Studio ShotCode Andalkan Arah Kreatif Manusia di Tengah Banjir Iklan AI
Biaya produksi video AI kian murah dan memicu persaingan ketat. ShotCode menawarkan layanan naskah dan kurasi ide agar promosi bisnis tidak tenggelam di media sosial.

Foto: Digital Trends (Dokumentasi editorial)
Poin penting
- ShotCode membuka studio iklan AI untuk menyusun naskah dan konsep video pendek bagi jenama ritel serta SaaS.
- Riset IAB mencatat 86 persen pembeli iklan video telah atau berencana memanfaatkan kecerdasan buatan generatif.
- Pendapatan pekerja lepas video AI di Upwork melonjak 329 persen karena perusahaan mencari keahlian terarah.
Kemudahan memproduksi video dengan kecerdasan buatan memicu tantangan baru bagi dunia pemasaran digital: membanjirnya konten dengan pesan visual serupa. Studio kreatif ShotCode resmi meluncurkan layanan pembuatan iklan video bertenaga AI untuk menjembatani perangkat lunak otomasi dengan kebutuhan strategi kreatif bisnis.
Menurut laporan Digital Trends, ShotCode menyasar jenama e-commerce dan perusahaan peranti lunak sebagai layanan (SaaS). Studio ini bertanggung jawab merumuskan konsep, menyusun naskah, hingga memproduksi video pendek untuk kanal YouTube Shorts, TikTok, dan Instagram Reels.
Tantangan Menembus 2,5 Detik Perhatian Audiens
Perangkat lunak generator video otomatis seperti HeyGen dan Higgsfield memang memangkas kerumitan teknis produksi. Namun, peranti lunak tersebut belum mampu menjawab kebutuhan ide cerita yang mampu meyakinkan calon pelanggan untuk membeli produk.
Adopsi teknologi ini berlangsung cepat. Laporan Interactive Advertising Bureau (IAB) pada Juli 2025 menunjukkan bahwa 86 persen pengiklan video yang disurvei telah atau berencana menggunakan AI generatif, dengan proyeksi porsi materi iklan berbasis AI mencapai 40 persen pada 2026.
Sayangnya, biaya produksi yang makin murah memicu kejenuhan konten. Berdasarkan riset Karen Nelson-Field dari firma Amplified Intelligence, sebuah iklan membutuhkan sekitar 2,5 detik perhatian aktif sebelum pesan promosi mulai terekam dalam ingatan konsumen.
Kondisi ini mendorong lonjakan permintaan jasa profesional pengarah konten. Laporan keahlian Upwork 2026 mencatat pertumbuhan pendapatan pekerja lepas di bidang pembuatan dan penyuntingan video AI mencapai 329 persen secara tahunan pada 2025, sementara platform Fiverr mencatat lonjakan pencarian kreator video AI sebesar 66 persen.
Apa Artinya bagi Pelaku Usaha
Perkembangan ini berdampak langsung bagi pemilik usaha ritel, jenama e-commerce, dan tim pemasaran digital di Indonesia. Ketika akses peranti lunak AI terbuka untuk semua pihak, pembeda utama penjualan bukan lagi kemampuan membuat gambar bergerak, melainkan ketajaman narasi dalam menyoroti masalah spesifik konsumen.
Manajemen disarankan untuk menahan diri dari godaan berlangganan terlalu banyak aplikasi generator video tanpa kesiapan strategi pesan. Efisiensi biaya produksi akan hilang percuma apabila video yang dihasilkan gagal merebut perhatian audiens dalam detik-detik awal penayangan.
Langkah mitigasi paling rasional adalah memprioritaskan riset sudut pandang naskah sebelum meluncurkan kampanye iklan. Manfaatkan perangkat AI untuk memproduksi berbagai alternatif kalimat pembuka berbiaya rendah, lalu uji respons pasar dalam skala kecil sebelum menggelontorkan anggaran promosi secara masif.
- Digital Trends: ShotCode bets on human creativity as AI reshapes advertising video production
Lihat hasil pemeriksaan (8 klaim)
| Klaim | Putusan | Dasar di sumber |
|---|---|---|
| ShotCode meluncurkan studio iklan bertenaga AI untuk menyusun konsep, naskah, dan iklan video pendek bagi perusahaan SaaS, e-commerce, dan jenama konsumen. | Didukung | “ShotCode is launching an artificial intelligence-powered advertising studio, betting that the growing availability of video-generation software will create demand for a different service” Dilaporkan oleh Digital Trends pada pembukaan artikel. |
| Video iklan yang diproduksi ShotCode ditujukan untuk platform YouTube Shorts, TikTok, dan Instagram Reels. | Didukung | “Its work is intended for platforms including YouTube Shorts, TikTok and Instagram Reels.” Disebutkan langsung di artikel Digital Trends. |
| Laporan Interactive Advertising Bureau (IAB) pada Juli 2025 menyatakan 86 persen pembeli iklan video menggunakan atau berencana menggunakan AI generatif untuk membuat iklan video. | Didukung | “In a report published in July 2025, the Interactive Advertising Bureau said 86 per cent of surveyed video advertising buyers were using or planning to use generative AI to create video advertisements.” Dinyatakan dalam laporan IAB yang dikutip oleh Digital Trends. |
| Responden riset IAB memproyeksikan materi kreatif berbasis AI akan mencakup 40 persen dari total iklan pada 2026. | Didukung | “Respondents expected AI-generated creative to account for 40 per cent of advertisements by 2026—a projection rather than a measured outcome.” Dikutip oleh Digital Trends dari laporan IAB Juli 2025. |
| Perangkat seperti HeyGen dan Higgsfield membuat kemampuan produksi mudah diakses, namun belum menyelesaikan masalah ide iklan, naskah, atau alur adegan. | Didukung | “Tools such as HeyGen and Higgsfield made production capabilities accessible, but did not resolve questions about the advertising idea, the script or how individual scenes should fit together.” Disebutkan dalam ulasan Digital Trends mengenai alat generator AI. |
| Riset Karen Nelson-Field dari Amplified Intelligence menunjukkan iklan membutuhkan sekitar 2,5 detik perhatian aktif sebelum terekam dalam ingatan konsumen. | Didukung | “Research by Karen Nelson-Field of Amplified Intelligence suggests an ad needs roughly 2.5 seconds of active attention before it starts to register in memory” Dikutip dalam Digital Trends dari riset Karen Nelson-Field. |
| Laporan keahlian Upwork 2026 mencatat pertumbuhan tahunan 329 persen pada pendapatan pekerja lepas untuk pembuatan dan penyuntingan video AI selama 2025. | Didukung | “Upwork’s 2026 skills report recorded 329 per cent year-on-year growth in AI video generation and editing, measured through freelancer earnings from US-originating demand during 2025.” Dinyatakan dalam laporan Upwork yang dikutip oleh Digital Trends. |
| Fiverr melaporkan kenaikan 66 persen dalam pencarian kreator video AI pada indeks tren musim gugur 2025. | Didukung | “Fiverr separately reported a 66 per cent increase in searches for AI video creators over the six months covered by its fall 2025 trends index.” Dikutip oleh Digital Trends dari indeks tren Fiverr. |
Video AI terbaru
TamaGPT


