Tutor Intelligence Raih 75 Juta Dolar AS, Bawa Robot Sewa Per Jam ke Gudang
Startup robotika Tutor Intelligence menghadirkan model sewa robot fleksibel tanpa biaya beli di muka, didukung operator jarak jauh dan kecerdasan buatan.

Foto: The Next Web (Dokumentasi editorial)
Poin penting
- Tutor Intelligence mengantongi pendanaan Seri B sebesar 75 juta dolar AS yang dipimpin oleh a16z.
- Perusahaan menyewakan robot Sonny dan Cassie dengan skema bayar per jam atau per barang yang diambil.
- Robot dipandu operator manusia jarak jauh guna mengumpulkan data operasional untuk melatih model AI.
Mengadopsi otomatisasi gudang kini tidak lagi menuntut belanja modal bernilai miliaran rupiah di awal. Startup robotika asal Amerika Serikat, Tutor Intelligence, baru saja mengantongi pendanaan Seri B senilai 75 juta dolar AS untuk memperluas model bisnis sewa robot per jam bagi sektor logistik dan manufaktur.
Putaran pendanaan yang dipimpin oleh Andreessen Horowitz (a16z) tersebut membuat total modal ventura Tutor mencapai 117 juta dolar AS. Investor terdahulu seperti Union Square Ventures dan Neo turut berpartisipasi dalam putaran ini, sebagaimana dilaporkan The Next Web.
Kolaborasi Operator Manusia dan AI
Tutor didirikan dari laboratorium riset MIT oleh Alon Kosowsky-Sachs dan Josh Gruenstein. Perusahaan ini mengembangkan dua robot pekerja bernama Sonny dan Cassie yang digerakkan oleh model dasar robotika, sistem AI terintegrasi yang memungkinkan robot mengenali objek fisik dan menentukan tindakan motorik secara mandiri.
Alih-alih bekerja sepenuhnya otonom sejak awal, robot terhubung internet ini dibantu oleh operator manusia jarak jauh atau pemandu saat menemui kendala. Setiap tugas penanganan barang—mulai dari sereal, kosmetik, hingga mainan—menghasilkan data lapangan yang dipakai perusahaan untuk memperbarui model AI secara berkala.
Pembelajaran berkelanjutan dari ragam penerapan nyata adalah jalur peralihan dari kemampuan khusus menuju robotika multiguna.
Pernyataan tersebut disampaikan oleh General Partner a16z, Raghu Raghuram. Tutor menawarkan model Robot-as-a-Service tanpa pembelian di muka maupun kontrak jangka panjang. Pelanggan cukup membayar tarif per jam kerja atau per barang yang diambil, sementara instalasi dan perawatan ditangani langsung oleh Tutor.
Chief Executive Tutor Josh Gruenstein menyatakan permintaan pasar sangat tinggi hingga perusahaan kesulitan memenuhi pesanan dengan cepat. Jumlah fasilitas pengguna robot tercatat naik hampir empat kali lipat dalam setahun terakhir, dengan target penggelaran lebih dari 1.000 unit robot terikat kontrak pada akhir 2027.
Apa Artinya bagi Pelaku Usaha
Bagi manajer operasional dan pemilik bisnis rantai pasok di Indonesia, skema bayar per jam menghapus hambatan investasi awal yang selama ini menjadi momok digitalisasi logistik. Perusahaan dapat mengalihkan biaya belanja modal (Capex) yang berisiko tinggi menjadi biaya operasional harian (Opex) yang terukur dan fleksibel mengikuti fluktuasi pesanan musiman.
Langkah antisipasi terbaik saat mengevaluasi solusi otomatisasi semacam ini adalah memulai dari lini penanganan barang berulang dengan tingkat kesalahan manusia yang tinggi. Pastikan vendor menanggung risiko pemeliharaan teknis serta pembaruan peranti lunak, sehingga tim internal gudang Anda dapat beralih mengawasi alur distribusi barang bernilai lebih tinggi tanpa terbebani kerepotan teknis mesin.
