Booming Pusat Data AI Terancam Defisit Pasokan Tembaga Global
Lonjakan infrastruktur kecerdasan buatan menghadapi hambatan fisik akibat ancaman kelangkaan tembaga dunia dan lambatnya pengembangan tambang baru.

Foto: The Next Web (Dokumentasi editorial)
Poin penting
- IEA memproyeksikan pasokan tembaga primer bisa defisit 25 persen pada 2035 di bawah kebijakan saat ini.
- Riset S&P Global mencatat pembukaan tambang baru butuh waktu rata-rata hampir 18 tahun sejak penemuan awal.
- Kendala pasokan listrik dan infrastruktur fisik berisiko menunda 20 persen proyek pusat data di dunia.
Rencana ekspansi masif pusat data kecerdasan buatan (AI) kini membentur keterbatasan material tambang di dunia nyata. Lonjakan kebutuhan komputasi menuntut pasokan energi dan transmisi listrik yang sangat bergantung pada logam tembaga.
CEO Galantas Gold Mario Stifano mengungkapkan peringatan tersebut dalam wawancara dengan The Next Web. Menurutnya, industri teknologi dan sektor pertambangan berjalan pada garis waktu yang sangat berbeda.
Kesenjangan Pasokan dan Lamanya Siklus Tambang
Data International Energy Agency (IEA) menunjukkan konsumsi listrik pusat data tumbuh 17 persen pada 2025. Angka tersebut diperkirakan berlipat ganda pada 2030, didorong oleh akselerasi fasilitas khusus AI.
Setiap fasilitas membutuhkan gardu induk, trafo, dan kabel transmisi yang padat tembaga. Pada saat bersamaan, IEA memproyeksikan pasokan tembaga primer berisiko defisit sekitar 25 persen pada 2035.
Di sisi pasokan, riset S&P Global mencatat pembukaan tambang baru memerlukan waktu rata-rata hampir 18 tahun sejak penemuan awal. IEA bahkan memperkirakan 20 persen proyek pusat data global berisiko tertunda akibat kendala jaringan listrik.
Komitmen belanja miliaran dolar untuk infrastruktur AI tidak serta-merta menjamin material fisik tersedia saat tim konstruksi membutuhkannya di lapangan.
Selain tembaga, emas tetap dibutuhkan dalam komponen penting seperti co-packaged optics, teknologi penghubung optik langsung ke prosesor. Namun, efisiensi desain membuat permintaan emas di sektor teknologi tetap terspesialisasi tanpa lonjakan volume drastis.
Apa Artinya bagi Pelaku Usaha
Keterbatasan rantai pasok material fisik ini berdampak langsung pada biaya operasional perusahaan yang mengandalkan infrastruktur komputasi awan. Kenaikan belanja modal pusat data hampir pasti diteruskan kepada pengguna akhir dalam bentuk lonjakan tarif layanan cloud dan sewa server AI.
Pelaku usaha di Indonesia perlu mengantisipasi risiko penundaan ekspansi pusat data regional dengan tidak bergantung pada satu penyedia infrastruktur. Lakukan audit utilisasi beban kerja komputasi secara berkala agar pengeluaran teknologi tetap terkendali dan tidak membengkak.
Langkah mitigasi berikutnya adalah mengamankan kontrak kapasitas cloud jangka panjang dengan harga tetap sebelum lonjakan tarif infrastruktur terjadi. Perusahaan juga sebaiknya mulai menerapkan model AI yang lebih ramping dan efisien energi guna menekan kebutuhan daya komputasi harian.
- The Next Web: Galantas CEO Mario Stifano on AI, data centres and the copper supply gap
Lihat hasil pemeriksaan (8 klaim)
| Klaim | Putusan | Dasar di sumber |
|---|---|---|
| Ekspansi pusat data kecerdasan buatan terancam defisit pasokan tembaga global dan lambatnya pengembangan tambang baru. | Didukung | “The IEA’s 2026 outlook estimates that, under today’s policies, existing and announced projects could leave primary copper supply about 25% short of requirements in 2035.” Disebutkan oleh Mario Stifano mengutip proyeksi IEA dan analisis industri pertambangan dalam wawancara The Next Web. |
| IEA memproyeksikan pasokan tembaga primer bisa defisit sekitar 25 persen pada 2035 di bawah kebijakan saat ini. | Didukung | “The IEA’s 2026 outlook estimates that, under today’s policies, existing and announced projects could leave primary copper supply about 25% short of requirements in 2035.” Disebutkan dalam laporan IEA 2026 yang dikutip di The Next Web. |
| Riset S&P Global mencatat pembukaan tambang baru rata-rata membutuhkan waktu hampir 18 tahun sejak penemuan awal. | Didukung | “S&P Global found that mines starting production between 2020 and 2024 took almost 18 years on average from discovery.” Disebutkan dalam temuan S&P Global yang dikutip The Next Web. |
| IEA memperkirakan sekitar 20 persen proyek pusat data global berisiko tertunda akibat kendala jaringan listrik. | Didukung | “The IEA has estimated that, unless these constraints are addressed, around 20% of planned data-centre projects worldwide could be at risk of delay. That’s mainly a grid problem rather than a copper shortage” Disebutkan dalam estimasi IEA yang dikutip di The Next Web. |
| Industri teknologi dan sektor pertambangan bekerja dengan garis waktu yang sangat berbeda. | Didukung | “The technology industry and the mining industry work on very different timelines.” Pernyataan langsung CEO Galantas Gold Mario Stifano di The Next Web. |
| Konsumsi listrik pusat data tumbuh 17 persen pada 2025 dan diperkirakan berlipat ganda pada 2030 menurut analisis IEA. | Didukung | “The IEA’s latest analysis found that data-centre electricity use grew 17% in 2025. It expects that use to roughly double by 2030, with AI-focused facilities growing faster still.” Analisis IEA yang dikutip dalam The Next Web. |
| Komitmen belanja miliaran dolar untuk infrastruktur AI tidak menjamin ketersediaan material fisik saat tim konstruksi membutuhkannya. | Didukung | “A commitment to spend billions on AI infrastructure doesn’t mean the materials will be there when construction teams need them.” Kutipan pernyataan Mario Stifano di The Next Web. |
| Emas digunakan dalam teknologi co-packaged optics yang menempatkan koneksi optik langsung di sebelah prosesor, dengan peran yang tetap terspesialisasi. | Didukung | “One is co-packaged optics, which places optical connections right next to the processor so AI systems can move data faster and use less power. Some of the optical components and high-frequency electrodes in those designs use gold.” Penjelasan Mario Stifano mengenai aplikasi emas dalam perangkat keras AI di The Next Web. |
Video AI terbaru
GPT-Image-2.6: Faster image generation with Flare and Sunburst


