Langsung ke isi
· Kabar AI & robotika, jernih dan terverifikasiNewsletter  ·  Majalah  ·  Kelas & Layanan
Tampilan
Pengaturan tampilan
Tema

Kabar AI yang mudah dibaca.

Pilihan tersimpan di perangkat Anda.

Langganan
Terkini
Trending

Microsoft Setop Sewa Komputasi AI dari Oracle, Evaluasi Kontrak Chip Lawas

Microsoft tidak memperpanjang kontrak sewa server AI dari Oracle dan mulai meninjau ulang komitmen belanja cloud bernilai lebih dari 80 miliar dolar AS.

Foto liputan The Next Web untuk berita: Microsoft Setop Sewa Komputasi AI dari Oracle, Evaluasi Kontrak Chip Lawas.

Foto: The Next Web (Dokumentasi editorial)

Poin penting

  • Microsoft menghentikan kontrak sewa server AI Oracle yang masih memakai chip Nvidia generasi lama.
  • Langkah ini memicu evaluasi komitmen belanja komputasi cloud eksternal senilai lebih dari 80 miliar dolar AS.
  • Riset Gartner mengingatkan risiko penurunan nilai aset hardware seiring cepatnya siklus pembaruan chip AI.

Microsoft mulai mematikan kapasitas komputasi kecerdasan buatan yang disewa dari Oracle setelah memutuskan tidak memperpanjang kontrak kerja sama kedua raksasa teknologi tersebut. Menurut laporan Bloomberg yang dikutip The Next Web, kesepakatan yang diteken pada 2023 itu dihentikan karena server Oracle masih menggunakan chip Nvidia generasi lama yang dinilai tidak lagi mampu mengimbangi kebutuhan beban kerja AI terkini milik Microsoft.

Kesepakatan awal pada 2023 tersebut semula difungsikan untuk memasok daya komputasi mesin pencari Bing bertenaga AI. Namun, pembicaraan lanjutan untuk menambah kapasitas sewa dilaporkan telah kandas sejak Juni lalu, sebagaimana diberitakan Business Insider. Pihak Microsoft menolak memberikan komentar, sementara Oracle menyatakan permintaan terhadap infrastruktur AI miliknya tetap kuat, termasuk server dengan chip generasi sebelumnya.

Evaluasi Kontrak 80 Miliar Dolar AS dan Risiko Depresiasi Hardware

Keputusan ini menjadi bagian dari peninjauan ulang yang lebih luas terhadap komitmen belanja Microsoft sebesar lebih dari 80 miliar dolar AS pada penyedia komputasi awan pihak ketiga, seperti CoreWeave, Nscale, dan Nebius. Manajemen Microsoft dilaporkan mulai frustrasi terhadap tingginya biaya sewa dan kendala keterlambatan penyediaan fasilitas.

Baru-baru ini, Microsoft juga menolak opsi perluasan fasilitas Nscale di Texas setelah sebelumnya mundur dari proyek serupa di Inggris.

Fenomena ini mempertegas peringatan lembaga riset Gartner mengenai ancaman depresiasi nilai perangkat keras secara drastis. Lembaga tersebut mencatat bahwa pengeluaran infrastruktur AI berisiko menghadapi penghapusan nilai buku aset yang besar seiring cepatnya kedatangan prosesor generasi anyar ke pasar.

Bagi Oracle, pemutusan kontrak ini menambah beban finansial di tengah lonjakan belanja modal pembangunan pusat data AI. Belanja agresif tersebut telah menekan arus kas bebas ke level negatif dan menempatkan peringkat utang perusahaan hanya satu tingkat di atas peringkat non-investasi, disusul penurunan harga saham sekitar 3 persen saat kabar ini mencuat.

Apa Artinya bagi Pelaku Usaha

Bagi direktur teknologi dan pengambil keputusan bisnis di Indonesia, langkah Microsoft menunjukkan bahwa menyewa kapasitas komputasi dalam jangka panjang tanpa klausul pembaruan teknologi menyimpan risiko inefisiensi yang nyata. Server dengan spesifikasi prosesor yang tertinggal akan menurunkan rasio performa terhadap biaya operasional, terutama saat model komputasi AI perusahaan berkembang semakin kompleks.

Pelaku usaha yang berencana mengontrak vendor penyedia infrastruktur cloud disarankan menegosiasikan kontrak yang lebih fleksibel. Hindari komitmen volume jangka panjang yang mengunci perusahaan pada arsitektur perangkat keras tertentu tanpa opsi peningkatan bertahap ke generasi chip yang lebih efisien.

