Langsung ke isi
· Kabar AI & robotika, jernih dan terverifikasiNewsletter  ·  Majalah  ·  Kelas & Layanan
Tampilan
Pengaturan tampilan
Tema

Kabar AI yang mudah dibaca.

Pilihan tersimpan di perangkat Anda.

Langganan
Terkini
Trending

Porsi Streaming Musik Australia Anjlok, Algoritma Dinilai Jadi Pemicu

Porsi streaming lagu lokal Australia merosot ke 8,5 persen. Kampanye Ausify menilai sistem rekomendasi platform turut mengaburkan karya musisi dalam negeri.

Foto liputan Billboard untuk berita: Porsi Streaming Musik Australia Anjlok, Algoritma Dinilai Jadi Pemicu

Foto: Billboard (Dokumentasi editorial)

Poin penting

  • Porsi streaming audio musisi lokal Australia kini anjlok hingga tinggal 8,5 persen.
  • Kampanye Ausify menilai sistem rekomendasi platform streaming menenggelamkan karya lokal.
  • Musisi Australia menggelar gerakan publik untuk mendorong warga memutar lagu lokal.

Porsi streaming musik lokal di Australia kini anjlok ke angka 8,5 persen. Kampanye Ausify menilai sistem rekomendasi aplikasi musik menjadi salah satu pemicu masalah ini.

Laporan penurunan itu diungkap oleh APRA AMCOS pada Oktober lalu. APRA AMCOS adalah badan pengelola hak cipta musik di Australia.

Menurut laporan Billboard, angka itu menandai penurunan tajam sebesar 37,5 persen dalam lima tahun. Pada tahun fiskal 2021, angkanya masih berada di tingkat 13,6 persen.

CEO APRA AMCOS Dean Ormston memberi peringatan keras. Tanpa langkah nyata, pangsa musik lokal bisa merosot ke kisaran lima persen dalam lima tahun ke depan.

Kondisi di platform konten buatan pengguna bahkan lebih rendah lagi. Musik musisi Australia hanya mengisi 3,6 persen dari total pemutaran di sana.

Sorotan Ausify pada Sistem Rekomendasi

Kajian Australia Institute tahun lalu memperkuat data tersebut. Lembaga itu mengolah data industri rekaman dari IFPI.

Hasil kajian menunjukkan musisi Australia pada daftar 10.000 musisi terpopuler turun dari 12 persen menjadi delapan persen. Jumlah artis berkurang dari 932 menjadi tinggal 773 nama.

Materi kampanye Ausify menilai masalah utamanya ada pada kemudahan menemukan lagu, bukan ketiadaan minat warga. Sistem rekomendasi otomatis dinilai membentuk kebiasaan pendengar secara sepihak.

Survei Pureprofile untuk Music Australia membuktikan minat tersebut pada Oktober lalu. Sebanyak 84 persen dari 1.018 responden mengingat momen penting hidupnya lewat lagu lokal.

Dua pertiga responden bahkan lancar menyebut judul lagunya. Namun, hanya 27 persen yang mengaku memutar lagu artis Australia dalam setahun terakhir.

Riset seri Listening In juga mencatat 71 persen warga bangga pada karya lokal. Selain itu, 66 persen pendengar ingin mendengar lebih banyak lagu dalam negeri.

Pihak Ausify menyebut sistem otomatis sering menenggelamkan musisi setempat. Akibatnya, artis lokal kalah saing dari musisi pasar global berbahasa Inggris.

Gerakan Aksi Nyata Para Musisi

Music Australia kembali menggelar kampanye Ausify pada Senin, 2 November 2026. Gerakan ini mengajak publik menunjukkan dukungan nyata bagi musik lokal secara terang-terangan.

Sejumlah artis ternama ikut mendukung gerakan ini. Nama besar seperti Ben Lee, Missy Higgins, hingga Budjerah turut bergabung.

Kampanye Ausify tahun ini bukan untuk meyakinkan orang bahwa musik Australia itu luar biasa — semua orang sudah tahu itu. Tahun ini tujuannya adalah bersuara lantang dan bangga atas musik yang kita dengar dan sukai, kata Ben Lee, Duta Kampanye Ausify.

Para musisi mengajak warga memakai baju tur dan membagikan lagu di media sosial. Mereka ingin warga mencari lagu secara mandiri tanpa bergantung pada sistem otomatis aplikasi.

Menariknya, pendapatan musik Australia di luar negeri justru sedang mencetak rekor. Pendapatan global APRA menembus 100 juta dollar pada tahun fiskal 2026, tepatnya 107,3 juta dollar.

Apa Artinya bagi Pelaku Usaha

Fenomena ini memberi pelajaran berharga bagi para pemimpin bisnis di berbagai sektor. Mengandalkan seluruh penjualan pada etalase digital global menyimpan risiko tersembunyi.

Sistem otomatis aplikasi daring bekerja murni mengikuti volume interaksi terbesar di dunia. Akibatnya, produk lokal berkualitas sering tertutup oleh serbuan produk luar negeri.

Pelaku usaha di Indonesia tidak boleh hanya pasrah menunggu pelanggan menemukan produk secara daring. Perusahaan perlu membangun saluran promosi langsung dan memperkuat basis komunitas.

