Hakim Tolak Gugatan 10 Miliar Dolar AS Donald Trump atas Wall Street Journal
Hakim federal menolak gugatan pencemaran nama baik Donald Trump terkait pemberitaan surat ulang tahun Jeffrey Epstein. Gugatan ditolak secara permanen.

Foto: Deadline (Dokumentasi editorial)
Poin penting
- Hakim federal menolak gugatan pencemaran nama baik senilai 10 miliar dolar AS dari Donald Trump.
- Gugatan ditolak permanen karena dinilai gagal membuktikan adanya niat jahat pihak media.
- Pihak The Wall Street Journal dapat mengajukan permohonan penggantian biaya pengacara.
Hakim federal Amerika Serikat menolak gugatan Donald Trump terhadap The Wall Street Journal. Nilai gugatan perdata tersebut mencapai 10 miliar dolar AS. Gugatan itu menuduh media melakukan pencemaran nama baik.
Media Deadline melaporkan putusan hakim tersebut pada akhir Oktober 2026. Hakim Distrik Darrin P. Gayles menolak gugatan itu secara permanen. Artinya, Trump tidak dapat mendaftarkan kembali perkara yang sama.
Sengketa ini bermula dari liputan The Wall Street Journal pada Juli 2025. Laporan itu mengungkap isi surat ucapan untuk Jeffrey Epstein pada 2003. Surat itu masuk dalam buku peringatan ulang tahun ke-50 Epstein.
Alasan Hakim Menolak Gugatan Trump
Berita tersebut memuat rincian tulisan mesin tik berbingkai gambar tubuh wanita. Terdapat pula tanda tangan Trump pada bagian bawah gambar tersebut.
Trump membantah pernah membuat surat ucapan tersebut. Pengacaranya berdalih surat atau gambar asli itu tidak pernah ada. Artikel media tersebut telah memuat bantahan dari pihak Trump.
Trump tetap menggugat surat kabar itu ke pengadilan federal. Ia menuntut ganti rugi sebesar 10 miliar dolar AS. Trump juga menggugat Rupert Murdoch dan induk perusahaan Dow Jones.
Gugatan itu juga menyasar CEO News Corp Robert Thomson. Dua jurnalis, Khadeeja Safdar dan Joseph Palazzo, ikut menjadi pihak tergugat.
Hakim Gayles menilai gugatan Trump tidak memenuhi syarat niat jahat. Tuduhan pihak Trump dianggap terlalu samar dan tidak konsisten. Hukum di Amerika Serikat mewajibkan tokoh publik membuktikan niat jahat media.
Gayles merujuk pada putusan penting New York Times melawan Sullivan tahun 1964. Tokoh publik harus membuktikan media tahu berita itu salah saat terbit. Media juga dianggap bersalah jika mengabaikan fakta secara sembrono.
Hakim menolak dalih bahwa bantahan narasumber membuktikan niat jahat media. Bantahan sepihak tidak mewajibkan jurnalis membatalkan hasil liputan mereka. Jika aturan itu berlaku, liputan kritis terhadap tokoh publik akan terhenti.
Bukti Dokumen dan Upaya Banding
Komite Pengawas DPR Amerika Serikat belakangan mengungkap berkas penting. Dokumen resmi tersebut memuat surat yang serupa dengan laporan media.
Gugatan Trump turut membawa nama rekan Epstein, Ghislaine Maxwell. Maxwell diperiksa pejabat Departemen Kehakiman Todd Blanche pada Juli 2025. Ia mengaku tidak ingat pernah memasukkan surat Trump ke buku itu.
Hakim Gayles menyatakan pernyataan Maxwell itu tidak relevan. Keterangan tersebut tidak membuktikan reporter meragukan isi berita mereka.
Hakim juga memutuskan media tersebut berhak menuntut penggantian biaya pengacara. Pihak tergugat menyambut gembira putusan hakim federal tersebut.
