Langsung ke isi
· Kabar AI & robotika, jernih dan terverifikasiNewsletter  ·  Majalah  ·  Kelas & Layanan
Tampilan
Pengaturan tampilan
Tema

Kabar AI yang mudah dibaca.

Pilihan tersimpan di perangkat Anda.

Langganan
Terkini
Trending

Agentic AI Mulai Geser Call Center Konvensional di Indonesia

Industri BPO nasional beralih ke agentic AI guna memangkas biaya layanan pelanggan, mengubah peran agen manusia menjadi pengawas operasional.

Foto liputan Detik untuk berita: Agentic AI Mulai Geser Call Center Konvensional di Indonesia.

Foto: Detik (Dokumentasi editorial)

Poin penting

  • Agentic AI mampu menyelesaikan seluruh alur operasional layanan pelanggan mandiri tanpa chatbot kaku.
  • Perusahaan BPO mengadopsi model hibrida dengan memposisikan tenaga manusia sebagai pengawas kasus rumit.
  • Efisiensi biaya layanan (cost-to-serve) kini menjadi pendorong utama transformasi call center korporasi.

Lanskap industri layanan pelanggan dan alih daya proses bisnis (business process outsourcing/BPO) di Indonesia mengalami pergeseran besar. Era pusat panggilan konvensional yang bergantung pada ribuan staf manusia kini mulai berganti ke ekosistem otomatisasi cerdas berbasis agentic AI.

Teknologi agentic AI merujuk pada perangkat lunak otonom yang mampu mengeksekusi rangkaian alur kerja mandiri, mulai dari mengolah data hingga menyelesaikan keluhan konsumen. Model ini melampaui kemampuan chatbot standar yang hanya menjawab pertanyaan umum berbasis naskah kaku.

Memangkas Biaya Layanan Tanpa Korbankan Kualitas

Menurut laporan Detik, tekanan untuk menekan biaya operasional layanan (cost-to-serve) menjadi pemicu utama korporasi mengadopsi otomasi cerdas. Kemitraan dengan penyedia BPO memungkinkan perusahaan menghemat anggaran belanja teknologi tanpa harus membangun sistem kecerdasan buatan sendiri dari awal.

Pemain BPO nasional seperti PT Infomedia Nusantara telah menerapkan integrasi ini di 14 lokasi operasional mereka di Indonesia. Tenaga kerja manusia tidak dihapus seluruhnya, melainkan dialihkan menjadi pengawas tata kelola dan penangan persoalan kompleks yang memerlukan empati.

Di Infomedia, kami memadukan keahlian manusia, teknologi cerdas, dan operasional yang disiplin untuk menghadirkan transformasi yang memberikan nilai bermakna bagi pelanggan.

Keberhasilan mengintegrasikan AI langsung ke alur kerja operasional nyata turut mengantarkan perusahaan tersebut meraih penghargaan Frost & Sullivan 2026 Indonesian Company of the Year. Tolok ukur daya saing BPO kini bergeser dari jumlah personel menjadi ketepatan otomasi cerdas.

Apa Artinya bagi Pelaku Usaha

Pergeseran ini berdampak langsung bagi direktur operasional, manajer layanan pelanggan, dan pemilik bisnis yang masih menanggung biaya tetap tinggi untuk operasional helpdesk internal. Ketergantungan pada pusat panggilan tradisional berisiko menurunkan margin keuntungan akibat beban gaji dan tingginya tingkat perputaran karyawan.

Langkah mitigasi yang tepat bukan langsung memutus kontrak staf, melainkan memetakan jenis keluhan pelanggan ke dalam matriks kompleksitas. Alokasikan tiket berulang bervolume tinggi ke sistem agentic AI melalui mitra BPO yang telah tersertifikasi, lalu fokuskan tim internal pada penyelesaian eskalasi berisiko tinggi.

Sebelum berinvestasi, evaluasi penyedia layanan berdasarkan rekam jejak tata kelola data dan akurasi penyelesaian masalah end-to-end. Pendekatan hibrida terbukti menjaga ketahanan arus kas usaha di tengah ketidakpastian pasar tanpa menurunkan kepuasan konsumen.

