Langsung ke isi
· Kabar AI & robotika, jernih dan terverifikasiNewsletter  ·  Majalah  ·  Kelas & Layanan
Tampilan
Pengaturan tampilan
Tema

Kabar AI yang mudah dibaca.

Pilihan tersimpan di perangkat Anda.

Langganan
Terkini
Trending

Robot Hopcopter Gabungkan Lompatan dan Terbang untuk Taklukkan Medan Sulit

Hopcopter generasi baru kini dibekali kaki fleksibel antiselip dan diklaim sepuluh kali lebih hemat energi dibanding drone biasa untuk inspeksi area terpencil.

Foto liputan New Atlas untuk berita: Robot Hopcopter Gabungkan Lompatan dan Terbang untuk Taklukkan Medan Sulit.

Foto: New Atlas (Dokumentasi editorial)

Video dari sumber berita. Buka video

Poin penting

  • Hopcopter memadukan drone empat baling-baling dan kaki pegas untuk memangkas daya hingga 90 persen.
  • Bantalan kaki fleksibel rancangan University of Toronto memangkas variasi performa lintasan hingga 84 persen.
  • Pengembang menyiapkan modul AI navigasi rintangan sebelum meluncurkan versi komersial untuk sektor industri.

Tim peneliti gabungan dari Hong Kong dan Kanada memperkenalkan pembaruan robot Hopcopter yang mampu melompat sekaligus terbang di permukaan ekstrem. Inovasi ini ditujukan untuk memecahkan dilema industri antara drone terbang yang boros baterai dan robot darat yang kerap terhalang tangga atau batuan terjal.

Menurut laporan New Atlas, purwarupa ini dirancang oleh periset dari City University of Hong Kong dan The Hong Kong University of Science and Technology. Hopcopter mengombinasikan rangka drone empat baling-baling (quadcopter) dengan satu kaki tunggal berpegas.

Efisiensi Daya Berkat Cara Bergerak Hibrida

Cara kerja Hopcopter terinspirasi dari perilaku burung yang lebih sering melompat daripada terus terbang guna menghemat cadangan tenaga. Robot dapat bergerak melompat di permukaan tanah dan hanya akan mengudara layaknya drone biasa jika tidak menemukan pijakan yang aman.

Saat melompat, robot memasuki fase jatuh bebas dan motor baling-baling hanya menyala sepersekian detik ketika mendorong tubuhnya naik. Menurut para peneliti dalam publikasi ilmiah di jurnal Advanced Intelligent Systems, metode ini membuat Hopcopter menjelajah jarak jauh dengan konsumsi daya sepersepuluh dari drone seukurannya.

Penyempurnaan Tapak Fleksibel Lintas Medan

Generasi pertama Hopcopter yang rilis dua tahun lalu sempat menemui kendala stabilitas. Robot tersebut mudah ambruk di lereng miring, terperosok ke dalam pasir, dan tergelincir ketika mendarat di permukaan es yang licin.

Untuk memecahkan masalah tersebut, mitra riset dari University of Toronto merancang tapak kaki fleksibel baru. Tapak ini berukuran lebih lebar untuk meratakan beban, dilengkapi tiga karet penegang stabilitas, serta gerigi pendek pencegah selip di bagian alasnya.

Hasil pengujian tim memperlihatkan tapak baru tersebut sukses memangkas variasi penurunan performa di beragam medan hingga 84 persen. Pencipta Hopcopter kini tengah bersiap membawa teknologi ini ke fase komersialisasi, termasuk merencanakan integrasi modul kecerdasan buatan (AI) untuk penghindaran rintangan secara otonom.

Apa Artinya bagi Pelaku Usaha

Efisiensi baterai hingga sembilan puluh persen membawa angin segar bagi efisiensi belanja operasional (opex) di sektor pertambangan, energi, dan perkebunan Indonesia. Selama ini, patroli infrastruktur jarak jauh pada medan berat menuntut armada drone berbiaya baterai mahal atau inspeksi darat berisiko tinggi bagi pekerja lapangan.

