Langsung ke isi
· Kabar AI & robotika, jernih dan terverifikasiNewsletter  ·  Majalah  ·  Kelas & Layanan
Tampilan
Pengaturan tampilan
Tema

Kabar AI yang mudah dibaca.

Pilihan tersimpan di perangkat Anda.

Langganan
Terkini
Trending

AirNav Pamerkan AI Navigasi Udara dan Rencana Menara Digital di AS

AirNav Indonesia memamerkan pemanfaatan AI dan pemantauan sinyal satelit di Amerika Serikat untuk mempercepat layanan serta memangkas risiko gangguan penerbangan.

Ilustrasi: liput24

Poin penting

  • AirNav memakai kecerdasan buatan bersama Telkom University untuk menyusun pesan NOTAM secara otomatis.
  • Sistem baru memantau gangguan sinyal satelit secara langsung demi menjaga keamanan 5.000 penerbangan harian.
  • Pengembangan menara digital dan sistem pendaratan presisi disiapkan lewat kerja sama internasional.

Pengelola ruang udara nasional kini mulai memakai kecerdasan buatan untuk mempercepat alur informasi keselamatan penerbangan. Langkah ini krusial demi menjaga kelancaran ribuan penerbangan harian di seluruh pelosok Indonesia.

Lembaga Penyelenggara Pelayanan Navigasi Penerbangan Indonesia atau AirNav Indonesia memamerkan sejumlah teknologi baru di Arlington, Virginia, Amerika Serikat. Pemaparan tersebut berlangsung dalam forum Aviation Safety and Security Reverse Trade Mission.

Acara itu diadakan oleh United States Trade and Development Agency pada Selasa, 27 Oktober 2026. Laporan kegiatan ini diberitakan oleh CNN Indonesia.

AirNav mengelola wilayah seluas 7,79 juta kilometer persegi. Wilayah itu terbagi menjadi dua area informasi penerbangan, yaitu Jakarta dan Ujung Pandang.

Setiap hari, ada sekitar 5.000 penerbangan yang melintasi langit Nusantara. Ruang udara Indonesia juga berbatasan langsung dengan sepuluh area milik negara tetangga.

"Kami tidak hanya berfokus menjaga keandalan fasilitas komunikasi, navigasi, dan pengawasan yang ada, tetapi juga aktif mengembangkan inovasi berbasis digital dan kecerdasan buatan guna menjawab tantangan ruang udara yang semakin padat dan dinamis," kata Zainal Arifin Harahap, Direktur Teknik AirNav Indonesia.

Pemanfaatan AI dan Pemantauan Sinyal Satelit

Salah satu inovasi penting adalah penyusunan NOTAM berbasis kecerdasan buatan. NOTAM merupakan dokumen resmi berisi pemberitahuan penting terkait keselamatan operasi penerbangan.

Sistem ini dikembangkan bersama Telkom University. Teknologi model bahasa besar dipakai untuk mengubah kalimat biasa menjadi format standar secara otomatis.

Proses otomatis ini memangkas waktu kerja staf operasional. Informasi penting bandara bisa disebarkan ke maskapai dengan jauh lebih cepat.

AirNav juga memamerkan sistem pemantau gangguan sinyal navigasi satelit. Alat ini bekerja membaca gangguan frekuensi radio secara waktu nyata.

Sistem tersebut mampu memetakan letak gangguan frekuensi radio. Peringatan dini langsung dikirim ke petugas jika ada sinyal satelit yang terganggu.

Selain itu, ada sistem manajemen lalu lintas udara mandiri bernama EMIRA. Perusahaan juga menyiapkan alat pengamat penerbangan berbasis jaringan sensor Internet of Things.

AirNav turut memamerkan sistem pertukaran data penerbangan bernama FF-ICE. Sistem tersebut sebelumnya telah diuji coba di Hanoi, Vietnam, pada 23 Juli 2025.

Rencana Menara Pemandu Digital

Dalam pertemuan tersebut, Zainal memaparkan rencana pengembangan menara pemandu digital atau Remote Digital Tower. Konsep ini ditujukan untuk bandara dengan lalu lintas sepi.

AirNav juga menjajaki sistem pendaratan presisi TLS untuk landasan dengan medan geografis menantang. Selain itu, riset navigasi satelit SBAS dirancang untuk meneliti ionosfer khatulistiwa.

Program kerja sama ini berlangsung sejak 26 Oktober hingga 6 November 2026. Delegasi Indonesia dan Filipina bertemu perusahaan Amerika Serikat untuk membahas transfer teknologi.

"Forum ini membuka ruang kolaborasi teknis guna memastikan sistem navigasi nasional selaras dengan perkembangan standar keselamatan penerbangan global," kata Zainal Arifin Harahap, Direktur Teknik AirNav Indonesia.

Apa Artinya bagi Pelaku Usaha

Bagi pemimpin perusahaan logistik dan maskapai, pemanfaatan kecerdasan buatan pada navigasi udara menekan risiko penundaan operasional. Informasi bahaya bandara yang disajikan lebih cepat membuat keputusan rute kargo menjadi lebih efisien.

Pemantauan sinyal satelit secara langsung juga melindungi aset armada pengiriman dari risiko salah arah navigasi. Keamanan operasional yang lebih baik menjaga keandalan rantai pasok antarwilayah kepulauan.

