Langsung ke isi
· Kabar AI & robotika, jernih dan terverifikasiNewsletter  ·  Majalah  ·  Kelas & Layanan
Tampilan
Pengaturan tampilan
Tema

Kabar AI yang mudah dibaca.

Pilihan tersimpan di perangkat Anda.

Langganan
Terkini
Trending

Drone Bawah Air Lamprey Lockheed Martin Mampu Cas Baterai di Kapal Induk

Lockheed Martin merilis drone bawah laut otonom Lamprey yang bisa menumpang pada kapal dan mengisi daya baterai mandiri sebelum bertugas.

Foto liputan Interesting Engineering untuk berita: Drone Bawah Air Lamprey Lockheed Martin Mampu Cas Baterai di Kapal Induk.

Foto: Interesting Engineering (Dokumentasi editorial)

Poin penting

  • Lamprey MMAUV menempel pada lambung kapal tanpa memerlukan modifikasi fisik armada.
  • Sistem hidrogenator internal mengisi daya baterai drone selama perjalanan ke titik misi.
  • Ruang muatan modular 0,68 meter kubik dapat membawa sensor, umpan tipuan, dan drone udara.

Produsen kedirgantaraan Lockheed Martin meluncurkan Lamprey Multi-Mission Autonomous Undersea Vehicle (Lamprey MMAUV). Robot bawah laut otonom ini dirancang untuk memperluas jangkauan operasi maritim Angkatan Laut Amerika Serikat dan negara sekutu, sebagaimana dilaporkan oleh Interesting Engineering.

Keunikan utama drone ini terletak pada kemampuannya menempel di lambung kapal permukaan atau kapal selam induk tanpa memerlukan modifikasi struktur. Sistem ini terinspirasi dari biota laut yang menempel pada hewan besar untuk menghemat energi jelajah.

Selama menempel pada kapal pembawa, Lamprey mengisi ulang baterainya menggunakan hidrogenator internal. Mekanisme ini memastikan kendaraan tiba di area target dengan kondisi daya penuh dan siap meluncur menjalankan operasi secara independen.

Arsitektur Modular untuk Aneka Kebutuhan Misi

Lamprey dibekali ruang muatan modular berkapasitas 24 kaki kubik atau sekitar 0,68 meter kubik. Ruang muatan fleksibel ini memungkinkan operator memasang berbagai perlengkapan, mulai dari sensor intelijen bawah air, sistem peluncur drone udara (UAV), hingga torpedo.

Drone ini dirancang untuk dua doktrin utama maritim, yaitu akses terjamin dan pencegahan akses laut musuh. Tugasnya mencakup pengawasan wilayah rahasia, peperangan elektronik, peletakan alat di dasar laut, hingga peluncuran umpan pengalih perhatian.

Medan pertempuran modern menuntut wahana yang mampu bersembunyi, beradaptasi, dan mendominasi. Lamprey MMAUV didanai secara internal agar kami dapat berinovasi cepat guna menghadirkan senjata multi-misi yang mendeteksi, mengganggu, mengecoh, dan bertempur mandiri.

Pernyataan tersebut disampaikan oleh Paul Lemmo, Wakil Presiden dan Manajer Umum Sensors, Effectors and Mission Systems Lockheed Martin, mengenai fleksibilitas pengembangan platform otonom tersebut.

Apa Artinya bagi Pelaku Usaha

Konsep wahana tempel dan arsitektur modular yang diusung Lamprey menawarkan arah baru bagi industri maritim komersial, inspeksi minyak lepas pantai, serta logistik perairan. Perusahaan yang bergerak di sektor kelautan Indonesia dapat mengadopsi prinsip kerja serupa untuk menekan biaya operasional harian.

Alih-alih membeli kapal survei mandiri berbiaya tinggi, pelaku usaha dapat mulai melirik teknologi robot inspeksi yang menumpang pada kapal kargo atau tongkang yang sudah beroperasi rutin. Pendekatan ini memangkas ongkos bahan bakar dan kebutuhan awak khusus secara signifikan.

Langkah mitigasi yang perlu disiapkan manajemen adalah mengevaluasi kompatibilitas sistem transmisi data dan sistem pengisian baterai portabel. Pastikan integrasi perangkat otomasi tidak mengganggu navigasi utama armada induk, serta prioritaskan solusi modular yang mudah diganti sesuai target operasional.

