Langsung ke isi
· Kabar AI & robotika, jernih dan terverifikasiNewsletter  ·  Majalah  ·  Kelas & Layanan
Tampilan
Pengaturan tampilan
Tema

Kabar AI yang mudah dibaca.

Pilihan tersimpan di perangkat Anda.

Langganan
Terkini
Trending

Pesanan Makanan Lewat Agen AI Masih Sepi di DoorDash

DoorDash hanya mencatat ratusan pesanan lewat agen AI luar di tengah hampir 1 miliar total transaksi pada kuartal ketiga 2026.

Ilustrasi: liput24

Poin penting

  • DoorDash hanya menerima beberapa ratus pesanan dari agen AI luar sejauh ini.
  • Total transaksi DoorDash mencapai hampir satu miliar pesanan pada kuartal ketiga 2026.
  • Konsumen lebih suka memesan makanan langsung dibanding memakai asisten AI perantara.

Pelanggan ternyata belum terbiasa memakai agen AI untuk memesan makanan. Fenomena ini terlihat dari data terbaru layanan antar makanan DoorDash.

Laporan kuartal ketiga tahun 2026 perusahaan menunjukkan fakta menarik. Pesanan lewat bantuan kecerdasan buatan pihak ketiga masih sangat sepi.

Seperti dilaporkan oleh Ars Technica, pesanan agen AI luar hanya ratusan kali. Angka ini dihitung selama alat tersebut aktif beroperasi.

Jumlah itu sangat kecil jika dibandingkan dengan total transaksi perusahaan. Pada kuartal ketiga tahun 2026, DoorDash mencatat hampir satu miliar pesanan.

CEO dan pendiri DoorDash Tony Xu menyebut angka itu sangat rendah. Konsumen rupanya belum merasa butuh perantara untuk tugas yang sederhana.

Menurut Xu, agen pintar lebih berguna untuk keputusan belanja besar. Agen AI bisa bekerja di latar belakang untuk pembelian barang mahal.

Namun untuk urusan pesan makanan, situasinya jauh berbeda. Konsumen tetap memilih memesan langsung lewat aplikasi di ponsel mereka.

Uji Coba Terbatas dan Fitur Internal

DoorDash sendiri baru sebulan membuka akses bagi agen AI luar. Mereka merilis konektor berbasis Model Context Protocol atau MCP.

MCP adalah protokol standar terbuka agar sistem AI pihak ketiga terhubung. Namun akses ini baru dibuka untuk segelintir mitra uji coba.

Sebagian besar mitra memakai sistem ini untuk memesan makan siang kantor. Tanpa konektor ini, AI luar harus memesan lewat tampilan situs web.

Angka ratusan pesanan tadi belum mencakup asisten buatan internal DoorDash. Perusahaan memiliki fitur khusus bernama Ask DoorDash sejak pertengahan tahun.

Fitur tersebut bisa menyusun keranjang belanja dari foto resep masakan. Sistem ini juga bisa memberi saran menu untuk makan malam keluarga.

DoorDash mengklaim keranjang belanja fitur ini terisi lima kali lebih cepat. Nilai belanjanya juga diklaim hampir lima puluh persen lebih tinggi.

Konsumen pun membeli enam puluh persen lebih banyak jenis barang. Hampir separuh pesanan masuk ke restoran lokal yang belum pernah dicoba konsumen.

"Pandangan saya tentang teknologi adalah Anda tidak boleh melawan gravitasi. Namun pada saat yang sama, Anda tidak boleh berkhayal," kata Tony Xu, CEO DoorDash.

Apa Artinya bagi Pelaku Usaha

Pelaku usaha perlu melihat adopsi teknologi secara jernih. Konsumen tidak otomatis beralih ke asisten pintar untuk kegiatan rutin.

Memesan makanan murah ternyata jauh lebih nyaman dilakukan sendiri oleh pembeli. Tampilan visual menu pada layar ponsel masih sulit digantikan teks perintah.

Pengusaha sebaiknya menahan diri sebelum membangun agen belanja pihak ketiga. Biaya integrasi sistem baru sering kali belum sebanding dengan hasil transaksi.

Fokuskan investasi pada alat bantu internal yang langsung menaikkan penjualan. Data DoorDash membuktikan bahwa asisten pintar internal lebih terbukti mendongkrak omzet.

