Pangram Rilis Image 1.0: Alat Deteksi Gambar dan Video AI untuk Publik
Pangram meluncurkan alat pendeteksi visual Image 1.0 via web, API, dan ekstensi browser untuk membedakan konten sintetis dari foto dan video asli.

Foto: Digital Trends (Dokumentasi editorial)
Poin penting
- Pangram Image 1.0 resmi dirilis ke publik lewat web, ekstensi Chrome, dan integrasi API bisnis.
- Model Image Flash 1.0 diklaim mampu mendeteksi video AI frame demi frame dengan akurasi 98,7 persen.
- Fitur heatmap menandai bagian visual yang direkayasa meski gambar mengalami kompresi atau efek buram.
Pangram resmi meluncurkan Pangram Image 1.0, alat pendeteksi gambar dan video hasil rekayasa kecerdasan buatan (AI) untuk publik luas. Langkah ini mempermudah pengguna memverifikasi keaslian konten visual di internet.
Sebagaimana dilaporkan Digital Trends, alat yang sebelumnya berstatus uji coba riset tersebut kini tersedia melalui situs web, ekstensi peramban Chrome, dan antarmuka pemrograman aplikasi (API).
Akurasi Tinggi untuk Foto dan Video
Dalam evaluasi internal perusahaan, Pangram mengklaim akurasi deteksi gambarnya mencapai 99,96 persen. Angka ini melampaui para pesaing seperti TruthScan dengan 96,33 persen, AI or Not sebesar 91,38 persen, dan Sightengine di angka 88,33 persen.
Untuk konten bergerak, perusahaan mengandalkan Pangram Image 1.0 Flash, model pemroses cepat yang menganalisis video secara frame demi frame. Dalam tolok ukur DF26, akurasinya diklaim mencapai 98,7 persen.
Pengujian video tersebut dilakukan menggunakan 129 video nyata dari media sosial. Pangram kemudian membuat versi sintetisnya menggunakan 14 model generator AI video modern.
Model deteksi ini dirancang tahan terhadap kompresi file, keburaman, dan gangguan noise buatan. Pangram juga menyematkan heatmap, peta visual berwarna yang menunjukkan secara persis bagian gambar mana yang direkayasa AI.
Pangram Image 1.0 kini sanggup memeriksa gambar berdimensi 256x256 piksel, lebih kecil dibanding batas awal 512x512 piksel. Namun, pemeriksaan gambar di bawah 512 piksel akan disertai peringatan penurunan akurasi.
Apa Artinya bagi Pelaku Usaha
Perkembangan generator video dan gambar AI meningkatkan potensi penipuan visual di berbagai lini bisnis. Sektor e-dagang, properti, dan perbankan menjadi pihak yang paling rentan terhadap manipulasi bukti transaksi atau portofolio barang.
Kehadiran opsi API memungkinkan manajer operasional dan tim teknologi menyematkan sistem verifikasi visual otomatis ke dalam alur kerja perusahaan. Tim verifikasi dokumen dapat memfilter materi palsu sebelum proses persetujuan dilakukan.
Langkah mitigasi paling realistis bagi pelaku usaha Indonesia adalah mulai menguji coba alat deteksi semacam ini pada kanal penerimaan dokumen publik. Meski akurasi tinggi, pemeriksaan manual tetap disarankan untuk kasus-kasus berisiko finansial besar.
- Digital Trends: Pangram, the gold standard for AI text checks, releases Image 1.0 tool to sniff fake pics and videos
Lihat hasil pemeriksaan (7 klaim)
| Klaim | Putusan | Dasar di sumber |
|---|---|---|
| Pangram merilis Image 1.0, alat pendeteksi gambar dan video AI untuk publik luas melalui web, ekstensi Chrome, dan API. | Didukung | “Pangram Image 1.0, which was previously available as a research preview, is now widely available on the web, through the company’s API, and via its eponymous Chrome extension.” Digital Trends melaporkan ketersediaan Pangram Image 1.0 untuk publik di berbagai platform tersebut. |
| Pangram mengklaim akurasi deteksi gambar Image 1.0 mencapai 99,96 persen pada set evaluasinya sendiri. | Didukung | “The company claims its image detector can identify AI-generated pictures with an astounding 99.96% accuracy on its own evaluation set.” Digital Trends mencatat klaim akurasi 99,96 persen dari Pangram untuk evaluasi internalnya. |
| Pesaing Pangram Image 1.0 mencatatkan akurasi: TruthScan 96,33 persen, AI or Not 91,38 persen, dan Sightengine 88,33 persen. | Didukung | “TruthScan achieves an accuracy of 96.33%, followed by AI or Not at 91.38% and Sightengine at 88.33%.” Digital Trends membeberkan angka akurasi para kompetitor pendeteksi gambar. |
| Pangram Image Flash 1.0 memeriksa video secara frame demi frame dan diklaim mencapai akurasi 98,7 persen pada tolok ukur DF26. | Didukung | “The company claims it offers 98.7% accuracy at detecting AI-generated videos, a 29-point lead over the next-best detector on the DF26 benchmark.” Digital Trends menyebutkan nama model Flash, metode deteksi frame-by-frame, dan klaim akurasinya pada benchmark DF26. |
| Pangram menguji pendeteksi videonya menggunakan 129 video nyata dari media sosial dan versi sintetis dari 14 model video AI terbaru. | Didukung | “To test its video detector, Pangram took 129 real videos from social media platforms and created AI-generated versions of them using 14 of the latest AI video models.” Digital Trends memuat metode pengujian detektor video Pangram. |
| Model Pangram dilatih menghadapi kompresi, blur, dan noise buatan, serta menyediakan heatmap untuk menandai bagian yang direkayasa AI. | Didukung | “Notably, the model has been trained to see through subtle changes such as compression, blurring, artificial noise, and other artifacts that usually fool AI detectors. It can also highlight which parts” Digital Trends menguraikan ketahanan terhadap artefak dan fitur heatmap visual. |
| Pangram Image 1.0 dapat mendeteksi gambar berukuran 256x256 piksel (turun dari 512x512 piksel), dengan peringatan penurunan keyakinan di bawah 512 piksel. | Didukung | “Pangram Image 1.0 can now check images as small as 256 x 256 pixels, down from the 512 x 512-pixel minimum at launch, though results below 512 pixels come with a reduced-confidence warning.” Digital Trends merinci batas dimensi minimum gambar dan peringatan untuk ukuran di bawah 512 piksel. |
Video AI terbaru
TamaGPT