Lakukan audit berkala terhadap beban kerja AI organisasi secara berkala. Perusahaan sebaiknya memetakan tugas ringan ke komputasi yang lebih hemat biaya, serta hanya memesan komputasi berkecepatan tinggi saat model AI benar-benar menuntut pemrosesan intensif guna menjaga anggaran teknologi tetap terukur.

✓ Lolos pemeriksaan redaksi AI. Artikel ini ditulis AI, 10 klaimnya dicocokkan dengan sumber, dan diuji keterbacaannya sebelum terbit. Menemukan kekeliruan? Laporkan ke redaksi.
Sumber berita (1):
  1. The Next Web: Microsoft is winding down its deal to rent AI computing from Oracle
Lihat hasil pemeriksaan (10 klaim)
Pembuka: 8/10Kejelasan: 9/10Struktur: 9/10Manfaat: 8/10Bahasa: 8/10
KlaimPutusanDasar di sumber
Microsoft menyudahi dan tidak memperpanjang kontrak sewa server AI dari Oracle.Didukung“Microsoft is winding down a 2023 deal to rent AI computing from Oracle after declining to renew it, Bloomberg reports.”
Disebutkan oleh The Next Web mengutip Bloomberg.
Server yang disewa dari Oracle menjalankan chip Nvidia generasi lama yang sudah tidak sesuai kebutuhan Microsoft.Didukung“The servers ran older Nvidia chips and no longer matched what Microsoft needed, the people said.”
Disebutkan oleh The Next Web mengutip sumber yang mengetahui persoalan tersebut.
Microsoft meninjau ulang komitmen kontrak lebih dari 80 miliar dolar AS dengan penyedia cloud luar.Didukung“Microsoft is reassessing more than $80B in contracts with outside cloud providers.”
Disebutkan langsung dalam artikel The Next Web.
Gartner memperingatkan belanja infrastruktur AI berisiko menghadapi penurunan nilai buku aset yang besar seiring munculnya chip baru.Didukung“Gartner has warned that much AI infrastructure spending could face large write-downs as newer chips arrive.”
Disebutkan dalam laporan The Next Web mengenai peringatan Gartner.
Kesepakatan tahun 2023 tersebut digunakan Microsoft untuk menjalankan mesin pencari Bing bertenaga AI.Didukung“The deal, announced in 2023 , gave Microsoft Oracle servers to run its AI-powered Bing search”
Dinyatakan dalam The Next Web.
Pembicaraan terpisah bagi Microsoft untuk menyewa lebih banyak kapasitas Oracle gagal pada Juni lalu.Didukung“Separate talks for Microsoft to lease more Oracle capacity collapsed in June, Business Insider reported.”
The Next Web mengutip laporan Business Insider.
Microsoft menolak berkomentar, sedangkan Oracle menyatakan permintaan infrastruktur AI miliknya tetap kuat termasuk untuk chip lama, dan sahamnya turun sekitar 3 persen.Didukung“Microsoft declined to comment. Oracle said demand for its AI infrastructure remains strong, including for older chips, and its shares fell about 3%.”
Dinyatakan dalam The Next Web.
Microsoft berkomitmen lebih dari 80 miliar dolar AS untuk menyewa kapasitas dari perusahaan cloud lain seperti CoreWeave, Nscale, dan Nebius, namun eksekutifnya mulai frustrasi atas biaya dan keterlambatan.Didukung“Microsoft has committed more than $80B to rent capacity from other cloud firms such as CoreWeave, Nscale and Nebius. Its leaders have grown frustrated with their costs and delays, Bloomberg said.”
The Next Web mengutip laporan Bloomberg.
Microsoft menolak opsi ekspansi kesepakatan Nscale di Texas beberapa pekan setelah mundur dari fasilitas Nscale di Inggris.Didukung“This week, it reportedly turned down an option to expand a Nscale deal in Texas, weeks after pulling out of a Nscale site in the UK.”
Dinyatakan dalam The Next Web.
Belanja besar pada pusat data AI membuat arus kas bebas Oracle menjadi negatif dan peringkat kreditnya satu tingkat di atas junk.Didukung“Heavy spending on AI data centres has pushed its free cash flow negative and its credit rating to one notch above junk .”
Dinyatakan dalam The Next Web.

Video AI terbaru

What you missed at Hugging Face Open Together Hugging Face

Baca juga