Oracle Batalkan Sewa 100 Ribu Cip AI ke Tencent Senilai Rp 127 Triliun
Oracle membatalkan kontrak sewa komputasi AI Rp 127 triliun dengan Tencent akibat intervensi AS. Blokade teknologi kini merambah pusat data di kawasan Asia Tenggara.

Foto: Katadata (Dokumentasi editorial)
Poin penting
- Oracle memutus kontrak sewa 100.000 cip AI senilai US$ 7 miliar dengan Tencent akibat intervensi pemerintah AS.
- Pembatasan teknologi AS kini meluas dari embargo ekspor fisik ke kapasitas komputasi di Asia Tenggara.
- Otoritas Guangdong memeriksa Tencent dan mendesak peralihan ke pasokan semikonduktor domestik Cina.
Oracle Corporation membatalkan kontrak sewa cip AI senilai US$ 7 miliar atau sekitar Rp 127 triliun dengan Tencent. Keputusan pemutusan kerja sama ini diambil setelah pemerintah AS melakukan intervensi regulasi.
Berdasarkan laporan media Katadata yang mengutip The Financial Times, kontrak tersebut disepakati pada Oktober 2026. Perjanjian ini dirancang untuk memasok kapasitas komputasi dari 100.000 unit cip AI canggih selama lima tahun.
Seluruh infrastruktur server itu rencananya ditempatkan di fasilitas pusat data kawasan Asia Tenggara. Melalui skema sewa awan, Tencent bermaksud memanfaatkan daya pemrosesan data tanpa memindahkan fisik perangkat keras ke Cina.
Tekanan Regulasi Meluas ke Asia Tenggara
Intervensi pemerintahan Presiden Donald Trump menandai babak baru dalam pembatasan teknologi semikonduktor. Kebijakan Washington kini tidak lagi sebatas embargo ekspor fisik, melainkan menyasar penyewaan kapasitas server komputasi di luar negeri.
Langkah proteksi ini dinilai membawa implikasi besar terhadap penyedia komputasi awan global lainnya. Pemerintah AS berupaya menutup celah komputasi bagi entitas Cina guna mempertahankan keunggulan teknologi AI mereka.
Di sisi lain, Tencent juga menghadapi pemeriksaan ketat dari otoritas lokal di Guangdong, Cina. Pihak berwenang menanyai isi kontrak tersebut sekaligus meminta perusahaan lebih memprioritaskan penggunaan cip buatan dalam negeri.
Sikap otoritas Cina menegaskan tekad Beijing untuk memperkuat kemandirian rantai pasok industri semikonduktor domestik. Pemerintah Tiongkok secara konsisten mendorong korporasi lokal agar mengurangi ketergantungan terhadap teknologi asing.
Pembatalan ini menjadi pukulan tersendiri bagi operasional Tencent di berbagai lini produk. Raksasa teknologi tersebut sangat membutuhkan pasokan komputasi masif untuk menopang layanan internet, ekosistem gim, serta aplikasi AI di Asia Tenggara.
Dinamika Kontrak Vendor Global
Efek pergeseran regulasi ini juga tampak pada kebijakan produsen cip global seperti Nvidia. Perusahaan semikonduktor itu mengumumkan akan menjual minimal 51 persen kapasitas komputasi awannya untuk pelanggan di luar Cina.
Pembatasan proporsi alokasi komputasi oleh Nvidia ini disebut hanya memengaruhi kesepakatan kontrak baru di masa depan. Sementara itu, perjanjian sewa server yang telah ditandatangani sebelumnya dipastikan tidak terdampak perubahan regulasi tersebut.
Selama bertahun-tahun, AS memang memperketat penjualan cip AI canggih Nvidia dengan pertimbangan keamanan nasional. Otoritas AS bahkan terus aktif menindak dan membongkar jalur penyelundupan teknologi semikonduktor menuju pasar Cina.
Kendati demikian, beberapa perusahaan Cina seperti ByteDance dan Alibaba tetap melanjutkan kontrak sewa komputasi dengan penyedia infrastruktur AS. Kerja sama operasional tersebut masih terus bergulir di tengah peningkatan pengawasan ketat dari regulator Amerika Serikat.
The Financial Times melaporkan bahwa Oracle tetap menjadi mitra penyedia komputasi utama bagi ByteDance di Asia. Hubungan kerja sama tersebut berjalan melalui pengoperasian sejumlah pusat data yang berlokasi di wilayah Malaysia.
Apa Artinya bagi Pelaku Usaha
Pembatalan kontrak bernilai fantastis ini memberi sinyal penting bagi direksi dan manajer TI di Indonesia. Lokasi server komputasi di Asia Tenggara terbukti tidak kebal dari dampak ketegangan geopolitik antarnegara adidaya.
Pelaku usaha disarankan mulai menerapkan strategi multi-cloud dengan mendistribusikan beban komputasi ke beberapa penyedia layanan independen. Langkah diversifikasi ini efektif menjaga kelangsungan operasional bisnis saat salah satu vendor terkena pembatasan regulasi mendadak.
