Riset SNU Pangkas Biaya Transmisi Data AI hingga 14 Kali Lipat
Inovasi TACToC dan mzCache dari Seoul National University memangkas biaya transmisi data AI hingga 14,5 kali serta melipatgandakan kecepatan respons AI pada ponsel pintar.

Foto: TechXplore (Dokumentasi editorial)
Poin penting
- TACToC menghemat biaya transmisi data AI hingga 14,5 kali dengan selisih akurasi dalam 3 poin persentase.
- mzCache memangkas jeda waktu respons AI ponsel hingga 5,5 kali lebih cepat saat pengguna berpindah aplikasi.
- Kedua solusi dapat diterapkan pada infrastruktur jaringan dan sistem Android tanpa perlu modifikasi kernel.
Penggunaan kecerdasan buatan (AI) pada perangkat bergerak sering terkendala biaya transmisi data yang mahal dan respons yang lambat. Tim peneliti dari Seoul National University (SNU) memperkenalkan dua inovasi baru bernama TACToC dan mzCache untuk mengatasi masalah efisiensi tersebut.
Dua riset yang dipimpin Profesor Kyunghan Lee ini dipresentasikan pada konferensi komputasi bergerak ACM MobiCom 2026 di Texas, Amerika Serikat, sebagaimana dilaporkan TechXplore.
TACToC: Kirim Data Penting Tanpa Boros Bandwidth
TACToC (Task-Adaptive Communication for Task-oriented Communications) dirancang untuk pemrosesan AI jarak jauh. Pada sistem konvensional, rekaman video kamera dikirim utuh ke server pusat sehingga membebani kapasitas jaringan internet.
Teknologi ini bekerja secara selektif dengan hanya mengirimkan fitur visual yang relevan bagi model AI. TACToC memakai satu enkoder serbaguna yang hanya perlu memperbarui perintah kecil atau token instruksi saat tugas AI berganti.
Dalam pengujian memakai dataset publik untuk lima tugas AI, TACToC memangkas biaya komunikasi 1,5 hingga 14,5 kali lipat dengan penurunan akurasi tetap terjaga dalam 3 poin persentase. Ketika diuji pada perangkat edge AI NVIDIA Jetson AGX Orin, sistem mencatat kecepatan sekitar 21 bingkai per detik (fps).
mzCache: Solusi Antilelet untuk AI di Ponsel Pintar
Sementara itu, mzCache menjawab kendala keterbatasan memori pada AI on-device, yakni model AI yang berjalan langsung di ponsel tanpa server eksternal. Model bahasa kecil umumnya memakan memori RAM sebesar 5 hingga 7 gigabita.
Saat pengguna berpindah ke aplikasi lain, sistem operasi kerap menutup paksa AI atau membersihkan memorinya. Akibatnya, waktu tunggu respons AI melonjak drastis dari 0,8 detik menjadi sekitar 16 detik saat aplikasi dibuka kembali.
mzCache membagi memori AI ke dalam unit-unit kecil dan memulihkan data secara paralel saat komputasi berlangsung. Pada ponsel komersial seperti Samsung Galaxy S25+ dan OnePlus 12, sistem ini mempercepat respons awal 2,1 hingga 5,5 kali lipat tanpa perlu memodifikasi kernel inti Android.
Apa Artinya bagi Pelaku Usaha
Bagi pimpinan perusahaan dan manajer teknologi, inovasi ini memberikan arah baru dalam mengendalikan biaya operasional infrastruktur digital. Efisiensi bandwidth dari TACToC sangat menguntungkan sektor logistik, armada kendaraan otonom, drone patroli, dan jaringan CCTV cerdas yang mengandalkan transmisi data seluler berkelanjutan.
Di sisi lain, kemampuan mzCache menjaga kelancaran aplikasi on-device membuka jalan bagi adopsi asisten AI internal perusahaan yang lebih andal di perangkat karyawan. Staf dapat berpindah aplikasi kerja dengan lancar tanpa risiko hilangnya konteks percakapan penting atau jeda pemrosesan yang membuang waktu produktif.
Pelaku usaha di Indonesia disarankan mulai mengevaluasi arsitektur AI yang memisahkan beban komputasi lokal dan server secara hibrida. Pendekatan transmisi berbasis tugas ini dapat menjadi strategi mitigasi efektif menghadapi lonjakan tagihan komputasi awan dan keterbatasan bandwidth jaringan lapangan.