✓ Lolos pemeriksaan redaksi AI. Artikel ini ditulis AI, 8 klaimnya dicocokkan dengan sumber, dan diuji keterbacaannya sebelum terbit. Menemukan kekeliruan? Laporkan ke redaksi.
Sumber berita (1):
  1. Interesting Engineering: US Navy’s underwater drone can recharge its batteries while attached to host ships
Lihat hasil pemeriksaan (8 klaim)
Pembuka: 7/10Kejelasan: 8/10Struktur: 8/10Manfaat: 8/10Bahasa: 8/10
KlaimPutusanDasar di sumber
Lockheed Martin meluncurkan Lamprey Multi-Mission Autonomous Undersea Vehicle (Lamprey MMAUV) untuk Angkatan Laut AS dan sekutu.Didukung“Lockheed Martin has unveiled its Lamprey Multi-Mission Autonomous Undersea Vehicle (LampreyMMAUV), an advanced underwater platform developed to expand the U.S. Navy’s capabilities”
Interesting Engineering melaporkan peluncuran wahana bawah air otonom Lamprey MMAUV oleh Lockheed Martin untuk Angkatan Laut AS dan sekutu.
Lamprey dirancang mampu menempel pada kapal permukaan atau kapal selam tanpa perlu memodifikasi kapal induk pembawa.Didukung“capable of connecting to ships and submarines without requiring modifications to the host vessel.”
Interesting Engineering menyatakan kendaraan ini dapat terhubung ke kapal atau kapal selam tanpa perlu modifikasi pada kapal inang.
Desain wahana terinspirasi dari biota laut yang menempel pada hewan atau benda yang lebih besar.Didukung“The vehicle’s design takes inspiration from marine life that attaches itself to larger animals or objects.”
Interesting Engineering menyebut konsep penempelan ini terinspirasi dari kehidupan laut.
Hidrogenator internal mengisi daya baterai wahana selama menempel pada kapal induk agar siap saat tiba di area operasi.Didukung“Built-in hydrogenators generate power to recharge the vehicle’s batteries while it remains attached to a host platform. This enables Lamprey to reach its destination with its batteries charged”
Interesting Engineering mencatat hidrogenator bawaan menghasilkan daya untuk mengisi ulang baterai selama menempel di platform pembawa.
Ruang muatan modular Lamprey berkapasitas 24 kaki kubik atau sekitar 0,68 meter kubik untuk torpedo, UAV, sensor, dan umpan tipuan.Didukung“Its internal payload bay has a stated capacity of 24 cubic feet (approximately 0.68 cubic meters), providing space for different mission-related equipment, including torpedoes, decoys, sensors”
Interesting Engineering memerinci kapasitas ruang muatan Lamprey sebesar 24 kaki kubik (0,68 m³) beserta opsi muatannya.
Wahana ini dirancang untuk dua konsep misi utama: Assured Access dan Sea Denial, mencakup pengawasan hingga peletakan alat di dasar laut.Didukung“Lockheed Martin has developed LampreyMMAUV around two central mission concepts: Assured Access and Sea Denial.”
Interesting Engineering menyebut dua doktrin misi utama tersebut beserta kapabilitas operasionalnya.
Paul Lemmo menjabat sebagai Vice President and General Manager of Sensors, Effectors and Mission Systems di Lockheed Martin.Didukung“Paul Lemmo, vice president and general manager of Sensors, Effectors and Mission Systems at Lockheed Martin.”
Interesting Engineering mencantumkan jabatan Paul Lemmo secara persis.
Paul Lemmo menyatakan pertempuran modern menuntut wahana yang bersembunyi, beradaptasi, dan mendominasi, serta didanai secara internal untuk iterasi cepat.Didukung“LampreyMMAUV was internally funded, letting us iterate at lightning speed and hand the Navy a true multi mission weapon that detects, disrupts, decoys and engages on its own.”
Interesting Engineering memuat kutipan pernyataan Paul Lemmo tersebut.

Video AI terbaru

What you missed at Hugging Face Open Together Hugging Face

Baca juga