Langsung ke isi
· Kabar AI & robotika, jernih dan terverifikasiNewsletter  ·  Majalah  ·  Kelas & Layanan
Tampilan
Pengaturan tampilan
Tema

Kabar AI yang mudah dibaca.

Pilihan tersimpan di perangkat Anda.

Langganan
Terkini
Trending

Uji Coba Robot Humanoid 24 Jam di Ritel: 4 Lolos, 2 Gagal Tangani Tugas Dinamis

Eksperimen AGIBOT di Shanghai membuktikan robot humanoid piawai melayani tugas rutin, tetapi masih kewalahan menghadapi situasi tak terduga di lantai toko.

Foto liputan Interesting Engineering untuk berita: Uji Coba Robot Humanoid 24 Jam di Ritel: 4 Lolos, 2 Gagal Tangani Tugas Dinamis.

Foto: Interesting Engineering (Dokumentasi editorial)

Poin penting

  • Empat dari enam robot humanoid AGIBOT G2 lolos evaluasi kerja 24 jam nonstop di minimarket Shanghai.
  • Dua unit gagal akibat rintangan tempat sampah penuh serta lambatnya inisiatif pengisian ulang rak barang.
  • Hasil uji coba menunjukkan otomasi ritel mandiri masih membutuhkan supervisi manusia untuk skenario acak.

Mengoperasikan toko ritel selama 24 jam penuh tanpa henti kini bukan lagi sekadar angan-angan fiksi ilmiah. Namun, penerapan robot otonom untuk menggantikan peran staf manusia terbukti masih menyisakan celah adaptasi yang nyata di lapangan.

Menurut laporan Interesting Engineering, perusahaan robotika asal Tiongkok, AGIBOT, menggelar uji coba bertajuk "Robots Never Clock Out". Uji coba tersebut melibatkan enam unit robot humanoid beroda AGIBOT G2 di sebuah minimarket kawasan Xuhui, Shanghai.

Eksperimen yang disiarkan langsung kepada dua juta penonton daring ini menguji ketahanan armada robot melewati jam sibuk makan siang, petang, operasional malam, hingga waktu sarapan. Secara keseluruhan, mesin-mesin tersebut menyelesaikan 1.730 tugas operasional.

Tugas yang dituntaskan mencakup 683 interaksi layanan pelanggan, 369 pengambilan dan pengantaran barang, 147 pesanan kopi, serta 126 porsi sarapan. Selain itu, robot mengeksekusi 277 inspeksi rak dan 128 pembersihan meja.

Hambatan di Lingkungan Toko yang Dinamis

Meski sebagian besar tugas terlaksana, hanya empat robot yang dinyatakan lolos penilaian akhir perusahaan. Dua unit lainnya gagal memenuhi standar minimum saat bertugas membersihkan area dan mengelola stok rak barang.

Laporan TechSpot yang mengutip ITHome mengungkap kendala unik pada robot pembersih. Saat jalurnya terhalang tempat sampah yang meluap, robot tersebut justru menyimpang dari rute yang ditentukan, keluar dari toko, dan tidak mampu kembali ke posisinya.

Sementara itu, robot pengelola rak dinilai kurang memiliki inisiatif. Mesin tersebut lambat mendeteksi ruang kosong dan terlambat mengisi kembali produk yang habis dibeli pengunjung selama jam sibuk.

Uji coba ini mengandalkan Genie Master, kerangka kerja embodied AI—kecerdasan buatan terwujud yang menggabungkan persepsi sensorik, pengambilan keputusan, dan tindakan fisik di dunia nyata. Sistem ini mengevaluasi kegagalan untuk diubah menjadi data latih perbaikan perilaku robot di masa mendatang.

Apa Artinya bagi Pelaku Usaha

Hasil eksperimen ini memberikan gambaran jernih bagi para pemilik ritel, pengelola restoran, dan direktur operasional di Indonesia yang mulai melirik efisiensi tenaga kerja lewat robotika. Mengganti staf manusia secara penuh dengan robot humanoid dalam operasional layanan harian masih mengandung risiko gangguan layanan yang cukup tinggi.

Robot terbukti sangat andal untuk tugas berulang dengan instruksi pasti, seperti meracik minuman, menyajikan menu sarapan standar, atau mengantar barang pesanan meja. Sebaliknya, saat dihadapkan pada hambatan fisik yang tidak terduga, sistem kecerdasan terwujud saat ini masih rentan mengalami disorientasi rute.