Dukungan aktif dari pembeli setia tetap menjadi perlindungan usaha paling kuat. Tanpa jalur pemasaran mandiri, produk terbaik pun bisa luput dari perhatian konsumen sendiri.

✓ Lolos pemeriksaan redaksi AI. Artikel ini ditulis AI, 13 klaimnya dicocokkan dengan sumber, dan diuji keterbacaannya sebelum terbit. Menemukan kekeliruan? Laporkan ke redaksi.
Sumber berita (1):
  1. Billboard: Ausify Campaign Returns as Australian Music’s Streaming Share Hits New Low
Lihat hasil pemeriksaan (13 klaim)
Pembuka: 8/10Kejelasan: 8/10Struktur: 8/10Manfaat: 7/10Bahasa: 8/10
KlaimPutusanDasar di sumber
Porsi streaming musik lokal di Australia kini berada di angka 8,5 persen.Didukung“local music now accounts for just 8.5% of all audio streamed in Australia.”
Billboard mengutip laporan Year in Review dari APRA AMCOS.
Pangsa streaming musik lokal turun 37,5 persen dalam lima tahun, dari 13,6 persen pada tahun fiskal 2021.Didukung“recorded a 37.5% decline in local content’s streaming share over five years, down from 13.6% in FY21.”
Billboard mencantumkan data penurunan lima tahunan dari laporan APRA AMCOS.
CEO APRA AMCOS Dean Ormston memperingatkan pangsa musik lokal bisa turun ke kisaran 5 persen dalam lima tahun tanpa intervensi.Didukung“The rights body’s CEO, Dean Ormston, has warned the share could fall to about 5% within five years without intervention.”
Billboard mengutip peringatan CEO APRA AMCOS Dean Ormston.
Di platform konten buatan pengguna (UGC), pangsa musik Australia berada di angka 3,6 persen.Didukung“On user-generated content platforms, Australian music’s share sits lower still, at 3.6%.”
Billboard mencatat data pangsa musik Australia pada platform UGC.
Analisis Australia Institute menggunakan data IFPI menemukan pangsa artis Australia di antara 10.000 artis paling banyak diputar turun dari 12 persen menjadi 8 persen antara 2021 dan 2024 (932 menjadi 773 artis).Didukung“share of the 10,000 most-streamed acts in Australia fell from 12% to 8% between 2021 and 2024, with the number of Australian acts on that list dropping from 932 to 773.”
Billboard melaporkan temuan analisis Australia Institute berbasis data IFPI.
Kampanye Ausify melihat masalah utama ada pada kemudahan menemukan lagu (penemuan/algoritma), bukan pada permintaan pendengar.Didukung“The campaign frames the problem as discovery rather than demand.”
Billboard mencatat pendekatan kampanye Ausify terhadap persoalan tersebut.
Survei Pureprofile terhadap 1.018 warga Australia menemukan 84 persen mengaitkan momen penting hidup dengan lagu lokal dan dua pertiga bisa menyebut judulnya, tetapi hanya 27 persen yang streaming artis lokal dalam 12 bulan terakhir.Didukung“found 84% say a defining life moment brings an Australian song to mind, and two-thirds could name the song. But only 27% say they have streamed an Australian artist in the past 12 months.”
Billboard memuat hasil survei Pureprofile untuk Music Australia pada Oktober.
Riset Listening In mencatat 71 persen bangga mendengar musik lokal dan 66 persen ingin mendengarnya lebih banyak.Didukung“found 71% feel pride hearing local music, 62% feel a connection to it and rate it as good as international music, and 66% want more of it.”
Billboard mengutip hasil riset seri Listening In oleh Music Australia.
Materi peluncuran Ausify menyoroti perilaku pendengar yang dipengaruhi algoritma streaming dan kalah bersaing dari artis pasar berbahasa Inggris yang lebih besar.Didukung“often influenced by streaming algorithms and dwarfed by artists from larger English-speaking markets.”
Billboard mengutip langsung pernyataan materi kampanye Ausify.
Kampanye Ausify tahun kedua diluncurkan pada Senin, 2 November 2026, mengajak aksi publik seperti unggahan medsos dan memakai merchandise tur.Didukung“Ausify, the national campaign to lift Australian music’s visibility at home, launched its second year Monday (Nov. 2)”
Billboard memberitakan peluncuran kampanye Ausify tahun kedua pada tanggal tersebut.
Ben Lee, Missy Higgins, dan Budjerah termasuk musisi yang mendukung kampanye Ausify.Didukung“Ben Lee, Missy Higgins and Budjerah are among the artists backing the month-long push”
Billboard menyebut musisi-musisi pendukung kampanye pada pembuka artikel.
Ben Lee menyatakan kampanye tahun ini berfokus pada bersuara lantang dan bangga atas musik lokal yang didengar dan dicintai.Didukung“This year it’s about being loud and proud about the music we listen to and love.”
Billboard mengutip pernyataan langsung Ben Lee sebagai duta kampanye.
Pendapatan internasional APRA melampaui 100 juta dollar untuk pertama kalinya pada tahun fiskal 2026, mencapai total 107,3 juta dollar.Didukung“APRA’s international revenue topped $100 million for the first time in FY26, with total group international revenue reaching $107.3 million.”
Billboard memaparkan capaian pendapatan luar negeri APRA AMCOS pada FY26.

Video AI terbaru

TamaGPT OpenAI

Baca juga