✓ Lolos pemeriksaan redaksi AI. Artikel ini ditulis AI, 11 klaimnya dicocokkan dengan sumber, dan diuji keterbacaannya sebelum terbit. Menemukan kekeliruan? Laporkan ke redaksi.
Sumber berita (1):
  1. Ars Technica: Basically no one is using AI agents for their DoorDash orders
Lihat hasil pemeriksaan (11 klaim)
Pembuka: 8/10Kejelasan: 8/10Struktur: 8/10Manfaat: 8/10Bahasa: 8/10
KlaimPutusanDasar di sumber
DoorDash mencatat hanya ratusan pesanan dari agen AI luar sejak fitur beroperasi.Didukung““AI agents are generating several hundred orders [on DoorDash] across the time that they’ve been up and running.””
Ars Technica mengutip pernyataan CEO Tony Xu pada panggilan laporan laba Q3.
DoorDash mencatat hampir satu miliar total pesanan pada kuartal ketiga tahun 2026.Didukung“handled just shy of 1 billion orders total in the third quarter of 2026 alone.”
Ars Technica mencatat total pesanan DoorDash pada Q3 2026.
Tony Xu menyebut penggunaan agen AI luar untuk pesan makanan sebagai 'very low use case'.Didukung“In a marked understatement, Xu called this a “very low use case””
Ars Technica mengutip pernyataan Tony Xu.
Xu menilai agen AI berpotensi membantu keputusan belanja pertimbangan panjang (long consideration purchases) di latar belakang.Didukung“Xu said he sees the potential for AI agents to be genuinely helpful for “long consideration purchases” and major decisions where agents would be “doing work on your behalf proactively in the background.””
Ars Technica mengutip pandangan Tony Xu tentang peran agen AI.
DoorDash meluncurkan konektor Model Context Protocol (MCP) kurang dari sebulan lalu untuk mitra beta awal.Didukung“DoorDash only rolled out its Model Context Protocol (MCP) connector less than a month ago .”
Ars Technica melaporkan waktu peluncuran konektor MCP DoorDash.
Konektor MCP saat ini terutama digunakan untuk merampingkan pesanan makan siang perusahaan.Didukung“which is still only available to a small number of “early beta partners” and mainly used to streamline corporate lunch orders”
Ars Technica melaporkan tujuan penggunaan konektor MCP oleh mitra awal.
DoorDash memiliki fitur AI internal bernama 'Ask DoorDash' yang dirilis pada musim panas.Didukung“Those include an “Ask DoorDash” feature the company rolled out this summer”
Ars Technica melaporkan keberadaan dan waktu rilis Ask DoorDash.
Fitur Ask DoorDash dapat membuat keranjang belanja dari foto resep atau deskripsi samar.Didukung“can, for instance, create an online shopping cart from a photograph of a recipe or suggest an order based on a vague description like “dinner for a family of four.””
Ars Technica menjelaskan kemampuan fitur Ask DoorDash.
DoorDash mengklaim keranjang Ask DoorDash dibuat lima kali lebih cepat dengan nilai belanja hampir 50% lebih tinggi.Didukung“Ask DoorDash baskets get built “five times faster” than those built without, and Ask DoorDash orders “average nearly 50% higher basket value”
Ars Technica melaporkan klaim statistik dari DoorDash bulan lalu.
DoorDash mengklaim pesanan Ask DoorDash mencakup sekitar 60% lebih banyak barang unik dan hampir separuhnya ditujukan ke restoran lokal baru.Didukung“about 60% more unique items than the same consumers’ traditional orders.” The company also said nearly half of Ask DoorDash orders end up at “local spots the consumer has never tried before,””
Ars Technica memuat data klaim DoorDash mengenai variasi item dan restoran baru.
Tony Xu berpendapat bahwa dalam teknologi tidak boleh melawan gravitasi namun tidak boleh berkhayal.Didukung““My take on all things technology is you never want to fight gravity,” he said regarding AI agents. “But at the same time, you don’t want to be delusional.””
Ars Technica mengutip langsung pernyataan penutup Tony Xu.

Video AI terbaru

Your Spark, Your Story: Yannik Marek | NVIDIA RTX Spark NVIDIA

Baca juga