"Kami senang dengan keputusan pengadilan," kata juru bicara Dow Jones.
Juru bicara tim hukum Trump menyatakan pihaknya berencana mengajukan banding. Trump akan terus melanjutkan gugatan hukum tersebut di pengadilan.
Apa Artinya bagi Pelaku Usaha
Kasus ini memberi pelajaran penting bagi para pemimpin bisnis. Menghadapi sorotan media lewat gugatan hukum membutuhkan biaya sangat besar. Tuntutan bernilai raksasa tidak menjamin kemenangan di meja hijau.
Hukum melindungi kebebasan pers dalam memberitakan tokoh dan perusahaan besar. Bantahan lisan saja tidak cukup untuk menjatuhkan laporan investigasi media. Pelaku usaha harus membuktikan adanya kebohongan yang disengaja oleh jurnalis.
Kekalahan di pengadilan juga membuka risiko pembayaran biaya perkara lawan. Hal ini dapat menambah beban keuangan serta memperburuk citra perusahaan.
Pelaku usaha sebaiknya mengutamakan komunikasi terbuka dan data akurat. Langkah klarifikasi publik lebih hemat biaya daripada melayangkan gugatan perdata.
- Deadline: Judge Again Tosses Out Donald Trump’s $10 Billion Lawsuit Against The Wall Street Journal Over Its Reporting On Jeffrey Epstein Birthday Letter
Lihat hasil pemeriksaan (15 klaim)
| Klaim | Putusan | Dasar di sumber |
|---|---|---|
| Hakim federal menolak gugatan pencemaran nama baik senilai 10 miliar dolar AS dari Donald Trump terhadap The Wall Street Journal. | Didukung | “A federal judge has again dismissed Donald Trump ‘s $10 billion defamation lawsuit against The Wall Street Journal” Deadline melaporkan bahwa hakim federal kembali menolak gugatan pencemaran nama baik senilai 10 miliar dolar AS dari Trump terhadap The Wall Street Journal. |
| Gugatan Donald Trump ditolak secara permanen (with prejudice) sehingga tidak dapat diajukan kembali. | Didukung | “The judge’s latest ruling, though, is with prejudice, meaning the same claim cannot be refiled.” Deadline melaporkan putusan hakim terbaru dikeluarkan dengan status with prejudice sehingga perkara tidak dapat didaftarkan ulang. |
| Gugatan Trump terkait dengan pemberitaan surat ulang tahun untuk Jeffrey Epstein pada 2003 yang dimuat dalam buku ulang tahun ke-50 Epstein. | Didukung | “after it published an article in July, 2025 reporting on the contents of a bawdy letter bearing Trump’s name and included in a “birthday book” compiled for Epstein’s 50th birthday.” Deadline mencatat bahwa sengketa berakar dari laporan Juli 2025 mengenai isi surat dalam buku ulang tahun ke-50 Epstein. |
| Laporan The Wall Street Journal menyebutkan surat itu berisi tulisan mesin tik berbingkai gambar tubuh wanita dengan tanda tangan Trump di bagian bawahnya. | Didukung | “contains several lines of typewritten text framed by the outline of a naked woman, which appears to be hand-drawn with a heavy marker,” adding that a “pair of small arcs denotes the woman’s breasts” Deadline memuat kutipan deskripsi artikel The Wall Street Journal mengenai bentuk surat dan gambar wanita tersebut. |
| Trump membantah membuat surat itu, dan artikel The Wall Street Journal telah memuat bantahannya. | Didukung | “Trump has claimed that he did not compose the letter. The article did include Trump’s denial and that he was preparing to sue.” Deadline menegaskan Trump membantah menulis surat itu dan artikel tersebut menyertakan bantahan Trump. |
| Trump turut menggugat Rupert Murdoch, induk perusahaan Dow Jones, CEO News Corp Robert Thomson, serta wartawan Khadeeja Safdar dan Joseph Palazzo. | Didukung | “Also named in the lawsuit were parent Dow Jones, News Corp. CEO Robert Thomson and reporters Khadeeja Safdar and Joseph Palazzo.” Deadline mencantumkan nama Murdoch, Dow Jones, Robert Thomson, Khadeeja Safdar, dan Joseph Palazzo sebagai pihak tergugat. |
