Robot Humanoid Pembersih Rumah Diuji di AS: Masih Disetir Manusia Jarak Jauh
Tau Robotics mulai menguji layanan pembersih rumah berbasis robot humanoid di San Francisco. Sistem ini masih mengandalkan operator jarak jauh untuk mengumpulkan data latihan AI.

Foto: MIT Technology Review (Dokumentasi editorial)
Poin penting
- Startup Tau Robotics menyediakan robot humanoid pembersih rumah dengan tarif mulai dari 30 hingga 100 dolar AS.
- Robot masih dikendalikan operator jarak jauh lewat kamera dan sensor untuk merekam data pelatihan model AI.
- Layanan ini ditujukan mengatasi krisis tenaga kerja pada profesi fisik yang berisiko cedera tinggi.
Impian memiliki asisten rumah tangga mekanis kini makin mendekati kenyataan, meski belum sepenuhnya mandiri. Menurut laporan MIT Technology Review, startup Tau Robotics mulai menerjunkan robot humanoid untuk membersihkan apartemen warga di San Francisco, Amerika Serikat.
Sekilas robot setinggi 1,3 meter tersebut tampak bergerak mandiri. Namun, seluruh manuver rumitnya saat ini masih dikendalikan oleh operator manusia dari jarak jauh melalui teleoperasi, yaitu metode pengendalian mesin menggunakan transmisi video dan sensor nirkabel.
Teleoperasi untuk Mengumpulkan Data Pelatihan
Robot berwajah cetakan tiga dimensi ini dilengkapi cakar mekanis sederhana dan kaus kaki khusus agar tidak menggores lantai. Setiap gerakan memegang kain lap hingga merapikan tempat tidur diarahkan langsung oleh operator manusia lewat bimbingan kinematik, teknik perekaman gerak fisik manusia untuk ditiru robot.
Tau Robotics sengaja menetapkan tarif terjangkau, berkisar 30 dolar AS per jam hingga paket kunjungan 100 dolar AS. Skema murah ini diterapkan karena perusahaan membutuhkan rekaman data visual dan motorik nyata guna melatih model kecerdasan buatan mereka agar kelak mampu bekerja otonom.
Salah satu pendiri Tau Robotics, Cornelia Weinzierl, menjelaskan bahwa robotnya baru mampu menyedot debu dan mengepel secara mandiri. Selebihnya, konektivitas dan jeda sinyal masih menjadi kendala teknis yang kerap membuat robot limbung saat menaiki tangga atau menyenggol perabot.
Pembersihan bukanlah pekerjaan yang benar-benar ingin dilakukan banyak orang karena perputarannya tinggi dan risiko cederanya besar. Kami butuh tenaga kerja, tetapi tidak ada yang mau melakukannya.
Weinzierl menambahkan bahwa selain membersihkan rumah, robot humanoid masa depan berpotensi dialihkan untuk tugas berbahaya lain, seperti penanganan jamur beracun hingga perawatan lansia mandiri.
Apa Artinya bagi Pelaku Usaha
Bagi sektor hospitality, manajemen fasilitas, dan pengelola gedung komersial, kehadiran robot humanoid menunjukkan arah baru efisiensi operasional. Masalah klasik seperti tingginya perputaran tenaga kerja (turnover) dan risiko cedera kerja fisik di masa depan dapat ditekan melalui otomatisasi bertahap.
Pelaku usaha di Indonesia perlu mencermati bahwa adopsi robotika fisik tidak harus menunggu otonomi penuh 100 persen. Model hybrid yang memadukan pengawasan manusia terpusat dengan armada robot di lokasi bisa menjadi alternatif realistis untuk menguji kelayakan tugas-tugas repetitif berisiko.
Langkah mitigasi terpenting saat ini adalah mengevaluasi kesiapan infrastruktur jaringan lokal dan perlindungan privasi. Keberhasilan sistem semacam ini sangat bertumpu pada stabilitas transmisi data rendah latensi serta jaminan keamanan atas rekaman kamera di area privat properti bisnis.
- MIT Technology Review: I watched a humanoid robot clean my apartment. It felt like a taste of the future.