Kombinasi melompat dan terbang memungkinkan inspeksi fasilitas di lereng tambang terjal atau area berbatu dilakukan tanpa khawatir unit robot tersangkut. Daya tahan baterai yang jauh lebih panjang juga menekan kebutuhan logistik stasiun pengisian daya di pedalaman.

Meskipun unit komersial belum resmi dijual, para pemimpin operasional disarankan mulai memetakan area kerja berkategori bahaya tinggi dan sulit dijangkau robot beroda. Memantau integrasi modul AI pada robot hibrida semacam ini akan mempercepat kesiapan perusahaan saat teknologi siap diadopsi.

✓ Lolos pemeriksaan redaksi AI. Artikel ini ditulis AI, 12 klaimnya dicocokkan dengan sumber, dan diuji keterbacaannya sebelum terbit. Menemukan kekeliruan? Laporkan ke redaksi.
Sumber berita (1):
  1. New Atlas: Hopping, flying robot gets an all-terrain upgrade
Lihat hasil pemeriksaan (12 klaim)
Pembuka: 8/10Kejelasan: 8/10Struktur: 9/10Manfaat: 8/10Bahasa: 8/10
KlaimPutusanDasar di sumber
Hopcopter dirancang oleh peneliti dari City University of Hong Kong dan The Hong Kong University of Science and Technology.Didukung“It was developed by researchers from City University of Hong Kong and The Hong Kong University of Science and Technology.”
New Atlas
Hopcopter mengombinasikan drone empat baling-baling dengan satu kaki pegas.Didukung“Essentially, it’s a quadcopter drone with a single spring-loaded leg that it can hop on”
New Atlas
Ide Hopcopter terinspirasi dari burung yang sering melompat ketimbang terus terbang untuk menghemat energi.Didukung“The idea was inspired by birds, which often hop from place to place instead of constantly flying, saving them a lot of energy.”
New Atlas
Saat melompat, robot memasuki fase jatuh bebas dan empat baling-baling menyala sangat singkat saat naik.Didukung“During the hop, the robot enters a free-fall state, and then, as it goes up, its four rotors engage very briefly.”
New Atlas
Metode tersebut diklaim membuat Hopcopter menggunakan hanya sepersepuluh energi drone seukuran.Didukung“According to the creators, this allows the Hopcopter to cover quite long distances while using just one-tenth the energy of a drone the same size.”
New Atlas
Hopcopter versi pertama diumumkan dua tahun lalu.Didukung“The original prototype , announced two years ago, could successfully land on its single leg on flat surfaces like concrete or fine gravel”
New Atlas
Versi awal Hopcopter tenggelam di pasir, tergelincir di es, dan kerap tumbang di permukaan miring.Didukung“it would sink into sand, slip on ice, and often fall over when trying to land on sloped surfaces.”
New Atlas
Mitra riset di University of Toronto merancang tapak kaki fleksibel baru.Didukung“research partners at the University of Toronto came up with a new flexible foot pad that helps the robot land on different types of terrain.”
New Atlas
Tapak kaki fleksibel memiliki permukaan lebih lebar, tiga karet elastis penegang, dan gerigi pendek di bagian bawah.Didukung“First, it has a wider surface, which helps distribute the robot’s weight more evenly and prevents it from sinking into soft soil or sand. It also features three rubber bands”
New Atlas
Tapak kaki baru memangkas variasi performa di berbagai medan hingga 84 persen.Didukung“The new foot pad reduced performance variation across different terrains by 84%.”
New Atlas
Pencipta Hopcopter berencana menyematkan modul AI untuk meningkatkan kemampuan penghindaran rintangan.Didukung“They are also planning to develop a version of Hopcopter with integrated AI modules to improve obstacle avoidance.”
New Atlas
Makalah penelitian Hopcopter dipublikasikan di jurnal Advanced Intelligent Systems.Didukung“A paper on the study was recently published in the journal Advanced Intelligent Systems .”
New Atlas

Video AI terbaru

Introducing ChatGPT Images 2.6 OpenAI

Baca juga