Langsung ke isi
· Kabar AI & robotika, jernih dan terverifikasiNewsletter  ·  Majalah  ·  Kelas & Layanan
Tampilan
Pengaturan tampilan
Tema

Kabar AI yang mudah dibaca.

Pilihan tersimpan di perangkat Anda.

Langganan
Terkini
Trending

Jebakan AI di Toko Online: Produksi Konten Melimpah tapi Salah Arah

Banyak toko online memakai kecerdasan buatan hanya dengan data internal. Strategi pemasaran tampak rapi tetapi margin justru tergerus perang diskon.

Foto liputan The Next Web untuk berita: Jebakan AI di Toko Online: Produksi Konten Melimpah tapi Salah Arah.

Foto: The Next Web (Dokumentasi editorial)

Poin penting

  • Kecerdasan buatan memangkas biaya konten, tetapi biaya mendatangkan konsumen justru makin mahal.
  • Memberi makan AI hanya dengan data penjualan internal memicu strategi pemasaran yang timpang.
  • Menggabungkan data toko dengan tren pasar eksternal mencegah jebakan perang diskon yang merusak.

Kecerdasan buatan generatif memudahkan toko online memproduksi materi promosi dalam hitungan menit. Namun, kemudahan membuat ribuan konten murah ini memicu paradoks baru: biaya menjaring pembeli justru kian mahal.

Banyak pengelola e-commerce mengeluhkan margin laba yang terus tergerus meski kampanye iklan aktif berjalan. Persaingan ketat dan biaya iklan yang melambung membuat strategi digital makin menantang bagi para pengusaha ritel.

Bahaya Menyetir Bisnis dengan Separuh Data

Menurut ulasan di The Next Web, biang keladi masalah ini terletak pada cara toko melatih AI mereka. Sebagian besar jenama hanya memasukkan data internal seperti Google Analytics, angka penjualan, dan riwayat promosi.

Data internal memang penting, tetapi sistem hanya melihat dinamika di dalam toko. AI tidak mengetahui apa yang dicari pembeli di luar, percakapan di media sosial, keluhan ulasan, maupun celah kompetitor.

Ketika AI hanya diberi separuh konteks, algoritma tetap merancang rencana aksi yang terlihat sangat meyakinkan. Akibatnya, pebisnis meluncurkan strategi yang keliru tanpa ragu karena merasa didukung data angka sendiri.

Membaca Celah Pasar Tanpa Mengorbankan Margin

Kelemahan tersebut terlihat nyata dalam data pasar furnitur Belanda pada awal Oktober dari platform intelijen e-commerce CortLogic. Pencarian furnitur umum merosot 24 persen, namun minat sofa sudut untuk ruangan sempit melonjak 81 persen.

Alih-alih menangkap peluang ini, peritel besar justru memberi diskon rata-rata 20 persen tanpa kampanye iklan terarah. Padahal ulasan pembeli menunjukkan mereka rela membayar lebih mahal asalkan pengiriman barang terjamin tepat waktu.

Diskon sering menjadi jalan pintas yang merusak keuntungan operasional. Memotong harga demi pembeli yang hanya berburu diskon sesaat jarang membawa imbal hasil jangka panjang bagi keberlanjutan arus kas bisnis.

Apa Artinya bagi Pelaku Usaha

Fenomena ini berdampak langsung bagi pemilik toko daring dan jenama lokal yang sangat bergantung pada iklan digital. Membanjiri lini masa dengan konten generik hanya akan menaikkan biaya tanpa menghasilkan transaksi bermutu.

Pelaku usaha perlu mengubah cara kerja sistem analitik dengan menyandingkan data toko dan dinamika pasar luar. Pantau tren pencarian, diskusi komunitas, serta keluhan layanan pada ulasan pelanggan untuk menemukan kebutuhan spesifik.

Langkah mitigasi berikutnya adalah menyetop ketergantungan pada perang harga. Tawarkan nilai tambah konkret, seperti jaminan kecepatan pengiriman atau penyesuaian produk, agar bisnis tetap tumbuh menguntungkan di tengah persaingan ketat.

✓ Lolos pemeriksaan redaksi AI. Artikel ini ditulis AI, 10 klaimnya dicocokkan dengan sumber, dan diuji keterbacaannya sebelum terbit. Menemukan kekeliruan? Laporkan ke redaksi.
Sumber berita (1):
  1. The Next Web: Online stores are using AI to run faster in the wrong direction
Lihat hasil pemeriksaan (10 klaim)
Pembuka: 8/10Kejelasan: 9/10Struktur: 9/10Manfaat: 8/10Bahasa: 9/10
KlaimPutusanDasar di sumber
AI generatif memudahkan toko daring memproduksi konten promosi dalam hitungan menit.Didukung“Product photos, videos, social posts and entire ad campaigns used to take time, budget and a team. Now they can be made in minutes.”
The Next Web
Biaya menjaring pembeli atau biaya iklan terus meningkat meski pembuatan konten makin murah.Didukung“Creating content to get attention has never been cheaper. Winning a customer has never been more expensive.”
The Next Web
Banyak toko daring mengalami penurunan laba meski kampanye iklan berjalan.Didukung“Even when campaigns sell, the profit left at the end of the day is shrinking for many online stores.”
The Next Web
Sebagian besar toko daring hanya memasukkan data internal seperti Google Analytics, angka penjualan, dan riwayat promosi ke dalam AI.Didukung“Most feed it their own data: Google Analytics, sales figures, campaign results and margins.”
The Next Web
Data internal tidak memperlihatkan pencarian pembeli di tempat lain, percakapan media sosial, kekecewaan pelanggan, atau celah kompetitor.Didukung“Not what buyers search for elsewhere. Not what they discuss or what frustrates them. Not where competitors leave gaps.”
The Next Web
Pada awal Oktober, data CortLogic menunjukkan pencarian furnitur umum di Belanda turun 24 persen.Didukung“Overall search demand for furniture dropped by 24%.”
The Next Web
Pencarian sofa sudut untuk ruang tamu kecil di Belanda melonjak 81 persen.Didukung“But searches for corner sofas for small living rooms grew by 81%.”
The Next Web
Salah satu merek besar memotong harga 16 persen sofa sudutnya dengan diskon rata-rata 20 persen tanpa kampanye berbayar di Meta.Didukung“At the same time, it put 16% of its corner sofas on sale. The average discount was 20%. No paid campaigns were launched on Meta to capture the rising demand.”
The Next Web
Pembeli menyatakan bersedia membayar lebih untuk kepastian tanggal pengiriman furnitur.Didukung“Buyers said they would pay more for a guaranteed delivery date.”
The Next Web
Diskon yang menjaring pembeli yang hanya mencari harga murah sekali beli jarang menguntungkan.Didukung“A discount that wins a one-time bargain hunter rarely does.”
The Next Web

Video AI terbaru

Introducing ChatGPT Images 2.6 OpenAI

Baca juga