✓ Lolos pemeriksaan redaksi AI. Artikel ini ditulis AI, 7 klaimnya dicocokkan dengan sumber, dan diuji keterbacaannya sebelum terbit. Menemukan kekeliruan? Laporkan ke redaksi.
Sumber berita (1):
  1. Detik: Tren Agentic AI Mulai Geser Era Call Center Tradisional
Lihat hasil pemeriksaan (7 klaim)
Pembuka: 8/10Kejelasan: 8/10Struktur: 8/10Manfaat: 8/10Bahasa: 8/10
KlaimPutusanDasar di sumber
Agentic AI mulai menggeser era call center konvensional berbasis ribuan agen manusia di Indonesia menuju ekosistem digital otomatisasi cerdas.Didukung“Era pusat panggilan (call center) konvensional yang bergantung sepenuhnya pada ribuan agen manusia kini mulai bertransisi menuju ekosistem digital berbasis kecerdasan buatan dan otomasi cerdas.”
Detik memberitakan transisi dari call center konvensional menuju ekosistem kecerdasan buatan.
Agentic AI merupakan sistem kecerdasan buatan mandiri yang mampu mengeksekusi seluruh alur kerja operasional secara otomatis, dari analisis data hingga penyelesaian masalah pelanggan secara langsung.Didukung“agentic AI, yakni sistem kecerdasan buatan mandiri yang sanggup mengeksekusi seluruh alur kerja operasional secara otomatis, mulai dari analisis data hingga penyelesaian masalah pelanggan secara langsung”
Detik mendefinisikan agentic AI dan kapabilitas operasionalnya secara eksplisit.
Dorongan korporasi menekan biaya operasional layanan (cost-to-serve) menjadi pemicu utama adopsi AI tanpa harus membangun infrastruktur dari nol.Didukung“Pergeseran ini didorong oleh tingginya dorongan korporasi di Indonesia dalam menekan biaya operasional layanan.”
Detik menyebutkan faktor pendorong utama efisiensi biaya layanan korporasi.
Dalam skema BPO modern, tenaga kerja manusia dialihkan menjadi pengawas tata kelola dan penangan kasus-kasus kompleks.Didukung“Manusia bertindak sebagai pengawas tata kelola dan penangan kasus-kasus kompleks, sementara tugas berulang diambil alih oleh mesin.”
Detik memaparkan pergeseran fungsi tenaga kerja manusia dalam model BPO modern.
PT Infomedia Nusantara menerapkan sinergi manusia dan agentic AI di 14 lokasi operasional mereka di Indonesia.Didukung“Sinergi antara keahlian manusia dan kapabilitas mesin ini menjadi standar baru yang diterapkan pemain BPO seperti Infomedia Nusantara di 14 lokasi operasional mereka di Indonesia.”
Detik mencatat implementasi model tersebut oleh Infomedia Nusantara di 14 lokasi operasional.
Eddy Sofryano menyatakan bahwa Infomedia memadukan keahlian manusia, teknologi cerdas, dan operasional disiplin untuk menghadirkan nilai bermakna bagi pelanggan.Didukung“"Di Infomedia, kami memadukan keahlian manusia, teknologi cerdas, dan operasional yang disiplin untuk menghadirkan transformasi yang memberikan nilai bermakna bagi pelanggan.”
Detik mengutip langsung pernyataan Direktur Utama PT Infomedia Nusantara, Eddy Sofryano.
Konsistensi pemanfaatan AI ke alur kerja operasional menjadi indikator penilaian dalam penganugerahan Frost & Sullivan 2026 Indonesian Company of the Year.Didukung“menjadi alur kerja operasional nyata ini juga menjadi indikator penilaian utama lembaga riset global, seperti pada penganugerahan Frost & Sullivan 2026 Indonesian Company of the Year.”
Detik mengaitkan alur kerja AI dengan indikator penghargaan Frost & Sullivan 2026.

Video AI terbaru

What you missed at Hugging Face Open Together Hugging Face

Baca juga