Langsung ke isi
· Kabar AI & robotika, jernih dan terverifikasiNewsletter  ·  Majalah  ·  Kelas & Layanan
Tampilan
Pengaturan tampilan
Tema

Kabar AI yang mudah dibaca.

Pilihan tersimpan di perangkat Anda.

Langganan
Terkini
Trending

Google, Meta, dan TikTok Gugat Regulasi Fitur Algoritma Adiktif di California

Tiga raksasa teknologi menentang undang-undang California yang melarang fitur autoplay dan rekomendasi algoritma bagi anak di bawah 16 tahun.

Foto liputan Deadline untuk berita: Google, Meta, dan TikTok Gugat Regulasi Fitur Algoritma Adiktif di California.

Foto: Deadline (Dokumentasi editorial)

Poin penting

  • Google, Meta, dan TikTok menggugat UU California yang membatasi fitur algoritma anak di bawah 16 tahun.
  • Regulasi melarang fitur pemutaran otomatis, gulir tanpa batas, dan rekomendasi yang memicu kecanduan.
  • Ketiga perusahaan berdalih kurasi konten dilindungi hak bicara bebas dan Pasal 230 hukum federal AS.

Google, Meta, dan TikTok menggugat Jaksa Agung California Rob Bonta. Ketiga raksasa teknologi ini ingin memblokir undang-undang perlindungan anak terbaru, AB 1709.

Laporan Deadline dan Mashable menyebutkan beleid bernama Digital Age Assurance Act ini berlaku mulai 1 Januari. Aturan tersebut melarang platform menyajikan fitur adiktif bagi anak di bawah 16 tahun.

Fitur yang dilarang mencakup pemutaran otomatis (autoplay) dan gulir linimasa tanpa henti (infinite scroll). Regulasi ini juga menyasar umpan rekomendasi berbasis algoritma yang memicu kecanduan layar.

Perdebatan Hak Berekspresi dan Kurasi Konten

Ketiga perusahaan menilai larangan itu melanggar Amandemen Pertama Konstitusi AS tentang kebebasan berbicara. Mereka juga merujuk Pasal 230 Communications Decency Act 1996. Regulasi federal ini melindungi platform internet dari tanggung jawab hukum atas konten buatan pihak ketiga.

Dalam berkas gugatannya, Google membela sistem rekomendasi personal di YouTube. Google menilai algoritma kurasi justru penting untuk menyaring tayangan edukatif yang sesuai dengan usia anak.

Larangan AB 1709 terhadap rekomendasi personal dan autoplay akan menghambat upaya YouTube menyediakan pengalaman yang aman, bertanggung jawab, dan memperkaya bagi pengguna di bawah 16 tahun.

TikTok turut menentang larangan pada fitur umpan video For You. Platform video pendek ini berpendapat bahwa kurasi konten merupakan hak editorial. Hak kebebasan berekspresi tersebut dinilai tetap berlaku meski tanpa izin orang tua.

Meta menegaskan kurasi linimasa di Facebook, Instagram, dan Threads merupakan ekspresi yang sah. Namun, pada Agustus lalu Meta menyepakati damai sengketa kecanduan anak senilai 17 miliar dolar AS. Kesepakatan itu membatasi waktu layar remaja maksimal dua jam per hari.

Penulis undang-undang Josh Lowenthal dan kelompok advokasi Heat Initiative menolak klaim kebebasan berekspresi tersebut. Mereka menilai gugatan hukum ini hanyalah taktik bisnis untuk mempertahankan keuntungan dari waktu layar anak.

Apa Artinya bagi Pelaku Usaha

Sengketa hukum di California mempertegas pengetatan regulasi global terhadap algoritma rekomendasi. Pengawasan terhadap teknik manipulasi keterikatan digital (engagement hacking) kini semakin ketat.

Kondisi ini menjadi peringatan penting bagi pelaku usaha digital di Indonesia. Perusahaan perlu mengevaluasi kembali strategi retensi dan fitur otomatisasi pada aplikasi. Mengandalkan ketergantungan berlebih kini memicu risiko penolakan publik dan jerat hukum perlindungan anak.

Sebagai langkah mitigasi, pelaku bisnis sebaiknya menerapkan etika desain sejak dini. Berikan fitur kendali mandiri yang transparan kepada pengguna. Opsi mematikan rekomendasi otomatis dan pengingat batas waktu dapat menjaga reputasi merek jangka panjang.