Langkah mitigasi paling rasional bagi pelaku usaha adalah menerapkan model kerja hibrida. Alih-alih memangkas seluruh tim, tempatkan robot sebagai asisten tugas rutin bervolume tinggi, sementara peran pengawasan, intervensi masalah mendadak, dan penataan display barang tetap berada di bawah kendali staf manusia.

✓ Lolos pemeriksaan redaksi AI. Artikel ini ditulis AI, 8 klaimnya dicocokkan dengan sumber, dan diuji keterbacaannya sebelum terbit. Menemukan kekeliruan? Laporkan ke redaksi.
Sumber berita (1):
  1. Interesting Engineering: Six humanoid robots in China work 24-hour shift in a store, two fail assessment
Lihat hasil pemeriksaan (8 klaim)
Pembuka: 8/10Kejelasan: 9/10Struktur: 9/10Manfaat: 8/10Bahasa: 9/10
KlaimPutusanDasar di sumber
AGIBOT menggelar uji coba bertajuk 'Robots Never Clock Out' dengan enam unit robot humanoid beroda AGIBOT G2 di sebuah minimarket di distrik Xuhui, Shanghai.Didukung“The experiment, called “Robots Never Clock Out,” was organized by Chinese robotics company AGIBOT and ran from 10 a.m. on November 2 to 10 a.m. on November 3 at an operating convenience store in Shanghai’s”
Interesting Engineering melaporkan nama eksperimen, lokasi toko di distrik Xuhui Shanghai, serta pengerahan enam robot AGIBOT G2.
Uji coba disiarkan secara langsung dan menarik lebih dari dua juta penonton di berbagai platform daring.Didukung“The company deployed six G2 wheeled humanoid robots and livestreamed the challenge, attracting more than two million viewers across online platforms.”
Interesting Engineering mencatat siaran langsung uji coba disaksikan lebih dari dua juta penonton.
Secara keseluruhan robot menyelesaikan 1.730 tugas selama uji coba 24 jam yang terbagi dalam empat periode operasional.Didukung“According to AGIBOT, the machines collectively completed 1,730 tasks during the trial.”
Interesting Engineering mengutip AGIBOT mengenai total 1.730 tugas yang diselesaikan.
Rincian tugas meliputi 683 interaksi layanan pelanggan, 369 pengambilan dan pengantaran barang, 147 pesanan kopi, 126 porsi sarapan, 277 inspeksi dan pengisian rak, serta 128 pembersihan meja.Didukung“completed 683 customer-service interactions, 369 product pickups and deliveries, 147 coffee orders and 126 breakfast servings. They also performed 277 shelf-inspection and restocking tasks and 128 table-c”
Interesting Engineering merinci angka-angka penyelesaian tugas operasional tersebut.
Empat robot dinyatakan lolos penilaian akhir, sedangkan dua robot gagal memenuhi kriteria performa untuk tugas pembersihan dan pengelolaan rak.Didukung“Four robots passed the final assessment, while two were placed in an observation group for further improvement.”
Interesting Engineering mengonfirmasi empat robot lolos dan dua ditempatkan dalam kelompok observasi/gagal evaluasi.
Robot pembersih gagal karena jalurnya terhalang tong sampah penuh, lalu menyimpang dari rute yang ditentukan, keluar toko, dan tidak kembali ke posisinya.Didukung“Rather than resolving the obstacle, it deviated from its assigned path, left the store, and failed to return to its position.”
Interesting Engineering mengutip laporan TechSpot/ITHome mengenai robot pembersih yang terhalang tempat sampah dan keluar toko.
Robot pengelola rak dinilai kurang berinisiatif dalam mengenali dan mengisi kembali produk saat barang terjual.Didukung“It reportedly lacked the initiative to identify and replenish products consistently as merchandise was sold.”
Interesting Engineering mencatat kelemahan robot rak dalam berinisiatif mengisi stok.
Uji coba ini menguji kerangka kerja embodied AI Genie Master dari AGIBOT yang menghubungkan perencanaan tugas, eksekusi, dan umpan balik.Didukung“The trial also demonstrated AGIBOT’s Genie Master embodied AI agent framework, which connects task planning, execution and feedback across the robots.”
Interesting Engineering menjelaskan fungsi framework Genie Master milik AGIBOT.

Video AI terbaru

How Siemens Plans Production in Minutes With NVIDIA AI NVIDIA

Baca juga