Langsung ke isi
· Kabar AI & robotika, jernih dan terverifikasiNewsletter  ·  Majalah  ·  Kelas & Layanan
Tampilan
Pengaturan tampilan
Tema

Kabar AI yang mudah dibaca.

Pilihan tersimpan di perangkat Anda.

Langganan
Terkini
Trending

Serangan Siber Manipulasi Suhu Incar Bank Darah dan Supermarket di Eropa

Peretas meretas sistem pendingin bank darah Prancis dan jaringan supermarket di belasan negara Eropa, memicu lonjakan suhu ekstrem dan kerugian logistik.

Foto liputan Mashable untuk berita: Serangan Siber Manipulasi Suhu Incar Bank Darah dan Supermarket di Eropa.

Foto: Mashable (Dokumentasi editorial)

Poin penting

  • Fasilitas bank darah Prancis dan supermarket di 11 negara Eropa mengalami manipulasi suhu pendingin jarak jauh.
  • Suhu unit pendingin dinaikkan paksa hingga 50 derajat Celsius dan menyebabkan kerugian bahan pangan jutaan euro.
  • Pelaku usaha rantai dingin perlu memperketat segmentasi jaringan IoT serta menyiapkan protokol alarm fisik darurat.

Gelombang serangan siber terkoordinasi melanda infrastruktur pendingin kritis di berbagai negara Eropa pekan ini. Fasilitas penyimpanan darah nasional Prancis dan jejaring supermarket di belasan negara menjadi target peretasan sistem operasional jarak jauh.

Menurut laporan Mashable, lembaga donor darah publik Prancis, EFS, mendeteksi kenaikan suhu ekstrem pada wadah penyimpanan darah terpusat. Beruntung, teknisi sigap merespons alarm otomatis dan memindahkan pasokan sebelum kantong darah rusak.

Sabotase Sistem Pendingin Jarak Jauh Meluas

Tak berselang lama, gangguan serupa menghantam mesin pendingin supermarket di Inggris, Jerman, Italia, Belgia, hingga Swedia. Peretas memanfaatkan akses kendali digital untuk mengubah mesin ke mode pencairan bunga es atau defrost.

The Guardian melaporkan suhu di sejumlah unit melonjak hingga 50 derajat Celsius atau 122 derajat Fahrenheit. Akibatnya, stok bahan pangan senilai jutaan euro membusuk seketika.

Pola sabotase perangkat operasional ini bukan yang pertama kali terjadi. Bulan lalu, ratusan toko kelontong di Prancis mengalami kerusakan mesin dan kebakaran, sementara enam pangkalan militer Amerika Serikat mencatat insiden serupa pada Agustus lalu.

Hingga saat ini belum ada kelompok yang mengaku bertanggung jawab atas insiden tersebut. Namun, para pakar intelijen Eropa menduga adanya aksi sabotase terencana yang menargetkan rantai pasok vital negara anggota NATO.

Apa Artinya bagi Pelaku Usaha

Insiden ini membuktikan bahwa target serangan siber kini bergeser dari pencurian data menuju sabotase fisik perangkat terhubung. Sektor farmasi, logistik rantai dingin, perhotelan, dan ritel modern merupakan kelompok bisnis yang paling rentan terhadap modus ancaman ini.

Pelaku usaha di Indonesia perlu segera mengisolasi jaringan Internet of Things (IoT) pengendali mesin dari jaringan internet umum. Terapkan segmentasi jaringan ketat, wajibkan autentikasi multifaktor pada panel kontrol, dan ganti kata sandi bawaan pabrik pada setiap termostat pintar.

Selain proteksi digital, manajemen wajib memasang sistem alarm analog independen dan termometer mekanis cadangan. Protokol mitigasi manual harus dilatih secara berkala agar staf gudang mampu menyelamatkan aset bernilai tinggi sebelum kerusakan permanen terjadi.