- MIT Technology Review: The Download: a humanoid cleans house and Samsung builds for the AI boom
Lihat hasil pemeriksaan (10 klaim)
| Klaim | Putusan | Dasar di sumber |
|---|---|---|
| Tau Robotics menguji layanan pembersihan rumah menggunakan robot humanoid di San Francisco. | Didukung | “The startup Tau Robotics is sending humanoid robots to clean San Francisco homes.” MIT Technology Review melaporkan bahwa Tau Robotics mengirimkan robot humanoid untuk membersihkan rumah di San Francisco. |
| Robot pembersih Tau Robotics saat ini masih dikendalikan oleh operator manusia dari jarak jauh melalui kamera dan sensor. | Didukung | “For now, the robots are piloted remotely by humans, who watch what’s going on via cameras mounted in the robots’ heads and wrists.” MIT Technology Review menyebut robot masih dipandu secara jarak jauh oleh manusia melalui kamera di kepala dan pergelangan tangan robot. |
| Data pembersihan dikumpulkan Tau Robotics untuk melatih model AI generasi robot berikutnya. | Didukung | “As the robots clean, they collect data that Tau will use to train up their more independent descendants.” MIT Technology Review menyatakan data pembersihan dipakai untuk melatih model robot otonom berikutnya. |
| Biaya layanan berkisar dari 30 dolar AS per jam hingga 100 dolar AS untuk kunjungan sekali datang. | Didukung | “Tau was offering $30 for an hourlong cleaning with a single robot; now the charge is $60 per weekly cleaning with two robots, or $100 for a one-time visit.” MIT Technology Review memuat rincian tarif awal 30 dolar AS per jam hingga 100 dolar AS untuk kunjungan tunggal. |
| Robot memiliki tinggi sekitar 4,5 kaki (1,3 meter), kepala cetakan 3D, tangan berupa cakar 3D, dan kaus kaki khusus antilicin agar tidak menggores lantai kayu. | Didukung | “Tau has armed each four-and-a-half-foot-tall robot with a 3D-printed “head” with antennae that allow it to communicate with Tau’s headquarters, as well as two 3D-printed claw “hands”” MIT Technology Review mengonfirmasi spesifikasi fisik robot setinggi 4,5 kaki dengan kepala dan cakar cetakan 3D serta kaus kaki pelindung lantai. |
| Tugas seperti merapikan tempat tidur memerlukan bimbingan kinematik (kinematic guidance). | Didukung | “Many tasks, such as making the bed and folding laundry, require what’s called kinematic guidance: The human pilot performs the necessary motions, and sensors transmit those movements to the robot” MIT Technology Review menjelaskan bimbingan kinematik digunakan untuk tugas seperti merapikan tempat tidur dan melipat baju. |
| Menurut Cornelia Weinzierl, robot sudah mampu menyedot debu dan mengepel tanpa bantuan manusia. | Didukung | “the robot can already complete some other tasks—such as vacuuming and mopping—without any human help.” MIT Technology Review mengutip Cornelia Weinzierl mengenai kemampuan otonom robot dalam menyedot debu dan mengepel. |
| Keterlambatan transmisi sinyal remote control memengaruhi koordinasi gerak robot saat berjalan atau menaiki tangga. | Didukung | “she explained that the robot sometimes walks strangely because it is operated remotely from Tau’s headquarters, and the short signal transmission delay can affect its coordination.” MIT Technology Review menjelaskan jeda transmisi sinyal dari kantor pusat membuat gerakan robot tampak aneh atau limbung. |
| Cornelia Weinzierl menyatakan pekerjaan pembersihan memiliki perputaran tinggi, risiko cedera besar, dan kekurangan tenaga kerja. | Didukung | ““Cleaning is not a job that a lot of people really actively want to be doing—there’s high turnover, there’s a high risk of injury,” she said” MIT Technology Review memuat pernyataan langsung dari co-founder Tau Robotics, Cornelia Weinzierl. |
| Tau Robotics mempertimbangkan penggunaan robot di masa depan untuk penanganan jamur dan perawatan kesehatan di rumah (home health care). | Didukung | “She said that the company is also starting to consider someday deploying the robots for other dangerous or physically challenging jobs, such as mold remediation and home health care.” MIT Technology Review melaporkan rencana jangka panjang perusahaan untuk tugas mold remediation dan home health care. |
Video AI terbaru
What you missed at Hugging Face Open Together


