Langsung ke isi
· Kabar AI & robotika, jernih dan terverifikasiNewsletter  ·  Majalah  ·  Kelas & Layanan
Tampilan
Pengaturan tampilan
Tema

Kabar AI yang mudah dibaca.

Pilihan tersimpan di perangkat Anda.

Langganan
Terkini
Trending

Meta Tunda Paksaan Latih AI dari Tautan Web Bisnis Usai Protes Global

Meta menunda tanpa batas waktu pembaruan ketentuan bisnis yang memaksa pemilik laman Facebook mengizinkan perayapan situs luar demi pelatihan AI.

Foto liputan Ars Technica untuk berita: Meta Tunda Paksaan Latih AI dari Tautan Web Bisnis Usai Protes Global.

Foto: Ars Technica (Dokumentasi editorial)

Poin penting

  • Meta menunda aturan komersial baru setelah ditentang pengadilan di berbagai negara dan regulator antimonopoli.
  • Aturan kontroversial tersebut awalnya mewajibkan pemilik laman mengizinkan perayapan konten situs eksternal.
  • Pelaku usaha kini memiliki ruang bernapas untuk mengevaluasi kembali protokol privasi aset digital mereka.

Meta resmi menunda pembaruan ketentuan komersialnya tanpa batas waktu pasti. Keputusan ini membatalkan rencana awal yang memaksa pemilik akun Meta Business mengizinkan perayapan konten situs eksternal untuk melatih kecerdasan buatan (AI).

Kepada Reuters, juru bicara Meta menyatakan bahwa perusahaan memilih menghentikan sementara rencana tersebut. Mereka ingin berdialog lebih lanjut dengan para pemangku kepentingan, sembari tetap memberlakukan ketentuan bisnis lama yang berlaku saat ini.

Sebelumnya, ketentuan baru tersebut dijadwalkan berlaku pada akhir Oktober lalu sebelum digeser ke 20 November. Aturan ini mewajibkan akun bisnis memberikan akses perayapan situs luar yang ditautkan di Facebook tanpa opsi pembatalan.

Tekanan Regulasi dan Perlawanan Hukum Global

Laporan Ars Technica merinci bahwa klausul Meta menuai resistensi besar dari para penerbit berita dan pengacara hak cipta. Aturan itu bahkan meminta penerbit menyediakan akun uji coba agar bot Meta bisa menembus dinding berbayar (paywall).

Lembaga riset Nieman Lab menyoroti klausul ini karena berpotensi mengabaikan robots.txt, yaitu file teks standar yang membatasi bot mengindeks situs web. Para penerbit menilai Meta berusaha menghindari biaya lisensi bernilai jutaan dolar.

Pengadilan di Brasil dan Norwegia langsung menerbitkan putusan sela untuk memblokir aturan baru tersebut. Pada saat bersamaan, Otoritas Persaingan dan Pasar Inggris (CMA) membuka investigasi antimonopoli terhadap Meta atas dugaan penyalahgunaan dominasi pasar.

Wakil Presiden Komunikasi Meta, Andy Stone, menyampaikan bahwa pihaknya mendengar masukan para mitra dan tidak akan mengubah kebijakan sebelum konsultasi industri tuntas. Kendati demikian, kelompok media menilai revisi draf Meta belum secara tegas melindungi hak pemilik web.

Apa Artinya bagi Pelaku Usaha

Penundaan ini memberi ruang bernapas penting bagi para pemilik jenama, pengelola media, dan pelaku niaga daring yang aktif membagikan tautan situs di ekosistem Facebook. Konten orisinal di situs web Anda sementara waktu terhindar dari perayapan otomatis tanpa izin untuk melatih model AI pihak ketiga.

Langkah mitigasi yang perlu diambil adalah meninjau kembali konfigurasi robots.txt pada peladen situs perusahaan. Meskipun Meta berdalih tetap menghormati preferensi perayapan teknis tersebut, tim teknologi informasi Anda harus memastikan pembatasan akses data tetap terpasang ketat.

Pelaku usaha di Indonesia disarankan untuk rutin memeriksa pembaruan syarat layanan platform media sosial global. Jangan ragu memisahkan konten berbayar atau data eksklusif dari kanal publik, serta menyiapkan kontrak lisensi yang jelas jika bermitra dengan pihak pengembang teknologi.

