Langsung ke isi
· Kabar AI & robotika, jernih dan terverifikasiNewsletter  ·  Majalah  ·  Kelas & Layanan
Tampilan
Pengaturan tampilan
Tema

Kabar AI yang mudah dibaca.

Pilihan tersimpan di perangkat Anda.

Langganan
Terkini
Trending

Bintang Hollywood Tolak Pelatihan OpenAI: Lisensi AI Skala Besar Bukan Hal Mustahil

Agensi CAA dan puluhan pesohor Hollywood mendesak OpenAI membayar hak cipta data latih AI, menolak dalih bahwa sistem lisensi massal mustahil diterapkan.

Foto liputan Deadline untuk berita: Bintang Hollywood Tolak Pelatihan OpenAI: Lisensi AI Skala Besar Bukan Hal Mustahil.

Foto: Deadline (Dokumentasi editorial)

Poin penting

  • CAA dan puluhan pesohor ajukan amicus brief dalam sengketa hak cipta The New York Times melawan OpenAI.
  • Pelaku industri kreatif menolak dalih OpenAI bahwa pembelian lisensi data latih massal terlalu mahal.
  • Prinsip baru menuntut tiga pilar utama bagi pemanfaatan materi kreatif: izin, kontrol, dan kompensasi.

Sengketa hak cipta antara The New York Times melawan OpenAI kini memasuki babak baru yang semakin memanas. Agensi hiburan papan atas Creative Artists Agency resmi menyeret suara para pesohor Hollywood ke meja hijau.

Melalui laporan Deadline, CAA mendaftarkan dokumen amicus brief atau pandangan hukum pihak ketiga ke pengadilan. Langkah ini didukung figur kenamaan seperti Robert De Niro, Scarlett Johansson, Anne Hathaway, hingga sutradara Ron Howard.

Menolak Dalih Pelatihan Data Tanpa Izin

Para kreator menegaskan bahwa ketiadaan penolakan teknis bukan berarti pemilik karya memberikan izin hukum. Mereka menentang praktik pengikisan data atau scraping yang menyerap konten kreatif secara sepihak untuk melatih model bahasa besar.

CEO CAA Bryan Lourd menyatakan masa depan kecerdasan buatan harus dibangun bersama para seniman, bukan dengan mengorbankan hak cipta mereka. Menurutnya, pemanfaatan karya wajib berakar pada persetujuan, kendali pembuat konten, dan kompensasi finansial yang adil.

Sebelumnya, OpenAI berargumen bahwa penyerapan materi publik merupakan penggunaan wajar atau fair use demi inovasi teknologi. Pengembang ChatGPT itu juga menilai skema pembayaran lisensi ke jutaan pemegang hak cipta mustahil dilakukan secara teknis maupun finansial.

Dokumen hukum CAA membantah klaim tersebut secara tegas. Mekanisme transaksi bagi banyak pemegang hak cipta diklaim sudah berjalan matang di berbagai industri dan siap diadaptasi untuk ekosistem AI modern.

Tekanan serupa juga datang dari agensi raksasa WME serta serikat pekerja seperti SAG-AFTRA dan Writers Guild of America. Gelombang perlawanan ini membuktikan batas kompromi antara inovator teknologi dan pemilik materi intelektual kian meruncing.

Apa Artinya bagi Pelaku Usaha

Gugatan berskala besar ini memberi sinyal penting bagi para pemimpin bisnis yang mengandalkan model AI generatif komersial. Risiko pelanggaran hak cipta pada data pelatihan kini berpeluang memicu sanksi hukum atau lonjakan biaya royalti vendor.

Perusahaan perlu memeriksa klausul jaminan ganti rugi hukum dari penyedia perangkat AI yang digunakan. Evaluasi ini memastikan operasional harian tidak terseret tuntutan hukum atas materi teks, gambar, atau kode yang dihasilkan mesin.

Pelaku usaha di Indonesia sebaiknya mulai memprioritaskan vendor AI yang transparan terkait sumber data pelatihan. Langkah mitigasi dini akan melindungi reputasi bisnis serta mencegah potensi sengketa kepemilikan aset digital di masa depan.

✓ Lolos pemeriksaan redaksi AI. Artikel ini ditulis AI, 7 klaimnya dicocokkan dengan sumber, dan diuji keterbacaannya sebelum terbit. Menemukan kekeliruan? Laporkan ke redaksi.
Sumber berita (1):
  1. Deadline: CAA’s Bryan Lourd Insists AI’s “Future Must Be Built With Artists, Not At Their Expense” As Agency Weighs In On NYT Vs. OpenAI Battle
Lihat hasil pemeriksaan (7 klaim)
Pembuka: 8/10Kejelasan: 8/10Struktur: 8/10Manfaat: 8/10Bahasa: 8/10
KlaimPutusanDasar di sumber
CAA dan puluhan figur kenamaan Hollywood mengajukan amicus brief dalam perkara hak cipta The New York Times melawan OpenAI.Didukung“amicus brief filed by CAA in the nearly two-year old consolidated copyright infringement battle between OpenAI and the New York Times”
Deadline mengonfirmasi pengajuan amicus brief oleh CAA dalam perkara konsolidasi pelanggaran hak cipta antara NYT dan OpenAI.
Figur kenamaan Hollywood seperti Robert De Niro, Scarlett Johansson, Anne Hathaway, dan Ron Howard menandatangani atau mendukung pengajuan brief CAA.Didukung“Anne Hathaway, Actor”
Deadline mencantumkan Anne Hathaway, Scarlett Johansson, Robert De Niro, dan Ron Howard dalam daftar pendukung brief tersebut.
Brief tersebut menegaskan bahwa ketiadaan penolakan teknis bukan berarti izin hukum (technical silence is not legal consent).Didukung“assert to Altman and OpenAI “that technical silence is not legal consent.””
Deadline mengutip langsung argumen dalam brief tersebut.
CEO CAA Bryan Lourd menyatakan masa depan AI harus dibangun bersama seniman, bukan dengan mengorbankan mereka, berlandaskan izin, kendali, dan kompensasi.Didukung“We strongly believe in the promise of AI, but its future must be built with artists, not at their expense, and grounded in consent, control, and compensation.””
Deadline mengutip pernyataan langsung Bryan Lourd.
OpenAI mengklaim doktrin fair use demi kepentingan inovator dan daya saing AS, serta menilai kesepakatan lisensi terhambat biaya tinggi.Didukung“OpenAI (who are poised for an IPO any quarter now) claims fair use, and declares they “view this principle as fair to creators, necessary for innovators, and critical for US competitiveness.””
Deadline melaporkan posisi OpenAI terkait fair use dan penolakan terhadap beban biaya lisensi.
Brief CAA menyatakan skema lisensi skala besar bukan hal mustahil dan mekanisme transaksi multi-hak cipta sudah mapan serta sedang diadaptasi untuk era AI.Didukung“the mechanisms to manage multi-rightsholder transaction costs are not only well-established, but are being actively adapted for the AI era”
Deadline mengutip argumen hukum firma Bass, Berry & Sims dalam brief CAA.
Agensi WME serta serikat pekerja SAG-AFTRA dan Writers Guild of America juga turut mengajukan brief terpisah dalam sengketa ini.Didukung“SAG-AFTRA , the American Federation of Musicians and the Writers Guild of America East and West filed their own joint brief on October 29”
Deadline melaporkan bahwa WME serta aliansi SAG-AFTRA dan WGA telah menyerahkan brief serupa.

Video AI terbaru

TamaGPT OpenAI

Baca juga