✓ Lolos pemeriksaan redaksi AI. Artikel ini ditulis AI, 13 klaimnya dicocokkan dengan sumber, dan diuji keterbacaannya sebelum terbit. Menemukan kekeliruan? Laporkan ke redaksi.
Sumber berita (2):
  1. Deadline: Google, TikTok And Meta Sue To Block California’s Social Media Law That Restricts Addictive Features For Children
  2. Mashable: Google, Meta, TikTok sue over social media law
Lihat hasil pemeriksaan (13 klaim)
Pembuka: 8/10Kejelasan: 8/10Struktur: 8/10Manfaat: 8/10Bahasa: 8/10
KlaimPutusanDasar di sumber
Google, Meta, dan TikTok menggugat regulasi fitur algoritma adiktif di California.Didukung“Three tech giants — Google , Meta and TikTok — sued the state of California over a recently passed law designed to restrict social media platforms from offering “addictive” features to children under 16.”
Deadline
UU California melarang fitur autoplay dan rekomendasi algoritma bagi anak di bawah 16 tahun.Didukung“Beginning on Jan. 1, 2027, the bill (AB 1709) would prohibit platforms including Google, Meta, and TikTok from providing "an addictive feature" to users under 16.”
Mashable
Regulasi melarang fitur pemutaran otomatis, gulir tanpa batas, dan rekomendasi yang memicu kecanduan.Didukung“This includes infinite scroll, autoplay, and an "addictive" feed.”
Mashable
Ketiga perusahaan berdalih kurasi konten dilindungi hak bicara bebas dan Pasal 230 hukum federal AS.Didukung“The companies argue that the law infringes on their free speech rights, as well as Section 230, a provision of a 1996 federal law designed to shield online platforms from liability related to user con”
Mashable
Google, Meta, dan TikTok menggugat Jaksa Agung California Rob Bonta atas AB 1709.Didukung“On Wednesday, Google , Meta , and TikTok each filed lawsuits against California's attorney general, Rob Bonta.”
Mashable
Undang-undang bernama Digital Age Assurance Act (AB 1709).Didukung“the law — the Digital Age Assurance Act , or AB 1709 , signed by Gov. Gavin Newsom in September”
Deadline
Regulasi mulai berlaku 1 Januari.Didukung“The companies are seeking a court order to block the implementation of the law, which is scheduled to go into effect January 1.”
Deadline
Pasal 230 Communications Decency Act 1996 melindungi platform internet dari tanggung jawab hukum atas konten buatan pihak ketiga.Didukung“Section 230, a provision of a 1996 federal law designed to shield online platforms from liability related to user content.”
Mashable
Google membela sistem rekomendasi YouTube sebagai kurasi konten edukatif dan sesuai usia anak.Didukung“Google claimed in its lawsuit that its subsidiary, YouTube, personalizes recommendations to ensure that young users receive content relevant to their interests and appropriate for their age”
Mashable
TikTok menentang larangan pada fitur For You dan berpendapat kurasi konten adalah hak editorial yang dilindungi Amandemen Pertama, serta UU melarang fitur adiktif tanpa memandang persetujuan orang tua.Didukung“The new law would restrict the offering of addictive features, regardless of whether parental consent is obtained, TikTok’s legal team noted.”
Deadline
Meta menegaskan kurasi linimasa di Facebook, Instagram, dan Threads dilindungi Amandemen Pertama.Didukung“the feeds of third-party content that Meta makes available on its Facebook , Instagram , and Threads services ‘receive First Amendment protection’”
Deadline
Pada Agustus lalu Meta menyepakati damai sengketa kecanduan anak senilai 17 miliar dolar AS dan membatasi waktu layar remaja maksimal dua jam per hari.Didukung“In August, Meta settled a youth social media safety and addiction case for $17 billion, though the company did not admit guilt or liability. As part of that settlement, Meta agreed to limit teens' daily”
Mashable
Penulis undang-undang Josh Lowenthal dan Heat Initiative (Lennon Torres) menolak dalih kebebasan berekspresi dan menilai gugatan sebagai upaya mempertahankan keuntungan bisnis dari waktu layar anak.Didukung“"They're framing this as a free speech fight, but what's really at stake is a business model that profits from keeping kids scrolling, even when it puts them at risk," Torres said.”
Mashable

Video AI terbaru

Washington, D.C. is up next. 🏛️ NVIDIA

Baca juga