✓ Lolos pemeriksaan redaksi AI. Artikel ini ditulis AI, 10 klaimnya dicocokkan dengan sumber, dan diuji keterbacaannya sebelum terbit. Menemukan kekeliruan? Laporkan ke redaksi.
Sumber berita (1):
  1. Ars Technica: “Does Meta think we can’t read?” Meta abandons sketchy commercial terms update.
Lihat hasil pemeriksaan (10 klaim)
Pembuka: 8/10Kejelasan: 9/10Struktur: 9/10Manfaat: 8/10Bahasa: 9/10
KlaimPutusanDasar di sumber
Meta menunda tanpa batas waktu pembaruan ketentuan bisnis yang mewajibkan pemilik akun Meta Business mengizinkan pelatihan AI atas konten situs web eksternal yang ditautkan.Didukung“Meta has indefinitely delayed plans to update its commercial terms and require Meta Business account users to allow extensive AI training on external websites linked on Facebook.”
Ars Technica melaporkan Meta menunda tanpa batas waktu pembaruan ketentuan bisnis tersebut.
Juru bicara Meta mengonfirmasi penghentian sementara perubahan ketentuan kepada Reuters dan menyatakan ketentuan yang ada saat ini tetap berlaku.Didukung“In the meantime, ⁠our existing terms remain in ⁠effect,” a Meta spokesperson told Reuters.”
Ars Technica mengutip pernyataan juru bicara Meta kepada Reuters.
Ketentuan baru awalnya dijadwalkan berlaku pada 30 Oktober sebelum diundur ke 20 November.Didukung“The changes were initially supposed to take effect on October 30. But Meta pushed that date back to November 20 amid pushback from Facebook users, courts, and regulators around the world.”
Ars Technica mencantumkan jadwal awal 30 Oktober dan pergeserannya ke 20 November.
Pemilik halaman bisnis tidak memiliki opsi untuk menolak (opt out) perayapan situs eksternal yang ditautkan jika ingin mempertahankan halaman Facebook bisnis mereka.Didukung“businesses—including news publishers involved in drawn-out legal battles over unwanted AI scraping—had no way to opt out. To keep a business Facebook page, they had to allow Meta to crawl any linked ex”
Ars Technica menjelaskan pengguna tidak memiliki opsi opt out untuk mempertahankan halaman bisnis.
Ketentuan Meta mewajibkan penerbit membuat kredensial pengujian agar bot Meta dapat menembus paywall.Didukung“The terms even required publishers to create test credentials so Meta’s bots could reliably bypass paywalls.”
Ars Technica mencatat syarat penyediaan kredensial uji coba untuk membobol paywall.
Pakar hukum memperingatkan Nieman Lab bahwa bahasa ketentuan yang ambigu dapat membuat Meta mengabaikan robots.txt dan merayapi konten eksternal secara masif.Didukung“legal experts warned Nieman Lab that the vague language could allow the company to ignore scraping preferences specified in robots.txt files and exhaustively crawl vast amounts of off-Facebook content”
Ars Technica mengutip peringatan pakar hukum via Nieman Lab.
Pengadilan di Brasil dan Norwegia mengeluarkan putusan sela untuk memblokir ketentuan baru tersebut.Didukung“Courts in Brazil and Norway issued preliminary injunctions blocking the terms after organizations in those countries promptly filed lawsuits, Nieman Lab reported .”
Ars Technica melaporkan putusan sela pengadilan Brasil dan Norwegia.
Otoritas Persaingan dan Pasar Inggris (CMA) membuka investigasi formal atas dugaan penyalahgunaan posisi dominan Meta untuk mengambil data pelatihan AI.Didukung“The United Kingdom’s Competition and Markets Authority also opened a formal investigation into whether Meta was exploiting a dominant position to seize valuable AI training data.”
Ars Technica mencatat penyelidikan resmi oleh CMA Inggris.
Wakil Presiden Komunikasi Meta, Andy Stone, menyatakan di X bahwa Meta tidak berencana mengubah kebijakan tanpa konsultasi penuh dengan kelompok industri.Didukung““We care deeply about our partners and do not plan to make policy changes without a full consultation with industry groups and leaders.”
Ars Technica mengutip pernyataan Andy Stone di X.
Meta belum memasukkan klausul spesifik yang menghormati robots.txt dalam draf revisi ketentuan layanannya.Didukung““has not included any specific language about respecting robots.txt preferences in its revised terms of service.””
Ars Technica mengutip Nieman Lab mengenai draf revisi Meta.

Video AI terbaru

What you missed at Hugging Face Open Together Hugging Face

Baca juga