✓ Lolos pemeriksaan redaksi AI. Artikel ini ditulis AI, 6 klaimnya dicocokkan dengan sumber, dan diuji keterbacaannya sebelum terbit. Menemukan kekeliruan? Laporkan ke redaksi.
Sumber berita (1):
  1. Mashable: Blood banks and grocery stores across Europe hit by cyberattacks
Lihat hasil pemeriksaan (6 klaim)
Pembuka: 8/10Kejelasan: 9/10Struktur: 9/10Manfaat: 9/10Bahasa: 9/10
KlaimPutusanDasar di sumber
Serangan siber menargetkan fasilitas penyimpanan darah di Prancis dan supermarket di negara-negara Eropa pekan ini.Didukung“Cyberattacks targeted several European countries this week, including grocery stores across the UK and the European Union, as well as three cold storage facilities in France”
Mashable melaporkan serangan siber menyasar toko kelontong di Inggris dan Uni Eropa serta tiga fasilitas penyimpanan dingin darah di Prancis.
Suhu wadah penyimpanan darah EFS dinaikkan dari jarak jauh ke level sangat tinggi, namun teknisi segera merespons alarm dan memindahkan pasokan sebelum rusak.Didukung“with the temperature of the remotely controlled containers raised to "very high levels," according to EFS, France's public blood, plasma, and platelets service. Technicians were alerted to the attack”
Mashable mengutip keterangan EFS bahwa suhu wadah kendali jarak jauh dinaikkan ke level sangat tinggi dan teknisi memindahkan darah setelah alarm berbunyi.
Kulkas dan freezer supermarket di 11 negara Eropa (Inggris, Italia, Jerman, Rumania, Belgia, Estonia, Irlandia, Finlandia, Luksemburg, Belanda, Swedia) mengalami gangguan dan beralih ke mode defrost.Didukung“supermarket freezers and refrigerators in the UK, Italy, Germany, Romania, Belgium, Estonia, Ireland, Finland, Luxembourg, Holland, and Sweden reportedly malfunctioned, with some machines going into defrost”
Mashable merinci 11 negara tempat mesin pendingin supermarket mengalami malfungsi hingga masuk mode pencairan es.
Suhu pada sejumlah unit pendingin melonjak hingga 122 derajat Fahrenheit (50 derajat Celsius) dan merusak makanan senilai jutaan euro menurut laporan The Guardian.Didukung“Temperatures in some of the cooling units soared to 122 degrees Fahrenheit , causing millions of euros in spoiled food, the Guardian reported.”
Mashable mengutip The Guardian bahwa suhu unit pendingin mencapai 122 derajat Fahrenheit (setara 50 derajat Celsius) dan menimbulkan kerugian makanan jutaan euro.
Serangan siber bulan sebelumnya memicu kebakaran dan kerusakan di ratusan toko kelontong Prancis, serta menyasar freezer di setengah lusin pangkalan militer AS pada Agustus.Didukung“attacks that hit hundreds of French grocery stores last month, which not only ruined food but sparked fires. Similarly, in August, commissaries at half a dozen US military bases reported that their freezers”
Mashable menyebut ratusan toko Prancis terbakar/rusak bulan lalu dan toko militer di 6 pangkalan militer AS mengalami defrost freezer pada Agustus.
Belum ada pihak yang mengklaim bertanggung jawab, namun pakar intelijen menduga keterlibatan pejabat Rusia merekrut pihak untuk sabotase di negara NATO.Didukung“No individual or group has taken responsibility for the blood and grocery store incidents this week or earlier this year. Intelligence experts in Europe have posited that Russian officials are possibly”
Mashable menulis tidak ada pihak yang mengaku bertanggung jawab dan pakar intelijen Eropa menduga upaya sabotase yang direkrut pihak Rusia di negara-negara NATO.

Video AI terbaru

Washington, D.C. is up next. 🏛️ NVIDIA

Baca juga