Langsung ke isi
· Kabar AI & robotika, jernih dan terverifikasiNewsletter  ·  Majalah  ·  Kelas & Layanan
Tampilan
Pengaturan tampilan
Tema

Kabar AI yang mudah dibaca.

Pilihan tersimpan di perangkat Anda.

Langganan
Terkini
Trending

Robot Bawah Air Otonom Sukses Uji Deteksi dan Pelucutan Ranjau Laut

HII dan Thales berhasil menguji wahana selam nirawak untuk mendeteksi dan melumpuhkan ranjau, membuka peluang otomatisasi pengamanan jalur logistik maritim komersial.

Foto liputan Interesting Engineering untuk berita: Robot Bawah Air Otonom Sukses Uji Deteksi dan Pelucutan Ranjau Laut.

Foto: Interesting Engineering (Dokumentasi editorial)

Poin penting

  • Sistem robotik terpadu sukses selesaikan misi pencarian hingga pelumpuhan ranjau laut.
  • Perangkat lunak pengenal target otomatis mempercepat pemindaian tanpa membahayakan nyawa personel.
  • Arsitektur modular terbuka memungkinkan integrasi armada sensor lintas produsen secara efisien.

Ancaman bahan peledak bawah air kini dapat dipetakan dan diatasi tanpa perlu menerjunkan penyelam manusia ke lokasi berbahaya. Kolaborasi industri pertahanan HII dan Thales berhasil mendemonstrasikan misi penanggulangan ranjau laut secara menyeluruh menggunakan wahana bawah air nirawak otonom.

Laporan Interesting Engineering menyebutkan, uji coba tersebut memanfaatkan robot selam REMUS 620 buatan HII yang dipadukan dengan arsitektur Expeditionary PathMaster milik Thales. Sistem terintegrasi ini menjalankan alur kerja penuh, mulai dari pendeteksian, identifikasi visual, hingga netralisasi ancaman.

Dalam demonstrasi tersebut, REMUS 620 membawa sonar multi-aspek SAMDIS 600 untuk menyisir perairan secara mandiri. Data pemindaian beresolusi tinggi langsung diproses oleh perangkat lunak Automatic Target Recognition, sistem kecerdasan komputasi yang mampu mengklasifikasikan benda mencurigakan secara otomatis.

Otomasi Penuh dari Deteksi hingga Pelucutan

Setelah objek mencurigakan terdata, sistem kendali Expeditionary Portable Operation Center mengarahkan wahana remotely operated vehicle (ROV) pendamping untuk menemukan kembali target. ROV tersebut melakukan inspeksi visual guna memverifikasi ancaman sebelum efektor ANGLER dikerahkan untuk melumpuhkan ranjau.

Uji coba ini turut menguji sistem peluncuran otomatis Sea Launcher milik HII. Mekanisme ini memungkinkan wahana selam diluncurkan dan diangkat kembali ke kapal induk tanpa penanganan manual yang berisiko.

"Bersama-sama, kami memberi jalur bagi angkatan laut untuk menjalankan misi berat ini secara lebih cepat, dalam skala lebih besar, dan menjaga personel jauh dari ancaman ranjau," ujar Duane Fotheringham, Presiden grup Unmanned Systems HII.

Arsitektur terbuka PathMaster dirancang kompatibel dengan standar interoperabilitas NATO. Desain modular ini mempermudah operator memadukan aneka perangkat keras, sensor, dan peranti lunak dari berbagai manufaktur dalam satu rantai kendali terpadu.

Apa Artinya bagi Pelaku Usaha

Keberhasilan uji coba ini menandai babak baru otomatisasi operasi perairan dalam. Sektor komersial, khususnya logistik pelayaran, operator pelabuhan, dan industri minyak dan gas lepas pantai di Indonesia, menghadapi risiko gangguan operasional serupa di jalur lintas laut yang padat.

Bagi pengelola infrastruktur bawah laut seperti kabel serat optik dan pipa gas, adopsi wahana otonom berkemampuan inspeksi akustik dapat memangkas biaya sewa kapal survei konvensional secara signifikan. Alur kerja mandiri memangkas durasi audit integritas aset dari hitungan minggu menjadi beberapa hari.

