Langsung ke isi
· Kabar AI & robotika, jernih dan terverifikasiNewsletter  ·  Majalah  ·  Kelas & Layanan
Tampilan
Pengaturan tampilan
Tema

Kabar AI yang mudah dibaca.

Pilihan tersimpan di perangkat Anda.

Langganan
Terkini
Trending

Diserang Drone, Rusia Jajaki Pemindahan Data Center AI ke Bawah Tanah

Rusia menjajaki rencana memindahkan pusat data ke tambang bawah tanah setelah serangan drone Ukraina merusak superkomputer AI dan melumpuhkan layanan digital.

Foto liputan Ars Technica untuk berita: Diserang Drone, Rusia Jajaki Pemindahan Data Center AI ke Bawah Tanah.

Foto: Ars Technica (Dokumentasi editorial)

Poin penting

  • Serangan drone Ukraina merusak pusat data perbankan dan superkomputer AI milik raksasa teknologi Yandex.
  • Rusia berencana memindahkan fasilitas komputasi ke bawah tanah dan bekas tambang untuk perlindungan fisik.
  • Dekrit baru Kremlin mewajibkan alokasi 10 persen kapasitas server lokal untuk kepentingan darurat negara.

Infrastruktur komputasi awan Rusia mengalami krisis fisik serius. Gelombang serangan drone Ukraina dilaporkan berhasil menghantam fasilitas komputasi vital, termasuk pusat data yang menampung superkomputer kecerdasan buatan (AI) milik raksasa teknologi Yandex.

Laporan Ars Technica mengungkapkan bahwa serangan balasan tersebut merusak server perbankan Sberbank, platform VKontakte, hingga sistem digital Kementerian Keuangan Rusia. Akibatnya, jutaan warga sempat mengalami gangguan transaksi digital, e-commerce, hingga layanan pesan-antar makanan.

Rencana Memindahkan Data Center ke Tambang Bawah Tanah

Menghadapi kerentanan fisik ini, perusahaan telekomunikasi negara Rostelecom menjajaki pemindahan pusat data ke terowongan bawah tanah milik perusahaan tambang nikel Norilsk. Bahkan, sebuah proposal daerah menyarankan pembangunan server di tambang batu bara dengan taman kamuflase di atasnya.

Laporan media independen Meduza menyebut Yandex terpaksa merelokasi tiga superkomputer AI utamanya usai fasilitas asalnya menjadi sasaran drone. Superkomputer merupakan jejaring komputasi bertenaga raksasa yang dipakai untuk melatih model kecerdasan buatan.

Pada 2 November lalu, Presiden Vladimir Putin menandatangani dekrit darurat. Aturan tersebut mewajibkan operator menyisihkan 10 persen kapasitas komputasi nasional untuk kebutuhan pemerintah, sekaligus membuka izin darurat pemakaian server luar negeri.

Pelajaran Ketahanan dari Desentralisasi Sistem

Kondisi di Rusia memperlihatkan celah fatal dari sistem internet berdaulat yang sangat terpusat. Ketika beberapa simpul komputasi utama hancur, operasional bisnis digital berskala nasional langsung lumpuh serempak.

Sebaliknya, Ukraina mempertahankan layanan publiknya lewat strategi desentralisasi sejak awal 2022. Dukungan komputasi awan multinasional dari Amazon dan Microsoft, dipadu satelit Starlink milik SpaceX, terbukti menjaga ketahanan data pemerintahan mereka.

Apa Artinya bagi Pelaku Usaha

Krisis ini memberi peringatan keras bagi para direktur dan pengelola teknologi di sektor perbankan, logistik, maupun ritel modern. Ketergantungan operasional pada satu penyedia data center terpusat membawa risiko kelumpuhan total saat bencana fisik atau geopolitik melanda.

Pelaku usaha di Indonesia perlu segera meninjau ulang rencana pemulihan bencana (disaster recovery plan). Strategi multi-cloud, yang membagi penyimpanan data krusial di beberapa wilayah geografis berbeda, kini bukan lagi pemborosan biaya melainkan proteksi bisnis yang wajib disiapkan.

Lakukan audit berkala terhadap lokasi fisik server mitra teknologi Anda. Pastikan perusahaan memiliki jalur komunikasi cadangan mandiri dan cadangan data terenkripsi di luar zona operasional utama demi menjamin kelangsungan transaksi harian pelanggan.

