AS Dakwa Tiga Pria Terkait Skema Penipuan Suara AI Senilai 129 Juta Dolar
Jaksa New York mendakwa tiga pria terkait skema 129 juta dolar AS yang meniru suara eksekutif memakai AI. Uang korban dicuci melalui kripto ke berbagai negara.

Foto: The Next Web (Dokumentasi editorial)
Poin penting
- Jaksa New York mendakwa tiga pria terkait skema 129 juta dolar AS yang meniru suara pimpinan dengan AI.
- Terdakwa dituduh meminta transfer rahasia ke rekening luar negeri lalu mencucinya lewat aset kripto.
- Seluruh dakwaan merupakan tuduhan hukum dan ketiga tersangka diposisikan tidak bersalah sebelum peradilan.
Jaksa penuntut di New York resmi mendakwa tiga pria terkait dugaan keterlibatan dalam skema penipuan senilai 129 juta dolar AS yang memalsukan suara eksekutif perusahaan menggunakan kecerdasan buatan. Sebagaimana dilaporkan The Next Web, para pelaku dituduh menyamar sebagai pejabat eksekutif serta pengacara dalam panggilan telepon, lalu mencuci dana kejahatan melalui aset kripto.
Ketiga terdakwa adalah Jacob Soall (41), Sharon Hazan (54), dan Guy Sheetrit (42). Kepolisian Spanyol menangkap Soall dan Hazan pada Juni dan Agustus, sementara kepolisian Inggris menangkap Sheetrit pada September lalu.
Pemerintah Amerika Serikat kini telah mengajukan permohonan ekstradisi untuk ketiganya. Jaksa penuntut menegaskan dakwaan ini masih berupa tuduhan resmi di pengadilan, sehingga ketiga pria tersebut tetap diposisikan tidak bersalah sampai ada putusan hukum berkekuatan tetap.
Modus Peniruan Suara AI dan Pencucian Kripto
Berdasarkan surat dakwaan, skema penipuan ini beroperasi dari 2024 hingga 2026. Pelaku menghubungi karyawan perusahaan sambil menyamar sebagai Chief Executive Officer (CEO) menggunakan tiruan suara atau gambar berbasis AI untuk meminta bantuan transaksi rahasia.
Sosok pimpinan tiruan itu menginstruksikan karyawan menghubungi pengacara di sebuah firma hukum internasional besar. Rekan pelaku kemudian berpura-pura menjadi pengacara tersebut dan memberikan nomor rekening untuk transfer dana dalam jumlah besar.
Menurut dakwaan, Soall terutama berperan menyamar sebagai pengacara Inggris dengan menyiapkan naskah tulisan tangan berjudul Lawyer Call. Sementara itu, Hazan dan Sheetrit dituduh mengelola pencucian uang hasil kejahatan tersebut.
Daftar korban meliputi jaringan rumah sakit di Missouri yang rugi sekitar 4,8 juta dolar AS dan firma teknologi finansial Inggris sebesar 11,6 juta dolar AS. Korban lain mencakup sebuah bank di Rhode Island, rumah sakit California, reksa dana Massachusetts, serta pabrik pakan hewan di Florida.
Dana korban dialirkan ke berbagai rekening di Spanyol, Yunani, Uni Emirat Arab, Singapura, dan China sebelum dikonversi menjadi aset kripto guna mengaburkan jejaknya. Ketiganya menghadapi dakwaan penipuan kawat, pencucian uang, dan pencurian identitas yang membawa ancaman hukuman penjara hingga 20 tahun.
Apa Artinya bagi Pelaku Usaha
Kasus ini menunjukkan ancaman rekayasa sosial berbasis AI kini telah menjadi risiko operasional nyata bagi stabilitas kas perusahaan. Pelaku usaha di Indonesia tidak bisa lagi mengandalkan instruksi lisan atau panggilan telepon pimpinan sebagai instrumen tunggal otorisasi transaksi keuangan.
Manajemen perusahaan wajib memperketat prosedur transfer dana dengan menerapkan verifikasi silang melalui kanal komunikasi resmi yang terpisah. Permintaan pencairan bernilai besar, terutama yang beralasan kesepakatan rahasia atau instruksi mendesak dewan direksi, harus melalui persetujuan berjenjang dan otorisasi ganda sebelum dana dikirim.