- TechXplore: New communication and memory tools reduce AI data traffic and response delays
Lihat hasil pemeriksaan (10 klaim)
| Klaim | Putusan | Dasar di sumber |
|---|---|---|
| Riset Seoul National University (SNU) memangkas biaya transmisi data AI hingga 14,5 kali lipat. | Didukung | “TACToC reduced communication costs by up to 14.5× compared with existing methods while keeping the loss in accuracy within 3 percentage points.” TechXplore melaporkan TACToC dari Seoul National University memangkas biaya komunikasi hingga 14,5 kali lipat. |
| mzCache memangkas jeda waktu respons AI ponsel hingga 5,5 kali lebih cepat saat berpindah aplikasi. | Didukung | “In environments where multiple apps are used, mzCache reduced the AI's time to first response by up to 5.5× compared with conventional storage-based recovery methods.” TechXplore mencatat mzCache memangkas waktu tunggu respons pertama hingga 5,5 kali. |
| Kedua solusi dapat diterapkan pada infrastruktur jaringan dan sistem Android tanpa perlu modifikasi kernel. | Didukung | “Because it can be deployed without modifying existing communication network architectures” TechXplore menyebut TACToC tidak memerlukan modifikasi arsitektur jaringan, dan mzCache berjalan sebagai aplikasi Android tanpa memodifikasi kernel. |
| Riset dipimpin Profesor Kyunghan Lee dan dipresentasikan di ACM MobiCom 2026 di Texas. | Didukung | “A research team led by professor Kyunghan Lee of the Department of Electrical and Computer Engineering at Seoul National University College of Engineering” TechXplore mengonfirmasi tim dipimpin Prof. Kyunghan Lee dan makalah diterima di ACM MobiCom 2026 di Austin, Texas. |
| TACToC mendukung banyak tugas AI dengan satu enkoder yang memperbarui token instruksi berukuran kecil. | Didukung | “TACToC (Task-Adaptive Communication for Task-oriented Communications) supports multiple AI tasks with a single encoder.” TechXplore menjelaskan TACToC menggunakan satu enkoder dan mengganti prompt kecil untuk tiap tugas. |
| Dalam pengujian lima tugas AI, TACToC memangkas biaya komunikasi 1,5 hingga 14,5 kali dengan selisih akurasi dalam 3 poin persentase. | Didukung | “In experiments using public data sets across five tasks—semantic segmentation, pose estimation, image captioning, image classification and depth estimation—TACToC reduced communication costs by 1.5× to 14.5×” TechXplore mencatat hasil uji TACToC pada lima tugas AI dengan penurunan akurasi di bawah 3 poin persentase. |
| Pada perangkat NVIDIA Jetson AGX Orin, TACToC mencatat kecepatan sekitar 21 fps. | Didukung | “On NVIDIA's Jetson AGX Orin edge AI device, it processed approximately 21 frames per second.” TechXplore menyatakan TACToC memproses sekitar 21 bingkai per detik pada NVIDIA Jetson AGX Orin. |
| Model AI yang ringkas dapat menghabiskan memori RAM sekitar 5 hingga 7 GB pada ponsel. | Didukung | “Even a compact AI model can use approximately 5–7 GB of memory for the model itself and conversation processing.” TechXplore melaporkan model AI ringkas membutuhkan sekitar 5–7 GB memori. |
| Waktu tunggu respons AI meningkat dari 0,8 detik menjadi sekitar 16 detik saat memori dibersihkan oleh OS. | Didukung | “the time to first response increased from 0.8 seconds to approximately 16 seconds.” TechXplore memaparkan hasil pengukuran ponsel pintar saat memori AI direklamasi OS. |
| Uji coba mzCache pada Galaxy S25+ dan OnePlus 12 mempercepat respons 2,1 hingga 5,5 kali lipat tanpa modifikasi kernel. | Didukung | “Experiments on commercially available smartphones, including the Galaxy S25+ and OnePlus 12, showed that mzCache reduced the AI's time to first response by 2.1× to 5.5×” TechXplore mengonfirmasi hasil pengujian pada Galaxy S25+ dan OnePlus 12 serta implementasi tanpa ubah kernel. |
Video AI terbaru
Washington, D.C. is up next. 🏛️


