Langsung ke isi
· Kabar AI & robotika, jernih dan terverifikasiNewsletter  ·  Majalah  ·  Kelas & Layanan
Tampilan
Pengaturan tampilan
Tema

Kabar AI yang mudah dibaca.

Pilihan tersimpan di perangkat Anda.

Langganan
Terkini
Trending

Royalti Musik Global Tembus Rekor, CISAC Peringatkan Ancaman AI

Pendapatan royalti musik dunia capai 14,6 miliar euro pada 2025. CISAC ingatkan perlunya regulasi hak cipta yang adaptif di tengah gempuran AI.

Foto liputan Billboard untuk berita: Royalti Musik Global Tembus Rekor, CISAC Peringatkan Ancaman AI.

Foto: Billboard (Dokumentasi editorial)

Poin penting

  • Royalti penerbitan musik global 2025 naik 11,9% mencapai 14,6 miliar euro didorong oleh sektor digital.
  • Kanal digital mendominasi 45,6% pendapatan, sementara media fisik dan siaran radio atau TV terus turun.
  • CISAC menyebut AI sebagai ujian terbesar dan mendesak pembaruan sistem perlindungan hak cipta pencipta.

Industri musik dunia mencatatkan rekor pendapatan baru di tengah kekhawatiran disrupsi kecerdasan buatan. Laporan Global Collections Report dari CISAC mencatat royalti penerbitan musik global mencapai 14,6 miliar euro atau sekitar Rp248 triliun pada 2025, naik 11,9 persen dari tahun sebelumnya.

Menurut laporan Billboard, lonjakan ini sebagian besar didorong oleh integrasi lembaga lisensi mekanis Amerika Serikat, Mechanical Licensing Collective (MLC). Pendapatan dari platform digital kini menjadi kontributor terbesar dengan porsi 45,6 persen, disusul konser dan musik latar sebesar 25,8 persen.

Tantangan AI terhadap Hak Cipta Kreator

Meski angka pendapatan mencetak rekor, organisasi hak cipta global memperingatkan ancaman serius dari teknologi AI generatif—perangkat lunak yang mampu memproduksi teks, gambar, hingga komposisi musik baru secara otomatis. Direktur Jenderal CISAC Gadi Oron menegaskan bahwa AI menjadi ujian terbesar bagi model ekonomi kreator.

"Masalahnya bukan lagi apakah AI akan mentransformasi industri kita, melainkan apakah sistem yang melindungi hak-hak pencipta berkembang cukup cepat untuk mengimbanginya."

Presiden CISAC sekaligus musisi legendaris ABBA, Björn Ulvaeus, turut menyuarakan pentingnya menjaga hak cipta orisinal. Menurutnya, kreativitas manusia tidak boleh disingkirkan atau dilewati begitu saja oleh teknologi, melainkan harus dilindungi dalam penyusunan kebijakan global terkait AI.

Apa Artinya bagi Pelaku Usaha

Bagi pelaku industri kreatif, agensi periklanan, dan pemilik bisnis di Indonesia, pergeseran ini menunjukkan bahwa ketergantungan pada konten digital semakin mutlak. Namun, pemanfaatan AI generatif untuk memproduksi musik komersial, jingle, atau aset audio video membawa risiko hukum yang kian meningkat seiring pengetatan regulasi hak cipta internasional.

Langkah mitigasi yang perlu diambil adalah memastikan audit lisensi yang ketat atas setiap materi kreatif yang digunakan dalam operasional bisnis. Hindari penggunaan aset audio dari platform AI tanpa kejelasan asal data latih atau perlindungan hak cipta komersial.

Pelaku usaha sebaiknya memposisikan AI sebagai alat bantu efisiensi produksi, bukan pengganti total tenaga kreatif manusia. Kemitraan transparan dengan kreator orisinal tetap menjadi strategi paling aman untuk menghindari sengketa royalti di masa depan.

✓ Lolos pemeriksaan redaksi AI. Artikel ini ditulis AI, 8 klaimnya dicocokkan dengan sumber, dan diuji keterbacaannya sebelum terbit. Menemukan kekeliruan? Laporkan ke redaksi.
Sumber berita (1):
  1. Billboard: CISAC Reports Record Global Creator Royalties, Warns of ‘Largest Test’ From AI
Lihat hasil pemeriksaan (8 klaim)
Pembuka: 8/10Kejelasan: 8.5/10Struktur: 8.5/10Manfaat: 8/10Bahasa: 8.5/10
KlaimPutusanDasar di sumber
Royalti penerbitan musik global pada 2025 mencapai rekor hampir 14,6 miliar euro, naik 11,9 persen dari tahun sebelumnya.Didukung“Global music publishing collections grew to nearly 14.6 billion euros ($15.89 billion) in 2025, up 11.9% from the prior year’s total of 12.6 billion euros”
Billboard mengutip data dari laporan Global Collections Report CISAC.
Lonjakan pendapatan sebagian besar didorong oleh integrasi Mechanical Licensing Collective (MLC) dari Amerika Serikat.Didukung“more than half of the increase, or 6.6 percentage points was due to the first time inclusion of revenue from the Mechanical Licensing Collective (MLC), the U.S. collection agency”
Billboard mencatat bahwa lebih dari separuh pertumbuhan berasal dari pencatatan perdana MLC.
Royalti digital menjadi kontributor terbesar dengan porsi 45,6 persen dari total royalti penerbitan musik.Didukung“digital is now the largest generator of publishing royalties comprising 45.6% of music publishing royalties.”
Billboard melaporkan pangsa royalti digital mencapai 45,6%.
Konser dan musik latar menjadi kontributor terbesar kedua dengan porsi 25,8 persen.Didukung“Otherwise, background music and concerts was second largest at 25.8% of music publishing revenue with a total of 3.624 billion euros”
Billboard mencatat kategori musik latar dan konser menyumbang 25,8%.
Kategori penyiaran televisi dan radio serta media fisik mengalami penurunan pendapatan pada 2025 dibanding 2024.Didukung“All other categories of publishing royalties produced declines in 2025 when compared to 2024. For instance, television and radio brought in another 23.6% of total publishing revenue in 2025”
Billboard merinci penurunan pendapatan pada TV/radio serta CD dan video.
Direktur Jenderal CISAC Gadi Oron menyatakan AI menjadi ujian terbesar bagi konfederasi dan model ekonomi kreator.Didukung““Our confederation now faces its largest test with artificial intelligence, new business models and changing patterns of consumption,” Oron writes in the forward to the CISAC annual report.”
Billboard mengutip pernyataan pembuka Gadi Oron dalam laporan tahunan CISAC.
Gadi Oron mempertanyakan apakah sistem perlindungan hak cipta pencipta berkembang cukup cepat untuk mengimbangi AI.Didukung““The issue is no longer whether AI will transform our industries, but whether the systems that protect creators’ rights are evolving quickly enough to keep pace.””
Billboard mengutip langsung pernyataan Gadi Oron terkait sistem perlindungan hak cipta.
Presiden CISAC dan co-founder ABBA Björn Ulvaeus menegaskan kreativitas manusia tidak boleh digantikan atau dilewati, melainkan harus dihargai dan dilindungi.Didukung“Adds CISAC president and ABBA co-founder Björn Ulvaeus , “Human creativity is not something to be replaced or bypassed. It is something to be valued, protected and celebrated.”
Billboard mengutip pernyataan Björn Ulvaeus mengenai posisi kreativitas manusia di hadapan AI.

Video AI terbaru

TamaGPT OpenAI

Baca juga