Manajemen operasional disarankan mulai mengevaluasi penyedia teknologi berbasis arsitektur terbuka yang tidak mengunci perusahaan pada satu vendor perangkat keras tunggal. Pendekatan modular mempermudah integrasi sensor lokal dan meminimalkan biaya peremajaan teknologi di masa depan.

✓ Lolos pemeriksaan redaksi AI. Artikel ini ditulis AI, 9 klaimnya dicocokkan dengan sumber, dan diuji keterbacaannya sebelum terbit. Menemukan kekeliruan? Laporkan ke redaksi.
Sumber berita (1):
  1. Interesting Engineering: Unmanned underwater vehicle autonomously hunts down and destroys hidden naval mines
Lihat hasil pemeriksaan (9 klaim)
Pembuka: 8/10Kejelasan: 8/10Struktur: 9/10Manfaat: 8/10Bahasa: 9/10
KlaimPutusanDasar di sumber
HII dan Thales berhasil menguji wahana selam nirawak untuk mendemonstrasikan misi penanggulangan ranjau laut secara menyeluruh.Didukung“An unmanned underwater vehicle demonstrated an end-to-end naval mine-countermeasure mission covering detection, identification and neutralization.”
Interesting Engineering melaporkan keberhasilan demonstrasi misi penanggulangan ranjau laut ujung-ke-ujung oleh UUV.
Uji coba memadukan wahana bawah air nirawak REMUS 620 buatan HII dengan arsitektur Expeditionary PathMaster milik Thales.Didukung“The demonstration combined HII’s REMUS 620 UUV with Thales’ Expeditionary PathMaster architecture.”
Interesting Engineering menyebutkan kolaborasi sistem REMUS 620 milik HII dan Expeditionary PathMaster dari Thales.
REMUS 620 membawa sonar multi-aspek SAMDIS 600 untuk memindai ancaman ranjau bawah air secara otonom.Didukung“The REMUS 620 UUV used Thales' SAMDIS 600 multi-aspect sonar to autonomously search for potential underwater mine threats.”
Interesting Engineering menyatakan wahana REMUS 620 menggunakan sonar SAMDIS 600 Thales.
Perangkat lunak Automatic Target Recognition membantu mengklasifikasikan dan melokalisasi objek mencurigakan dari citra sonar.Didukung“Automatic Target Recognition software helped operators classify and localize suspicious objects using high-resolution sonar imagery.”
Interesting Engineering menjelaskan fungsi perangkat lunak ATR dalam memproses citra sonar resolusi tinggi.
Wahana ROV pendamping melakukan inspeksi visual terhadap objek yang terdeteksi.Didukung“It then conducted visual inspections to establish whether they represented mine threats.”
Interesting Engineering menyebutkan ROV melakukan inspeksi visual untuk memastikan ancaman ranjau.
Sistem efektor ANGLER dari Thales Advanced Acoustic Concepts digunakan untuk melumpuhkan ranjau yang teridentifikasi.Didukung“The ANGLER system provides the means to engage and neutralize identified mines.”
Interesting Engineering memaparkan peran sistem ANGLER dalam melumpuhkan ranjau.
Sistem Sea Launcher milik HII menguji peluncuran dan pemulihan otomatis wahana REMUS 620.Didukung“HII’s Sea Launcher system deployed and recovered the REMUS 620, which carried the SAMDIS 600 sonar.”
Interesting Engineering menjelaskan uji coba sistem Sea Launcher HII untuk deploy dan recovery.
Duane Fotheringham menyatakan kolaborasi ini memberi jalan bagi angkatan laut menjalankan misi lebih cepat, berskala lebih besar, dan personel lebih jauh dari ancaman ranjau.Didukung““Together, we are giving naval forces a path to conduct these demanding missions faster, at greater scale and with sailors farther from the mine threat,” said Duane Fotheringham”
Interesting Engineering mengutip pernyataan langsung Duane Fotheringham selaku presiden grup Unmanned Systems HII.
Kerangka kerja arsitektur terbuka PathMaster kompatibel dengan standar NATO dan mendukung integrasi sensor lintas manufaktur.Didukung“Its NATO-compliant framework allows allied navies to combine different autonomous vehicles, sensors and neutralization systems.”
Interesting Engineering menyebut kerangka kerja tersebut kompatibel dengan NATO dan mendukung multi-vendor.

Video AI terbaru

Introducing ChatGPT Images 2.6 OpenAI

Baca juga