital yang berfungsi memverifikasi keabsahan dokumen elektronik dan situs web.

Skema tanda tangan digital umumnya menyertakan informasi preset bernama padding untuk mencegah pemalsuan. Namun, agen AI menemukan bahwa proteksi padding hampir tidak memberi perlindungan tambahan jika penyerang menguasai sekitar separuh atau lebih blok data yang ditandatangani.

Dalam uji coba di lingkungan terisolasi, algoritma rancangan AI dapat mereproduksi hasil uji tolok ukur RSA-1024 dengan waktu CPU 3,5 kali lebih singkat. Kebutuhan daya komputasinya bahkan kurang dari seperseribu dibanding pemrosesan faktorisasi sebelumnya.

Temuan kedua menyasar faktorisasi massal kunci RSA berukuran serupa. Algoritma temuan AI meningkatkan efisiensi proses sekaligus memangkas biaya komputasi rata-rata per kunci RSA-1024 hingga sekitar 30 kali lipat dibanding teknik lama.

Apa Artinya bagi Pelaku Usaha

Bagi pimpinan bisnis dan manajer teknologi, kabar ini menjadi pengingat penting untuk segera meninjau infrastruktur teknologi warisan. Perusahaan yang masih menjalankan aplikasi internal, perangkat jaringan lawas, atau sertifikat digital berbasis RSA-1024 menghadapi risiko pemalsuan tanda tangan digital yang kini jauh lebih murah dan cepat dipelajari pihak luar.

Langkah mitigasi yang perlu segera diambil adalah mengaudit seluruh sertifikat digital, alur pertukaran data API, dan modul kriptografi perusahaan. Pastikan seluruh sistem telah dimigrasikan ke standar enkripsi modern minimal RSA-2048 atau algoritma proteksi terkini lainnya.

Di sisi lain, terobosan ini membuka peluang efisiensi biaya audit keamanan. Pelaku usaha ke depan dapat mempertimbangkan pemanfaatan agen AI sebagai instrumen uji stres preventif guna mengevaluasi kelemahan logika sistem internal sebelum ancaman nyata bermunculan.

✓ Lolos pemeriksaan redaksi AI. Artikel ini ditulis AI, 9 klaimnya dicocokkan dengan sumber, dan diuji keterbacaannya sebelum terbit. Menemukan kekeliruan? Laporkan ke redaksi.
Sumber berita (1):
  1. Interesting Engineering: 1,600x faster: Google DeepMind agents expose weaknesses in older encryption methods
Lihat hasil pemeriksaan (9 klaim)
Pembuka: 8/10Kejelasan: 8/10Struktur: 9/10Manfaat: 8/10Bahasa: 9/10
KlaimPutusanDasar di sumber
Agen AI DeepMind menemukan teknik kriptografi yang mengekspos kelemahan enkripsi lawas RSA hingga 1.600 kali lebih cepat dari metode terdahulu.Didukung“discover cryptographic techniques that expose weaknesses in legacy RSA encryption up to 1,600 times faster than previous methods.”
Interesting Engineering
Menurut Google DeepMind, temuan ini tidak mengancam enkripsi modern yang digunakan untuk perbankan daring, aplikasi perpesanan, pembaruan perangkat lunak, maupun mata uang digital.Didukung“findings do not threaten modern encryption used to secure online banking, messaging apps, software updates, or digital currencies.”
Interesting Engineering
Pengumuman terobosan disampaikan oleh Wakil Presiden sekaligus Kepala Ilmuwan DeepMind, Pushmeet Kohli.Didukung“announced by DeepMind’s Vice President and Chief Scientist, Pushmeet Kohli, in a social media post today.”
Interesting Engineering
Riset berfokus pada RSA-1024, standar lama yang telah banyak digantikan oleh kunci 2048-bit atau lebih besar.Didukung“The research focused on 1024-bit RSA, an outdated encryption standard largely replaced by stronger 2048-bit or larger keys.”
Interesting Engineering
Agen AI bekerja di bawah pengawasan manusia untuk memecahkan persoalan matematika yang sebelumnya membutuhkan riset manual ekstensif.Didukung“The company said its AI agents, working under human supervision, compressed that timeline by rapidly exploring mathematical problems that traditionally required extensive manual research.”
Interesting Engineering
Penelitian dipimpin oleh Dj Dvijotham dan Abhradeep Thakurta bekerja sama dengan peneliti dari UC San Diego dan Inria Prancis.Didukung“The study, led by Dj Dvijotham and Abhradeep Thakurta in collaboration with researchers from the University of California San Diego and France’s Inria”
Interesting Engineering
Agen AI menemukan bahwa padding hampir tidak memberikan perlindungan tambahan jika penyerang mengendalikan sekitar setengah atau lebih blok data yang ditandatangani.Didukung“the AI agents found that once an attacker controls roughly half of the signed data block or more, padding offers virtually no additional protection.”
Interesting Engineering
Pengujian sandbox mereproduksi tolok ukur RSA-1024 dengan waktu CPU 3,5 kali lebih sedikit dan daya komputasi kurang dari seperseribu daya faktorisasi kunci tolok ukur tersebut.Didukung“requiring 3.5 times less CPU time and less than one-thousandth of the computational power needed to factor the benchmark key itself.”
Interesting Engineering
Algoritma AI untuk faktorisasi massal memangkas rata-rata biaya komputasi tiap kunci tambahan RSA-1024 hingga sekitar 30 kali dibanding teknik terdahulu.Didukung“reducing the average computational cost of factoring each additional 1024-bit RSA key by about 30 times compared with previous batch techniques.”
Interesting Engineering

Video AI terbaru

How Siemens Accelerates Production Planning and Quality Control With NVIDIA AI NVIDIA

Baca juga