| Hakim Darrin P. Gayles menilai gugatan Trump gagal membuktikan adanya niat jahat (actual malice) dan tuduhannya samar serta tidak konsisten. | Didukung | “U.S. District Judge Darrin P. Gayles wrote in his opinion that Trump’s lawsuit “falls short of pleading actual malice. Indeed, the allegations regarding malice are conclusory, vague” Deadline mengutip pendapat tertulis Hakim Gayles mengenai kegagalan Trump memenuhi unsur actual malice. |
| Hakim merujuk putusan New York Times v. Sullivan tahun 1964 tentang standar pembuktian actual malice bagi tokoh publik. | Didukung | “In his opinion , the judge opened with a quote from Justice Louis Brandeis in his concurring opinion in New York Times vs. Sullivan, the landmark 1964 Supreme Court ruling” Deadline menyebut Hakim Gayles mengutip preseden New York Times vs. Sullivan tahun 1964. |
| Hakim menyatakan bantahan sepihak narasumber tidak membuktikan niat jahat media dan tidak mewajibkan jurnalis menghentikan publikasi. | Didukung | “were that the law, any time a public figure or his team denies an accusation, journalists would be immediately blocked from publishing negative or contradictory press.” Deadline mengutip putusan hakim yang menolak argumen bahwa bantahan figur publik otomatis membuktikan actual malice. |
| Komite Pengawas DPR merilis dokumen yang memuat surat yang cocok dengan deskripsi The Wall Street Journal. | Didukung | “The House Oversight Committee later released documents that included a letter matching the Journal‘s description.” Deadline mencatat bahwa Komite Pengawas DPR merilis dokumen dengan surat yang sesuai laporan media. |
| Ghislaine Maxwell menyatakan kepada pejabat Departemen Kehakiman Todd Blanche pada Juli 2025 bahwa ia tidak ingat memasukkan surat Trump. | Didukung | “in an interview with then-Deputy Attorney General Todd Blanche and other DOJ officials later in July of 2025, Maxwell had stated that she did not remember submitting a Trump letter” Deadline memuat keterangan wawancara Maxwell dengan Todd Blanche pada Juli 2025. |
| Hakim menyatakan rujukan Trump ke Maxwell adalah 'red herring' dan tidak membuktikan jurnalis meragukan laporannya. | Didukung | “Gayles also wrote that the Trump lawsuit references to Maxwell are a “red herring” and do not establish that the Journal reporters harbored “serious doubts” over the story.” Deadline mengutip penilaian Hakim Gayles bahwa argumen terkait Maxwell hanyalah pengalihan (red herring). |
| Hakim memutuskan The Wall Street Journal dapat mengajukan permohonan penggantian biaya pengacara. | Didukung | “The judge wrote that the Journal could file a motion to collect attorneys’ fees.” Deadline menyebut hakim membuka kesempatan bagi The Wall Street Journal untuk menuntut penggantian biaya pengacara. |
| Juru bicara Dow Jones menyatakan menyambut gembira putusan pengadilan. | Didukung | “A spokesperson for Dow Jones said, “We’re pleased with the court’s decision.”” Deadline memuat pernyataan juru bicara Dow Jones yang menyambut baik putusan tersebut. |
| Trump berencana mengajukan banding atas putusan tersebut. | Didukung | “Trump intends to appeal the ruling. A spokesman for the president’s legal team said the president “will continue to press forward in his powerhouse lawsuit” Deadline melaporkan niat Trump untuk mengajukan banding dan pernyataan juru bicaranya. |
Video AI terbaru
TamaGPT