Manajemen perusahaan juga perlu meneliti klausul pengakhiran kontrak sepihak dalam perjanjian sewa layanan digital. Memastikan transparansi yurisdiksi server membantu organisasi mengantisipasi risiko lonjakan biaya akibat pemindahan sistem darurat.
Perusahaan di tanah air patut menyusun rencana mitigasi risiko rantai pasok teknologi digital sedini mungkin. Kesiapan tata kelola ini krusial untuk menjaga kelancaran transformasi AI dan stabilitas kinerja bisnis jangka panjang.
- Katadata: AS Perluas Perang Cip AI, Oracle Batal Kerja Sama Rp 127 T dengan Tencent Cina
Lihat hasil pemeriksaan (9 klaim)
| Klaim | Putusan | Dasar di sumber |
|---|---|---|
| Oracle Corporation membatalkan perjanjian sewa cip AI senilai US$ 7 miliar atau Rp 127 triliun dengan Tencent menyusul intervensi regulasi pemerintah AS. | Didukung | “Perusahaan teknologi AS Oracle Corporation membatalkan perjanjian sewa atau leasing cip kecerdasan buatan (AI) dengan perusahaan Cina Tencent menyusul tekanan regulasi AS.” Katadata melaporkan pembatalan perjanjian sewa cip AI antara Oracle dan Tencent akibat tekanan regulasi AS senilai US$ 7 miliar atau Rp 127 triliun. |
| Perjanjian mencakup pasokan kapasitas komputasi 100.000 cip AI selama lima tahun yang diteken pada Oktober 2026. | Didukung | “Perjanjian ini mencakup pasokan sekitar 100.000 cip AI untuk Tencent setara US$ 7 miliar atau Rp 127 triliun (kurs Rp 18.142 per US$) selama lima tahun ke depan.” Katadata mencatat durasi lima tahun dan jumlah 100.000 cip AI yang diteken pada Oktober 2026. |
| Pusat data komputasi yang disewa Tencent dari Oracle berlokasi di kawasan Asia Tenggara di luar area Cina. | Didukung | “Tencent dapat menyewa kapasitas komputasi Oracle yang didukung 100.000 cip AI canggih yang berada di pusat data Asia Tenggara.” Katadata menyatakan pusat data yang disewa berada di kawasan Asia Tenggara. |
| Pemerintahan Presiden Donald Trump melakukan intervensi terhadap perjanjian Oracle dan Tencent. | Didukung | “setelah pemerintahan Presiden Donald Trump melakukan intervensi dan menyampaikan kekhawatiran terkait perjanjian kedua perusahaan.” Katadata mengutip laporan The Financial Times terkait intervensi pemerintahan Donald Trump. |
| Otoritas Guangdong Cina memeriksa Tencent dan memintanya mendukung cip domestik. | Didukung | “Pihak otoritas Cina menanyai Tencent seputar perjanjian yang dilakukan dengan Oracle, serta meminta perusahaan untuk mendukung cip domestik.” Katadata melaporkan pemeriksaan oleh pihak berwajib Guangdong terhadap Tencent. |
| Nvidia mengumumkan akan menjual minimal 51% komputasi cloud untuk perusahaan di luar Cina. | Didukung | “raksasa teknologi Nvidia menyampaikan bahwa sekarang perusahaan akan menjual minimal 51% komputasi cloud -nya untuk perusahaan di luar Cina.” Katadata memuat aturan proporsi komputasi Nvidia minimal 51% untuk luar Cina. |
| Aturan proporsi komputasi Nvidia hanya memengaruhi kontrak baru dan tidak berdampak pada sewa yang sudah diteken. | Didukung | “disebut hanya akan mempengaruhi kontrak-kontrak di masa mendatang. Sementara itu, perjanjian sewa yang sudah diteken tidak akan terdampak.” Katadata menjelaskan batasan Nvidia hanya berlaku pada kontrak masa depan. |
| ByteDance dan Alibaba tetap melanjutkan kontrak sewa komputasi dengan penyedia infrastruktur AS. | Didukung | “Sedangkan perusahaan Cina seperti ByteDance dan Alibaba yang juga melakukan perjanjian sewa cip dengan perusahaan infrastruktur komputasi AS, masih melanjutkan kerja samanya” Katadata melaporkan keberlanjutan kontrak sewa ByteDance dan Alibaba. |
| Oracle tetap menjadi pemasok penting layanan komputasi ByteDance di Asia melalui pusat data di Malaysia. | Didukung | “The Financial Times melaporkan, Oracle tetap merupakan pemasok penting layanan komputasi ByteDance di Asia, lewat pengoperasian sejumlah pusat data di Malaysia.” Katadata mengutip Financial Times tentang kerja sama Oracle dan ByteDance di Malaysia. |
Video AI terbaru
Washington, D.C. is up next. 🏛️


