Langsung ke isi
· Kabar AI & robotika, jernih dan terverifikasiNewsletter  ·  Majalah  ·  Kelas & Layanan
Tampilan
Pengaturan tampilan
Tema

Kabar AI yang mudah dibaca.

Pilihan tersimpan di perangkat Anda.

Langganan
Terkini
Trending

Cegah Risiko Operasional, Goldman Sachs Batasi Akses AI Coding untuk Non-Engineer

Goldman Sachs melarang staf non-teknis memakai alat AI coding canggih demi mengendalikan risiko dan menjaga produktivitas kerja institusi.

Foto ilustrasi (bank trading financial office) untuk berita: Cegah Risiko Operasional, Goldman Sachs Batasi Akses AI Coding untuk Non-Engineer. Foto: w_lemay via Flickr, lisensi CC BY-SA 2.0.

Foto: w_lemay via Flickr (CC BY-SA 2.0)

Poin penting

  • Akses alat AI coding canggih kini dibatasi hanya bagi teknisi perangkat lunak dan tim kuantitatif.
  • Langkah ini diambil manajemen bank akibat kekhawatiran terkait faktor risiko dan produktivitas kerja.
  • Perbankan global kian memperketat pengawasan agen AI otonom demi mencegah keluaran data tanpa verifikasi.

Raksasa perbankan investasi Goldman Sachs resmi melarang staf non-teknis menggunakan perangkat lunak pemrograman berbasis AI canggih. Menurut laporan Bloomberg yang dikutip Fast Company, akses ke alat seperti Claude Code dan GitHub kini dibatasi ketat hanya untuk teknisi perangkat lunak serta tim kuantitatif atau 'strats'.

Kebijakan ini memicu kekecewaan di kalangan pedagang efek (trader) dan staf perbankan investasi. Sebelumnya, para staf non-teknis memanfaatkan alat pembuat kode pintar tersebut untuk memantau data pasar, menyusun grafik visual, hingga membangun pemodelan finansial secara mandiri.

Menyeimbangkan Inovasi dan Manajemen Risiko

Juru bicara Goldman Sachs menjelaskan bahwa perusahaan selalu menguji coba berbagai alat AI untuk memetakan manfaat dan risiko kerja. Setelah fase eksperimen tuntas, akses alat tingkat lanjut difokuskan kepada divisi yang dinilai paling tepat untuk memanfaatkannya dalam jangka panjang.

Dilema serupa turut dirasakan perbankan Wall Street lain. Pejabat teknologi informasi JPMorgan Chase, Lori Beer, bulan lalu mengungkapkan bahwa laju teknologi AI berjalan lebih cepat daripada kesiapan institusi dalam mengendalikannya. Perusahaan perlu sesekali menahan diri untuk memasang pagar pembatas.

Chief Executive Officer Bank of America Brian Moynihan juga mengingatkan bahaya agen AI, yaitu sistem otonom yang bisa mengeksekusi instruksi tanpa campur tangan manusia. Moynihan menegaskan staf wajib memverifikasi keakuratan lembar kerja dan materi presentasi bisnis buatan AI sebelum digunakan.

Risiko terbesar adalah membiarkan AI memberikan jawaban tanpa ada verifikasi manusia untuk memastikan ketepatan hasilnya.

Meski memperketat aturan, Goldman tetap mempertahankan ekosistem AI internal. Bank asal Amerika Serikat ini tetap membuka chatbot internal bagi seluruh staf, sembari menjalankan program uji coba agen AI otonom untuk riset finansial sejak September 2025.

Apa Artinya bagi Pelaku Usaha

Keputusan Goldman Sachs menunjukkan bahwa pemanfaatan AI generatif di lingkungan korporasi memerlukan batas kendali yang jelas. Karyawan non-teknis yang menggunakan alat pemrograman tingkat lanjut berisiko menimbulkan masalah operasional jika tidak didukung kompetensi teknis yang memadai.