- The Next Web: Tutor Intelligence raises $75M from a16z to put robots to work by the hour
Lihat hasil pemeriksaan (13 klaim)
| Klaim | Putusan | Dasar di sumber |
|---|---|---|
| Tutor Intelligence mengantongi pendanaan Seri B sebesar 75 juta dolar AS yang dipimpin oleh a16z. | Didukung | “Tutor Intelligence, a robotics startup in Watertown, Massachusetts, has raised a $75 million Series B round led by Andreessen Horowitz.” Dinyatakan oleh The Next Web. |
| Putaran ini membawa total pendanaan Tutor Intelligence mencapai 117 juta dolar AS. | Didukung | “The round brings its total funding to $117 million, the company said in a statement on Monday.” Dinyatakan oleh The Next Web. |
| Union Square Ventures dan Neo turut berpartisipasi dalam putaran pendanaan tersebut. | Didukung | “Union Square Ventures, which led the Series A, and Neo, which led the seed round, also invested.” Dinyatakan oleh The Next Web. |
| Tutor didirikan dari laboratorium riset MIT oleh Alon Kosowsky-Sachs dan Josh Gruenstein. | Didukung | “Tutor started out of MIT’s Computer Science and Artificial Intelligence Laboratory.” Dinyatakan oleh The Next Web. |
| Dua robot pekerja Tutor bernama Sonny dan Cassie. | Didukung | “Tutor Intelligence’s robots, Sonny and Cassie, work in US factories and warehouses with help from remote human ‘tutors’.” Dinyatakan oleh The Next Web. |
| Robot dipandu oleh operator jarak jauh dan data penyelesaian tugas digunakan untuk melatih model AI. | Didukung | “Remote human operators, whom the company calls tutors, guide them. Every task the robots finish produces real-world data, and Tutor uses that data to train better models.” Dinyatakan oleh The Next Web. |
| Robot menangani barang seperti sereal sarapan, makanan ringan, permen, kosmetik, perlengkapan rumah, dan mainan. | Didukung | “The robots lift, move and handle goods such as breakfast cereals, snacks, sweets, cosmetics, home goods and toys.” Dinyatakan oleh The Next Web. |
| Pelanggan membayar dengan skema per jam atau per barang yang diambil, tanpa pembelian di muka dan tanpa kontrak jangka panjang. | Didukung | “Tutor charges for their work by the hour or by the pick. There is no upfront purchase and no long-term contract.” Dinyatakan oleh The Next Web. |
| Tutor menangani pemasangan, perawatan, serta pembaruan perangkat lunak dan model. | Didukung | “It handles deployment and maintenance, and it sends the robots software and model updates.” Dinyatakan oleh The Next Web. |
| Jumlah fasilitas pengguna robot meningkat hampir empat kali lipat dibanding setahun lalu. | Didukung | “Tutor said its robots now work in almost four times as many facilities as a year ago.” Dinyatakan oleh The Next Web. |
| Tutor menargetkan lebih dari 1.000 unit robot terikat kontrak pada akhir 2027. | Didukung | “It expects to have more than 1,000 robots under contract by the end of 2027, all built in the US.” Dinyatakan oleh The Next Web. |
| CEO Josh Gruenstein menyatakan perusahaan kesulitan membuat robot dengan cukup cepat untuk memenuhi permintaan. | Didukung | ““We can hardly build robots fast enough,” said Josh Gruenstein, Tutor’s co-founder and chief executive.” Dinyatakan oleh The Next Web. |
| Raghu Raghuram adalah General Partner di Andreessen Horowitz. | Didukung | “Raghu Raghuram is a general partner at Andreessen Horowitz and a former VMware chief executive.” Dinyatakan oleh The Next Web. |
Video AI terbaru
Coinbase on OpenAI Private Intelligence