✓ Lolos pemeriksaan redaksi AI. Artikel ini ditulis AI, 8 klaimnya dicocokkan dengan sumber, dan diuji keterbacaannya sebelum terbit. Menemukan kekeliruan? Laporkan ke redaksi.
Sumber berita (1):
  1. Ars Technica: Ukraine’s drone strikes spur hasty Russian plans for underground data centers
Lihat hasil pemeriksaan (8 klaim)
Pembuka: 8.5/10Kejelasan: 9/10Struktur: 9/10Manfaat: 8.5/10Bahasa: 8.5/10
KlaimPutusanDasar di sumber
Rusia menjajaki pemindahan pusat data ke bawah tanah menyusul serangan drone Ukraina yang merusak fasilitas superkomputer AI.Didukung“Russian tech companies are scrambling to harden and hide their data centers underground after Ukrainian drone strikes damaged facilities housing AI supercomputers”
Ars Technica melaporkan perusahaan teknologi Rusia berupaya memindahkan pusat data ke bawah tanah setelah drone Ukraina merusak fasilitas superkomputer AI.
Serangan drone Ukraina melumpuhkan atau merusak pusat data milik Yandex, Sberbank, VKontakte, dan Kementerian Keuangan Rusia.Didukung“degrading or knocking out data centers operated by Russian tech giant Yandex , the state-owned bank Sberbank, social media site VKontakte, and the Russian Ministry of Finance.”
Ars Technica menyebut pusat data Yandex, Sberbank, VKontakte, dan Kementerian Keuangan Rusia terdegradasi atau lumpuh akibat serangan.
Jutaan pengguna di Rusia mengalami gangguan layanan cloud, transaksi digital, perbankan digital, e-commerce, hingga pesan-antar makanan.Didukung“created widespread disruptions for popular payment and digital banking apps, e-commerce platforms, video streaming services, and ride-hailing and food delivery apps, among others.”
Ars Technica melaporkan gangguan luas terhadap berbagai aplikasi perbankan digital, e-commerce, hingga pengantaran makanan.
Rostelcom membahas kemungkinan memindahkan sebagian pusat data ke bawah tanah bersama perusahaan tambang Norilsk.Didukung“state-owned telecommunications company Rostelcom has raised the possibility of moving some Russian data centers underground in talks with the nickel and palladium mining company Norilsk”
Ars Technica mengutip Vedomosti mengenai pembicaraan Rostelcom dengan Norilsk untuk memindahkan data center ke bawah tanah.
Gubernur regional di Rusia mengusulkan pembangunan pusat data di dalam tambang batu bara terbuka dengan taman hijau di atasnya sebagai kamuflase.Didukung“proposal by a Russian regional governor to build data centers within open-pit coal mines while planting green public parks above as camouflage.”
Ars Technica mengutip laporan Data Center Dynamics mengenai usulan gubernur regional tersebut.
Yandex terpaksa merelokasi ketiga superkomputer AI utamanya setelah fasilitas asalnya menjadi target serangan drone.Didukung“Yandex has also been forced to relocate all three of its main supercomputers after Ukrainian drone strikes targeted the AI data centers where they were originally housed”
Ars Technica mengutip Meduza mengenai pemindahan ketiga superkomputer Yandex.
Pada 2 November, Putin menandatangani dekrit yang mewajibkan operator menyisihkan 10 persen kapasitas komputasi untuk pemerintah dan membuka opsi penggunaan data center luar negeri.Didukung“On November 2, Putin also signed a decree ordering Russian data center operators to set aside 10 percent of available space and capacity in case the Russian government requires it”
Ars Technica melaporkan isi dekrit Putin tanggal 2 November berdasarkan pemberitaan Meduza.
Amazon dan Microsoft membantu migrasi data Ukraina ke cloud Eropa, serta Ukraina memakai terminal Starlink SpaceX sebagai cadangan komunikasi.Didukung“US tech giants Amazon and Microsoft, which helped Ukraine migrate government resources and other crucial digital services to cloud regions elsewhere in Europe shortly after Russia”
Ars Technica menjelaskan peran Amazon, Microsoft, dan Starlink dalam menjaga ketahanan digital Ukraina.

Video AI terbaru

TamaGPT OpenAI

Baca juga