Rencana menara pemandu digital dapat mempercepat pembukaan layanan penerbangan di bandara perintis. Biaya infrastruktur fisik yang terpangkas memberi peluang bisnis baru di daerah terpencil bagi pelaku usaha lokal.

✓ Lolos pemeriksaan redaksi AI. Artikel ini ditulis AI, 10 klaimnya dicocokkan dengan sumber, dan diuji keterbacaannya sebelum terbit. Menemukan kekeliruan? Laporkan ke redaksi.
Sumber berita (1):
  1. CNN Indonesia: AirNav Indonesia Pamerkan Inovasi Navigasi Penerbangan di AS
Lihat hasil pemeriksaan (10 klaim)
Pembuka: 7/10Kejelasan: 8/10Struktur: 8/10Manfaat: 7/10Bahasa: 8/10
KlaimPutusanDasar di sumber
AirNav Indonesia memamerkan pemanfaatan AI, pemantauan sinyal satelit, dan rencana menara digital di Amerika Serikat.Didukung“AirNav Indonesia menampilkan sejumlah inovasi untuk mendukung modernisasi layanan navigasi penerbangan dalam sesi Business Briefing pada rangkaian Aviation Safety and Security Reverse Trade Mission”
CNN Indonesia memberitakan paparan inovasi AirNav pada forum di AS.
Pemaparan berlangsung di Arlington, Virginia, Amerika Serikat pada Selasa, 27 Oktober 2026 dalam forum Aviation Safety and Security Reverse Trade Mission yang diadakan USTDA.Didukung“diselenggarakan United States Trade and Development Agency (USTDA) di Arlington, Virginia, Amerika Serikat, Selasa (27/10).”
CNN Indonesia memuat lokasi, tanggal, dan penyelenggara acara.
AirNav mengelola wilayah pelayanan seluas sekitar 7,79 juta kilometer persegi yang terbagi dalam dua FIR, yaitu FIR Jakarta dan FIR Ujung Pandang.Didukung“AirNav melayani navigasi penerbangan pada dua Flight Information Region (FIR), yakni FIR Jakarta dan FIR Ujung Pandang, dengan luas wilayah pelayanan sekitar 7,79 juta kilometer persegi.”
CNN Indonesia mencantumkan cakupan wilayah dan pembagian FIR AirNav.
AirNav menangani sekitar 5.000 penerbangan per hari dan berbatasan langsung dengan 10 FIR negara tetangga.Didukung“Dengan menangani sekitar 5.000 penerbangan per hari dan wilayah pelayanan yang berbatasan dengan 10 FIR negara tetangga”
CNN Indonesia mencantumkan volume penerbangan harian dan perbatasan wilayah udara.
AirNav mengembangkan sistem penyusunan NOTAM berbasis AI bersama Telkom University menggunakan model bahasa besar untuk mengubah bahasa biasa menjadi format standar.Didukung“AirNav juga mengembangkan penyusunan NOTAM berbasis AI bersama Telkom University. Teknologi ini memanfaatkan model bahasa besar untuk membantu mengubah masukan bahasa biasa menjadi format NOTAM”
CNN Indonesia melaporkan kerja sama AI untuk NOTAM dengan Telkom University.
AirNav menampilkan sistem pemantau gangguan frekuensi radio navigasi satelit secara waktu nyata (GNSS Radio Frequency Interference Monitoring) yang dapat memetakan lokasi dan memberi peringatan.Didukung“AirNav menampilkan GNSS Radio Frequency Interference Monitoring, yakni sistem untuk memantau gangguan frekuensi radio pada sinyal navigasi satelit secara waktu nyata.”
CNN Indonesia memaparkan sistem pemantauan gangguan sinyal navigasi satelit.
Sistem FF-ICE telah didemonstrasikan di Hanoi, Vietnam pada 23 Juli 2025.Didukung“Sistem tersebut telah didemonstrasikan dalam APAC TBO Pathfinder Conference di Hanoi, Vietnam, pada 23 Juli 2025.”
CNN Indonesia mencantumkan lokasi dan tanggal uji coba/demonstrasi sistem FF-ICE.
AirNav mengembangkan sistem manajemen lalu lintas udara EMIRA secara internal serta teknologi ADS-B berbasis IoT.Didukung“Pengembangan lainnya mencakup EMIRA, sistem manajemen lalu lintas udara terintegrasi dan modular yang dikembangkan secara internal, serta teknologi ADS-B berbasis Internet of Things”
CNN Indonesia merinci sistem EMIRA dan ADS-B IoT.
AirNav merencanakan pengembangan Remote/Digital Tower untuk bandara berkepadatan rendah, riset SBAS untuk ionosfer ekuatorial, dan penjajakan TLS untuk pendaratan presisi di medan tertentu.Didukung“Zainal juga menyampaikan rencana pengembangan Remote/Digital Tower, Satellite-Based Augmentation System (SBAS), dan Transponder Landing System (TLS).”
CNN Indonesia menyebutkan rencana ketiga teknologi tersebut beserta fungsinya.
Program RTM berlangsung pada 26 Oktober hingga 6 November 2026 dengan melibatkan delegasi Indonesia dan Filipina.Didukung“Program RTM berlangsung pada 26 Oktober-6 November 2026 dengan melibatkan delegasi Indonesia dan Filipina.”
CNN Indonesia mencantumkan jadwal program dan negara peserta.

Video AI terbaru

Your Spark, Your Story: Yannik Marek | NVIDIA RTX Spark NVIDIA

Baca juga