Pelatihan kesadaran keamanan siber bagi staf keuangan dan divisi operasional juga perlu diperbarui secara berkala agar mampu mengenali anomali komunikasi berbasis AI. Kewaspadaan sistematis dan pemisahan wewenang perbankan adalah benteng utama untuk mencegah kerugian finansial akibat skema penyamaran identitas modern.
- The Next Web: US charges three men over $129m scheme that faked CEOs’ voices with AI
Lihat hasil pemeriksaan (11 klaim)
| Klaim | Putusan | Dasar di sumber |
|---|---|---|
| Jaksa New York mendakwa tiga pria terkait skema penipuan senilai 129 juta dolar AS yang memalsukan suara eksekutif menggunakan AI serta mencuci uang lewat kripto. | Didukung | “Prosecutors in New York say the men posed as executives and lawyers on calls, then laundered the money through crypto.” The Next Web |
| Terdakwa adalah Jacob Soall (41), Sharon Hazan (54), dan Guy Sheetrit (42). | Didukung | “The men are Jacob Soall, 41, Sharon Hazan, 54, and Guy Sheetrit, 42.” The Next Web |
| Polisi Spanyol menangkap Soall dan Hazan pada Juni dan Agustus, sedangkan polisi Inggris menangkap Sheetrit pada September. | Didukung | “Spanish police arrested Soall and Hazan in June and August, and UK police arrested Sheetrit in September.” The Next Web |
| Pemerintah AS meminta ekstradisi ketiga tersangka, dan dakwaan ini masih berupa tuduhan sehingga mereka diposisikan tidak bersalah. | Didukung | “The US has asked for all three to be extradited.” The Next Web |
| Skema penipuan berlangsung dari tahun 2024 hingga 2026 menurut dakwaan. | Didukung | “The scheme ran from 2024 to 2026, according to the indictment.” The Next Web |
| Pelaku menelpon karyawan menyamar sebagai CEO menggunakan tiruan suara atau gambar AI untuk meminta bantuan transaksi rahasia. | Didukung | “The men would call an employee while posing as the company’s chief executive, using AI to mimic the boss’s voice or image. They would ask for help with a secret deal.” The Next Web |
| CEO palsu mengarahkan staf menghubungi pengacara di firma hukum internasional, lalu anggota lain menyamar sebagai pengacara untuk memberikan detail rekening transfer. | Didukung | “The fake CEO then told the employee to contact a lawyer at a large international law firm. Another member of the group posed as that lawyer and gave the bank details for a large transfer.” The Next Web |
| Soall menyamar sebagai pengacara Inggris dan menyimpan naskah 'Lawyer Call', sementara Hazan dan Sheetrit dituduh mencuci uang. | Didukung | “Soall mainly posed as UK lawyers and kept a handwritten script called Lawyer Call , according to the indictment. Hazan and Sheetrit are accused of laundering the money.” The Next Web |
| Korban penipuan mencakup sistem rumah sakit Missouri yang rugi sekitar 4,8 juta dolar AS dan fintech Inggris sebesar 11,6 juta dolar AS, serta sejumlah institusi lain. | Didukung | “The victims included a Missouri hospital system, which lost about $4.8m, and a UK fintech company, which lost about $11.6m.” The Next Web |
| Uang korban dikirim ke rekening di Spanyol, Yunani, UEA, Singapura, dan China sebelum diubah ke aset kripto. | Didukung | “The money went to accounts in countries including Spain, Greece, the UAE, Singapore, and China. It was then turned into cryptocurrency to hide where it came from, prosecutors said.” The Next Web |
| Ketiga terdakwa menghadapi dakwaan wire fraud, money laundering, dan identity theft dengan ancaman hingga 20 tahun penjara. | Didukung | “The three face charges including wire fraud, money laundering, and aggravated identity theft. The most serious counts carry up to 20 years in prison.” The Next Web |
Video AI terbaru
How Siemens Plans Production in Minutes With NVIDIA AI