Bagi manajemen dan pemilik bisnis di Indonesia, langkah antisipasi paling mendesak adalah menyusun matriks otorisasi penggunaan AI. Bedakan secara tegas antara alat AI untuk produktivitas umum seperti perangkum dokumen, dengan AI tingkat lanjut yang berhubungan langsung dengan infrastruktur atau sistem operasional inti.

Tetapkan protokol supervisi manusia (human-in-the-loop) pada seluruh hasil kerja sistem otomatis sebelum dipakai mengambil keputusan strategis. Dengan pemilahan hak akses yang terukur, perusahaan tetap dapat memetik efisiensi otomatisasi tanpa mengorbankan stabilitas kerja dan keamanan data bisnis.

✓ Lolos pemeriksaan redaksi AI. Artikel ini ditulis AI, 7 klaimnya dicocokkan dengan sumber, dan diuji keterbacaannya sebelum terbit. Menemukan kekeliruan? Laporkan ke redaksi.
Sumber berita (1):
  1. Fast Company: Goldman Sachs bans non-engineers from using advanced AI tools
Lihat hasil pemeriksaan (7 klaim)
Pembuka: 8/10Kejelasan: 8/10Struktur: 8/10Manfaat: 8/10Bahasa: 8/10
KlaimPutusanDasar di sumber
Goldman Sachs melarang staf non-teknis seperti trader dan banker menggunakan alat AI coding canggih karena pertimbangan risiko dan produktivitas.Didukung“Goldman Sachs has banned traders, bankers, and other staff from using advanced AI coding tools because of risk and productivity concerns.”
Disebutkan oleh Fast Company pada paragraf pertama.
Goldman Sachs membatasi akses ke perangkat AI seperti Claude Code dan GitHub hanya untuk insinyur perangkat lunak dan tim 'strats'.Didukung“The bank is limiting access to tools like Anthropic’s Claude Code and Microsoft’s GitHub to engineers and so-called “strats,””
Disebutkan oleh Fast Company mengutip laporan Bloomberg.
Larangan ini menimbulkan kekecewaan bagi kalangan trader yang sebelumnya memakai alat tersebut untuk memantau data, menyusun pemodelan finansial, dan grafik.Didukung“The move reportedly frustrated traders who used the tools to monitor data, build financial models, and produce graphics, among other things.”
Disebutkan oleh Fast Company pada paragraf kedua.
Juru bicara Goldman Sachs menyatakan pengujian AI dilakukan untuk mengukur faktor produktivitas serta risiko sebelum diserahkan kepada pihak yang paling tepat untuk jangka panjang.Didukung“Once the experimental period ends, “we put [the tools] in the hands of those who are best suited to leverage them for the long term,” he said.”
Pernyataan juru bicara Goldman Sachs yang dilaporkan Bloomberg dan dikutip Fast Company.
CIO JPMorgan Chase Lori Beer menyatakan laju teknologi AI berjalan lebih cepat daripada kemampuan pengelolaannya sehingga kontrol perlu diperketat.Didukung““We want to move at speed, but sometimes we must pull back to get controls in place,” she said. “The technology is running ahead of capabilities to manage it.””
Pernyataan Lori Beer yang dikutip dalam artikel Fast Company.
CEO Bank of America Brian Moynihan mengingatkan perlunya kehati-hatian atas agen AI dan mewajibkan verifikasi manusia terhadap spreadsheet serta pitchbook buatan AI.Didukung“Bank of America CEO Brian Moynihan has urged caution about allowing AI agents to operate without human supervision, specifically saying investment bankers need to carefully check the accuracy”
Pernyataan Brian Moynihan yang dikutip Fast Company.
Goldman Sachs tetap menyediakan chatbot internal untuk semua karyawan dan melakukan uji coba agen coding otonom serta copilot per September 2025.Didukung“Goldman’s internal AI initiatives include a proprietary chatbot, which is available to all employees, and a “copilot” coding tool for developers.”
Disebutkan pada bagian akhir artikel Fast Company.

Video AI terbaru

Washington, D.C. is up next. 🏛️ NVIDIA

Baca juga